7 Cara Mengajarkan Anak Puasa


“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)
Hadist di atas sangat populer dan tentu menjadi penyemangat kita sebagai orang tua. Namun untuk menjadikan anak yang sholeh kelak tentu kita, orang tuanya pun harus belajar memperbaiki diri. Karena anak itu bagaimana pendidikan yang dilakukan oleh orang tuanya. Yang menjadikannya nashrani atau majusi adalah kita, orang tuanya. Lalu apa yang bisa kita lakukan? Ada banyak sekali hadist yang mengajarkan kita untuk menjadi tauladan bagi anak-anak, terutama kesempatan mengenalkan banyak kebaikan di bulan ramadhan ini. Termasuk cara mengajarkan anak puasa.

Dalam sebuah hadist riwayat Thabrani dari Ali bin Abi Thalib, disampaikan bahwa didiklah anak-anakmu akan tiga hal yaitu mencintai Nabimu, mencintai ahli baitnya dan membaca alquran, karena orang yang mengamalkan al quran nanti akan mendapatkan naungan Allah pada hari ketika tiada naungan kecuali dari-Nya bersama para Nabi dan orang-orang yang suci.

Di bulan Ramadhan ini adalah momentum yang sangat baik untuk mengenalkan tiga hal tadi, salah satunya melalu belajar berpuasa. Belajar menahan lapar dan dahaga secara sederhana sudah bisa dikenalkan pada anak sejak dini. Pasti seru ya mak kalau mengajarkan anak untuk mulai berpuasa. Mungkin cara ini bisa membantu emak yang sedang mengenalkan proses berpuasa pada anak. Selamat mencoba.

1. Bangunkan dan ajak anak saat keluarga akan sahur
Anak perlu merasakan dan terlibat langsung apa yang sedang Anda dan keluarga lakukan selama berpuasa. Mengenalkan sejak awal terkait proses bagaimana berpuasa akan membuat anak seolah-olah ikut di dalam proses itu. Bangunakan dan ajak anak untuk ikut makan sahur juga.

2. Berapa jam ia mampu berpuasa?
Sampaikan pada anak bahwa berpuasa itu wajib bila ia sudah dewasa. Dilakukan sejak subuh hingga magrib dengan tidak makan dan minum. Lalu tanyakan, adik mau mencoba dari jam berapa sampai jam berapa? Tunjukkan jam dinding padanya, sambil belajar angka Anda juga bisa mengajarkan anak bertanggung jawab pada pilihan yang diambil.

3. Hindari aktifitas berlebihan
Aktifitas bergerak adalah kebutuhan setiap anak. Cari dan buat aktifitas lain yang membuatnya tetap bugar walau sambil bermain. Seperti pilihan bermain di dalam ruangan bersama teman di rumah

4. Lakukan bertahap untuk memulai berpuasa
Biasanya anak akan mulai mengeluh lapar atau haus saat jamnya bermain. Sekitar jam 9-10 adalah jam rawan anak untuk kebutuhan makan atau minum. Bila anak betul-betul terlihat lemas secara fisik, maka ijinkan ia untuk berbuka. Namun bila tidak, berikan semangat padanya untuk melanjutkan hingga azan zuhur. 

5. Puasa-berbuka-puasa
Saat anak sudah betul-betul tidak kuat untuk melanjutkan berpuasa, maka ijinkan ia untuk segera berbuka. Tawarkan kembali untuk belajar melanjutkan puasanya hingga waktu sholat berikutnya. Lalu tambah lagi keesokan harinya dengan memperpanjang waktu berpuasa.

5. Libatkan anak saat proses menyediakan menu berbuka
Menyediakan menu berbuka adalah kegiatan yang paling seru untuk anak-anak. Sekalipun ia sudah berbuka kemudian melanjutkan untuk berpuasa. Ajak ia untuk terlibat menyiapkan menu berbuka. Mulai dari hal sederhana, menyiapkan bahan-bahan seperti sirop untuk es buah, menuangkan sirop ke dalam minuman pembuka, menata kurma di meja, menyusun gelas dan piring. Melibatkannya walau sesaat akan menjadi penyemangat baru bahwa saya juga berpuasa seperti yang lain loh.

6. Ceritakan seperti apa adab Rosululah berbuka
Saat berbuka adalah saat yang dinanti anak-anak. Disitulah kita bisa memasukkan nilai-nilai agama pada mereka. Ceritakan bagaimana adab Rosul saat berbuka puasa yang tak hanya berdoa tapi mendahulukan makan tiga buah kurma dan air putih bukan es sirop kesukaan adik. Yup, kadang melihat warna dan segarnya es sirop atau pun es buah membuat kita ingin segera meminumnya. Inilah saat yang tepat kita mengenalkan cara rosul berbuka puasa. Es sirop kesukaan adk bisa diminum setelah sholat magrib berjamaah misalnya.

7. Apresiasi apa yang telah anak lakukan hari itu
Ya, dengan mengapresiasi artinya Anda mengakui bahwa anak Anda hebat telah berhasil melalui proses belajar berpuasa di hari pertama. Pertahankan proses penguatannya di hari-hari berikutnya. Apresiasi tak harus dalam bentuk barang kok. mengumumkan kehebatannya di depan seluruh anggota keluarga kalau hari itu ia hebat karena sudah berpuasa dan membantu menyiapkan menu berbuka, sudah cukup membuatnya melangit.

Cara di atas tentu saja dilakukan untuk anak pra sekolah atau SD level bawah ya, mak. Sesuaikan saja dengan tingkat kemampuan anak saat belajar berpuasa. Namun menjadikannya bahwa berpuasa itu asyik akan membuat anak siap melanjutkan proses pembelajaran berikutnya di luar sekedar menahan lapar dan haus.

Selamat berpuasa

  • Selasa, 07 Mei 2019

Artikel Terkait

7 tips melawan rasa malas menulis di blog
7 tips melawan rasa malas menulis di blog
7 waktu asyik ngobrol dengan anak ala emak rempong
7 waktu asyik ngobrol dengan anak ala emak rempong
7 tips menulis saat bulan ramadhan
7 tips menulis saat bulan ramadhan
7 tips hemat ala emak
7 tips hemat ala emak
Aplikasi Ini Perlu Kamu Manfaatkan
Aplikasi Ini Perlu Kamu Manfaatkan
7 Aktifitas Ngabuburit Seru Bareng Keluarga
7 Aktifitas Ngabuburit Seru Bareng Keluarga
7 Manfaat Ikut Komunitas
7 Manfaat Ikut Komunitas
7 Adab Berteman yang Harus Dikenalkan Pada Anak
7 Adab Berteman yang Harus Dikenalkan Pada Anak

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar