7 Stiker seru yang ngangenin saat jadi fasilitator


"Kalau mau menunggu sampai siap, kita akan menghabiskan sisa hidup kita hanya untuk menunggu" -Lemony Snicket


Yup, bener banget. Kalau bertemu kondisi tertentu, misaaal harus keluar dari zona nyaman, kita kadang menunggu sampai siap, mungkin kita akan bilang tak siap, tak bisa, nanti saja, bukan sekarang, bukan ahlinya dan sejenisnya. Emang mau nunggu ampe lumutan, mak? Saya suka kalimat di atas yang disebutkan oleh penulis buku anak Daniel Handler. Ia menggunakan nama pena lemony snicket dalam setiap tulisannya. Iya sih, kadang kita tuh kudu berani untuk naik kelas naik level. Apapun itu. Termasuk saat menjadi fasilitator online di Institut Ibu Profesional (IIP).


Uniknya di IIP tuh ya, yang belajar ga cuma mahasiswinya aja, tapi kita, fasilitatornya juga belajar bareng. Nah, di level 7 kali ini, saya juga ikutan maen loh bareng mereka. Seru, saya ikut meremedialkan diri. Menjadi momen tersendiri buat saya dan anak-anak. Karena judule semua anak adalah bintang, kita dilatih untuk selalu melihat sisi positifnya anak dan potensi yang muncul saat beraktifitas. Setiap hari saya menuliskan satu potensi dan atau kelebihan yang telah anak-anak lakukan.  Dan ini salah satunya .


Selesai dengan ikutan di tantangannya? Engga doong, saya juga belajar berkolaborasi dengan fasil ketjeh. Kami duet maut bareng mba Neneng yang super duper ketjeh. Sebelum-sebelumnya terbiasa megang kelas besar sendiri, sekarang duet tuh jadi tambah banyak belajar. Karena kamu dan aku adalah kita  #eeaaa. Saya belajar berkoordinasi sebelum seseruan di kelas. Saya belajar ga bocor di kelas #eh. Saya belajar berbagi keseruan dan berbagi peran bersama.


Ga cuma itu, kelas yang kami ampu juga seru. Saat berdiskusi akan muncul ide-ide segar dari teman-teman yang lain. Berbagi pengalaman cara pengasuhan dan sejenisnya akan tumpah ruah di sana. Nah yang bikin serunya itu, sebelum diskusi dimulai, biasanya akan bermunculan stiker penggugah selera dan bikin emeshhh, saya menikmati banget. Lucu-lucu dan bisa saya simpen. (apa cuma saya mahluk di bumi yang kalo lagi perang stiker di WAG tuh senengnya nyimpenin stiker ya?) Hahaha. Platform whatsapp kan sekarang dihujani banyak sekali pilihan emoticon yang bisa diunduh bahkan bisa kita bikin sendiri. Masing-masing stiker itu menginterpretasikan isi hati kita. #ciyeeee. Contoh niih, stiker yang paling banyak digunakan di kelas kami tuh bagaikan judul-judul pilem di Indonesia dan bisa jadi ga ada hubungannya sama isi pilemnya ya. Ga percaya? Cekidot :


1. Single

Film ini termasuk film komedi romantis yang dibintangi oleh Raditya Dhika di tahun 2015. Saya ga bahas isi filmnya ya, tonton aja ndiri. Dari judulnya aja kita sudah tahu bahwa pasti akan berhubungan dengan cerita jomblo gitu. Namanya juga jomblo, pasti lah ya sorangan gitu. Nah, kondisi yang saya gambarkan ini mirip dikit lah macem di grup WA. Ga banyak atau mungkin ga ada temen ngobrol. Temen-temen lain belum pada muncul ke permukaan. Macem lagi siaran sendiri gituu. Jadi suka ada stiker lucu kek gini nih untuk manggilin para penghuni grup nih di kelas saya. 


img-1573782936.jpg


Lucu ya. Nemu aja gitu yang buat stiker tuuh. Saya suka auto ngekek kalo stiker ini muncul ke permukaan.


2. Wedding Agreement

Film ini diambil dari sebuah novel keren karya temen saya di grup nulis neh. Hehehe. Dari judulnya aja kita sudah bisa ngira-ngira bahwa keknye, ada perjanjian pernikahan yang terjadi. Nah, demikian juga saat di kelas bunsay ini. Kami, baik fasilitator dan mahasiswi tuh sudah terikat perjanjian dalam hati dan semangat bahwa akan menyelesaikan setiap tantangan di tiap levelnya sesuai dengan aturan yang berlaku. Salah satunya adalah bagi mahasiswi diharuskan mengumpulkan link tulisan laporan aktifitas tantangan yang telah dilakukan. Naaah, petugas perangkat kelas yang bertugas mengingatkan itu akan muncul d jam-jam tertentu. Ngapain? ya mengingatkan untuk mengerjakan tugas dan mengumpulkannya di link yang telah tersedia. Sebelum reminder itu muncul, kadang suka diawali dengan stiker lucu seperti ini :

