Home / Artikel 10 Prinsip Dasar Pengasuhan Anak

10 Prinsip Dasar Pengasuhan Anak

10 Prinsip Dasar Pengasuhan Anak

Resensi Buku Parenting

Minggu, 18 November 2018

"Anak-anak belajar dengan melihat." Laurence Steinberg, Ph.D.


"Ade, itu lauknya kok ga dimakan? Kan itu ayam kesukaan Adik." Si empat tahun berulah tidak mau makan menu yang diminta, yang disuka.

Anda terbangun tengah malam dan mendapati si remaja masih ngobrol berbisik di handphone bersama temannya.

Belum selesai dengan proses merapihkan mainan, tiba-tiba Kakak memukul kepala Adik karena kesal. Ramailah dunia saat itu.

Saat Anda kembali dari  dapur setelah selesai menyetrika baju, si tiga tahun sudah duduk di atas keranjang dengan semua baju yang telah disetrika, ternyata sudah berantakan di luar keranjang.

Si bungsu selalu bertanya alasannya pada Anda kenapa ia tak dibolehkan menginap di rumah temannya. Sementara semua temannya diperbolehkan orangtuanya untuk menginap.

Pernahkah merasakan kondisi seperti itu? Bagaimana rasanya? Apa yang kemudian Anda lakukan pada anak?

----

Saat dunia belum ada WA apalagi perkumpulan online parenting, berdiskusi di milis-milis tertentu bisa menjadi obat. ( Ya Allaah, miliiis? tahun berapa ituh yak? hahaha). Tapi saat itu, tetep yaa, buku adalah teman diskusi yang paling setia saat dibutuhkan. Dan saya tetap setia padanya sampai saat ini. #eeaa. Walau ini buku lama, tapi isinya tak lekang oleh waktu. Pas banget jadi teman nge-teh di pagi hari untuk refresh pengasuhan anak. Buku yang berbicara tentang 10 prinsip dasar pengasuhan anak ini akan menuntun kita untuk tetap fokus.  Sang Profesor Psikologi dari Temple University ini mampu menghadirkan cara-cara sederhana yang bisa dipraktekkan oleh orangtua. Buku ini ditulis berangkat dari banyaknya orangtua saat itu yang menjadi orangtua 'begitu saja' tanpa ilmu. Umumnya orangtua hanya mengandalkan insting. Iya kalau instingnya tepat, kalau ternyata ngawur? Duuh, masa kanak-kanak itu ga mungkin bisa diulang. Menyesalnya bisa seumur hidup. Ilmu yang disajikan di buku ini memang praktis banget karena berangkat dari riset yang telah dilakukan beliau terhadap orangtua dalam mendidik anak. Jadi bukan opini penulis atau pengalaman seseorang dalam mengasuh anak.


Riset yang dilakukannya lalu dikristalkan, jadilah 10 prinsip pengasuhan anak yang bsia diterapkan secara universal, apaun latar belakang keluarga kita. Banyak hasil risetnya yang menarik untuk diambil hikmahnya. Mulai dari anak balita hingga remaja. Mulai dari anak baik-baik sampai si remaja pemberontak. Yang bolak balik diingatkan Beliau pada buku ini adalah, agar kita memastikan pola pengasuhan yang terus disesuaikan dengan perkembangan anak. Karena mengasuh bukan soal menang atau kalah, tetapi bagaimana membantu anak kita tumbuh secara sehat.  Bagaimana kemudian kita membantunya menemukan bakat dan minat yang diinginkan, misalnya. Jangan membuatnya merasa bersalah karena melakukan sesuatu yang tidak kita inginkan. Dari pada memaksa anak menjadi cetakan yang telah kita ciptakan untuknya, akan jauh lebih baik kita membantunya menemani dalam mencari apa yang ingin ia lakukan sesuai bakat dan minatnya (hal 110).


Buku setebal 258 halaman ini mengupas satu per satu dari setiap prinsip yang ada. Banyak data dan fakta yang disampaikan. Jenis fontnya unik, enak dimata. Dicetak pertama kali oleh PT Mizan Pustaka pada tahun 2005 Februari buku ini masih relevan dengan kondisi anak-anak sekarang. Hanya tinggal menyesuaikan kesepakatan yang ada saja terkait prinsip yang akan diambil. 


Yang saya suka dengan buku ini adalah banyaknya kalimat dan penjelasan yang nampol banget dalam keseharian anak saat ini.  Beliau banyak mengingatkan untuk memperhatikan cara kita dalam mengasuh anak. Mengasuhlah dengan proaktif dan bukan reaktif.  Ini yang paling sulit. Karena setiap anak punya keunikannya dalam mencari perhatian yang bisa membuat kita menjadi reaktif terhadap perilakunya. Termasuk saat kita berbeda pendapat dengan anak, apa yang sebaiknya orangtua lakukan. Lalu bolehkan kita memberikan hukuman pada anak? Bagaimana cara memberikan konsekuensi yang tepat pada anak? Bagaimana mengidentifikasi kesalahannya? Bahkan, di halaman 33 digambarkan, apakah gen juga berpengaruh pada pola orang tua dalam mengasuh anak. Buku ini supe duper lengkap, sekalipun merupakan buku terjemahan. bahasanya yang sederhana mampu diterima dengan baik.


Saking banyaknya penjelasan yang baik dan penting, nyaris setiap halaman sudah berwarna merah oleh pulpen saya. Yang suatu saat, bila saya ingin merefresh kembali seperti saat ini, saya bisa membaca sesuai dengan kebutuhan dengan menelusuri pulpen merah tadi. Menariknya, dalam setiap penjelasan yang perlu ditekankan, penulis menambahkan halaman khusus dengan size font yang cukup besar plus ilustrasi gambarnya. Jadi buat Anda yang gaya belajarnya sedikit visual, hal ini akan sangat membantu. Saran saya, setelah membaca ini, diskusikan dan praktekkan bersama pasangan di rumah. Lalu jangan lupa untuk selalu mengunci semua pengasuhan di hari itu dengan agama. Bahwa bagaimanapun kita berusaha, ada 1% keputusan di atas seluruhnya dari Sang Pemiliki jiwa, Allah SWT. Maka dengan menambahkan munajat dan mengunci dengan agama-lah hati menjadi semakin tenang.


Sudah pernah baca bukunya kah, mak?

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Jejaring Sosial