Artikel Populer

17 Cara berkomunikasi dengan remaja

17 Cara berkomunikasi dengan remaja

Admin Kamis, 30 November 2017 Parenting
17 Cara berkomunikasi dengan remaja

Day-17 Selalu Ditutup dengan Doa


Mungkin terkesan lebay ya, mak. Tapi sungguh. yang terucap saja Allah mendengar, apa lagi yang hanya tersirat dalam hati.  Jadi, biasanya, dalam setiap komunikasi dengan anak, saya selalu menyelipkan doa tentang kebaikan pada anak-anak. Apapun yang sedang dibicarakan, pasti ditutup dengan untaian doa. Kita tak akan pernah tahu anak kita akan hidup di zaman yang seperti apa. Kalau melihat saat ini, betapa mengerikannya fitnah dunia. Semua ciri-ciri kiamat kecil sudah mulai bermunculan satu demi satu. Tak berani rasanya membayangkan apa yang akan terjadi saat mereka menikah, memiliki anak bahkan memiliki cucu. Maka hanya pada Allah-lah kita menitipkan anak-anak kita untuk menjadi bagian pembela islam dengan agama yang kita kuatkan. 


Berdoa tak hanya saat sholat atau setelahnya. Tapi sata apapun dan bagaimanapun, jangan pernah lupa untuk berdzikir dan memohon perlindungan-Nya. Banyak pilihan doa tentang itu. Namun saya prefer pada doa yang disesuaikan dengan kondisi yang saya temui saat berkomunikasi dengan anak, saat membersamai mereka di manapun dan kapan pun. Karena kita tak tahu doa mana yang akan Allah kabulkan lebih dahulu. Karena yang saya tahu, bisa saja doa itu dikabulkan saat itu juga, dipending atau disimpan hingga akhirat nanti. Nah, kalau kita sering meminta pada yang Maha Tahu Maha Kaya, maka sudah selayaknyalah kita memantaskan diri untuk dikabulkan doa kita, bukan? Perbaiki, dan buat kita layak dihadapan Allah untuk mendapatkan rahmatnya, bersama keluarga. 

Saat berdoa, biasanya suaranya saya lantangkan agar anak-anak atau paksu mendengar dan mengaminkan. Mereka tahu apa yang sedang saya doakan. Minimal menjadi pemecut keluarga kami untuk selalu ingat pada Yang Mencipta. Semoga Allah mengampuni saya dan keluarga. Tulisan-tulisan ini sebagai bagian saya meninggalkan jejak kebaikan untuk kemudian diambil hikmahnya beresama. Sebagai bagian dari bekal yang akan saya bawa untuk perjalanan panjang kelak. Sebagai bagian rasa sayang saya pada anak-anak dan paksu untuk selallu memperbaiki diri.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Jejaring Sosial

© Copyright 2017 azkail. Oleh Webpraktis.com | sitemap