img-1573783560.jpg


3. 5 CM

Pernah nonton film seru ini kah, mak? Film yang diadaptasi dari sebuah novel yang mengangkat persahabatan 5 anak muda yang melakukan perjalanan mendaki puncak gunung Semeru. Melakukan pendakian ke puncak Semeru itu butuh perjuangan dan pengorbanan. Banyak sekali tantangan yang harus dihadapi sepanjang jalan. Nah, ini lah yang juga dihadapi para mahasiswi di kelas bunsay. Saat tertinggal waktu untuk berdiskusi karena satu hal. Otomatis chat di grup itu bisa saja mencapai ratusan chat yang harus dibaca. Kondisi seperti ini tentu butuh perjuangan untuk membacanya bukaan? Butuh pengorbanan waktu dan jempol untuk sekedar nyekrol ke atas runut diskusinya. Dan biasanya, akan muncul stiker lucu buatan salah satu member Ibu Profesional Jogja seperti ini nih :


img-1573783912.jpg


4.  Dilan

Haiiiyaaah, siapa pulak yang ga tau film ini yekaan. Film yang kemudian terkenal dengan kalimat uhuynya :

"Jangan rindu, berat, kamu ga akan kuat. Biar aku aja."

"Kalau aku jadi presiden yang disuruh mencintai seluruh rakyatnya, aduh, maaf, aku ga bisa. Karena aku cuma mencintai Milea."

"Kalau suatu saat nanti kau rindu padaku, maukah kau memberitahuku? Agar aku bisa langsung berlari menemuimu."

Co cwit banget yeekaaaan. Nah, di kelas bunsay juga gini niih kalau kita kehilangan beberapa teman yang sudah mulai jarang muncul ke permukaan. Ngangein. Biasanya suka kita colekin atu-atu. Dan senengnya tuh, yang dicolekin muncul dengan ragam rupa stiker. Ini salah satunya :


img-1573785940.jpg


5. Ada apa dengan cinta

Duh, ini film saat saya masih remaji  duluuu. Masih inget ga mak? Atau malah ada yang belum pernah nonton samsek? Aiih, ketinggalan kereta kalau gitu. Film ini sempat jadi trending topic karena para pemainnya dapet banget feelnya saat memerankan sosok Cinta dan Rangga. Masih berlanjut dari stiker panggilan teman-teman yang jarang muncul, ada juga nih yang nongol saat dipanggil di kelas dengan stiker seperti ini :

img-1573787140.jpg

Ada-ada aja ya


6. Eiffel, I'm In love

Entah kenapa kalau saya kedapatan stiker ini, berasa sedang dicintai gitu.  Awalnya sih kaget tapi lama-lama bikin rindu. Hahay. Jadilah judul film ini yang saya masukkan untuk mengungkapkan tatih tayang pada orang lain. Tatih tayang tuh kadang suka bikin surprise yekaan. Bahkan kadang kita bisa merasakan tanpa orang lain sampaikan dengan kata-kata.  Nah, untuk pertama kalinya, stiker ini saya dapatkan di kelas yang saya ampu sekarang. Asa suka kaget tetiba dapet ketjupan tuh ya.


img-1573787827.jpg


7. Yowis Ben

Film ini sedikit mengangkat bahasa jawa dan beberapa tempat wisata di kota Malang. Walau ada beberapa percakapan yang menggunakan bahasa jawa, film ini betul-betul berbeda, karena berani menjadikan bahasa daerah untuk dimasukkan ke dalam sebuah film layar lebar. Yowis ben itu berarti ya udah sih, ya sudah lah. Saat kelas dibuka di WAG, biasanya mahasiswi pun bermunculan membawa snacknya masing-masing. Ragam stiker makanan dan minuman pun bermunculan. Dan saya menikmati itu secara virtual sambil ngeces mak. Hahaha. Saya menikmati dan sedikit membiarkan suasana kehangatannya sampai di titik tertentu. Mulai dari stiker es degan, martabak, mi instan pake cabe rawit sampe datangnya tukang bakso di grup. Seru.


img-1573788681.jpg

Dengan bermunculannya aplikasi stiker di media sosial seperti ini, membuat suasana makin hidup dan rekat satu sama lain. Betapa kita perlu warna warni diluar sekedar teks melulu yekaaan. Ga hanya anak-anak aja yang suka dengan banyolan melalui stiker, ternyata kita pun demikian.

Jadi, stiker seperti apa yang sempat mencuri perhatian emak di WAG? 

  • Jum'at, 15 November 2019

Artikel Terkait

Ini Serunya Belajar di Kelas Remedial
Ini Serunya Belajar di Kelas Remedial
Begini Cara Menghormati Tamu ala Ibu Profesional Jakarta
Begini Cara Menghormati Tamu ala Ibu Profesional Jakarta
Serunya Menjadi Fasilitator Kelas Online
Serunya Menjadi Fasilitator Kelas Online
Belajar Manajemen Komunitas
Belajar Manajemen Komunitas
Apa Gaya Belajarku
Apa Gaya Belajarku
Belajar Bersama Kelas Bunda Sayang
Belajar Bersama Kelas Bunda Sayang
Keseruan Menarik di Kelas Bunda Sayang
Keseruan Menarik di Kelas Bunda Sayang
Serunya Konferensi Ibu Profesional
Serunya Konferensi Ibu Profesional

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar