Home / Artikel Agar Hadiah dan Hukuman Efektif

Agar Hadiah dan Hukuman Efektif

Agar Hadiah  dan Hukuman Efektif

Resensi Buku Parenting

Kamis, 09 November 2017

Mak...

Pernah ngalamin saat ada kita ada tamu penting datang ke rumah, tetiba si dedek cari perhatian minta ditemenin main, trus kita bilang, "iya, nanti ya dek, ama si teteh gih beli kue coklat di toko itu."

Pernah ngalamin kah ketika anak merajuk di mall minta sesuatu yang membuat orang lain melihat perilaku anak kita, emak langsung jawab, "Iya, nanti kita beli, ya."  

Atau pernah memberikan hadiah saat anak mendapatkan nilai bagus di sekolahnya?

Pernah memberikan reward pada anak saat ia berhasil membuang sampah rutin ke teempatnya?

***

Pemberian reward & punishment memang menjadi diskusi hangat di kalangan orang tua. Dari judul bukunya yang menggelitik, Agar Hadiah dan Hukuman Efektif sudah bikin saya kepo sama isinya. Kalau dilihat dari ukuran buku, ini sebenarnya buku saku. Mungkin maksud dari si penulis, mba Irawati Istadi adalah untuk memudahkan dibaca dalam genggaman emak-emak macem saya. Bukunya tidak terlalu tebal kok, hanya 122 halaman. Tapi jangan sepelekan isinya. Keren banget mba Irawati membawakan maksud bagaimana cara mengelola hadiah dan hukuman terhadap anak.


Sebetulnya, bolehkan memberikan punishment pada anak?

Mana yang harus di dahulukan, hadiah atau hukuman?

Bagaimana cara memberikan punishment yang efektif? 

Bagaimana dengan anak yang belum mamu berbuat baik jika  tanpa upah hadiah?


Kalau emak membaca buku ini, banyak informasi-informasi ringan yang dalam tentang bagaimana memperlakukan  anak terkait hadiah dan hukum. Yang bila emak lakukan, anak akan mengerti mengapa emak melakukan dua pilihan itu. Di buku ini banyak diberikan solusi serta cara mencari metode paling pas dalam pemberian hadiah atau hukuman pada anak. Coba emak bayangkan, saat anak sedang emosi, tetiba emak kemudian marah, sambil melontarkan ribuan kata jengkel nan gregetan pada anak. Apa yang akan anak tangkap? Efektifkah pemberian hukuman saat kondisi seperti itu?


Ssstt...bab yang paling saya suka adalah bab tentang pengendalian emosi. Cara yang disampaikan dengan bahasa yang sangat sederhana ditambah beberapa kutipan ayat al quran sebagai penguat itu ngena banget. Karena mengelola emosi itu butuh latihan berulang, seumur hidup pula latihannya. saya setuju pake banget. Buku kecil sarat ilmu ini, aplikatif untuk dipraktekkan oleh kita di rumah. Dijelaskannya sangat mengalir, runut dan gamblang. Sehingga mudah dibaca saat emak nunggu gilingan cucian. Kalau mencari buku kecil yang isinya nonjok banget tentang penanganan anak tuh ya tulisannya Irawati Istadi ini. Kalau saya membaca buku nih ya, biasanya, begitu ada kalimat penting, selalu saya kasih warna untuk memudahkan saya saat membaca kembali suatu saat nanti. Nah, untuk di buku ini, masalahnya timbul, saya bingung mewarnainya, karena hampir setiap baris, kalimat-kalimat yang disampaikan itu penting semua.


Terlepas dari isinya, saya sebetulnya agak kurang sreg dengan pemilihan diksi pada judulnya. Saya lebih suka dengan pilihan kata 'apresiasi dan konsekuensi'. Entahlah, setiap anak perlu mendapatkan apresiasi yang jauh lebih tinggi nilainya daripada sebuah hadiah. Walaupun hadiah pelukan juga termasuk apresiasi. Begitu juga penggunaan kata hukuman. Saya lebih menyukai kata 'konsekuensi'. Sebenarnya, isi dan penyampaian dalam buku ini lebih ke arah konsekuensi dibandingkan hukuman. Karena selalu ada kesepakatan terkait konsekuensi yang akan anak terima bila melakukan kesalahan atau keluar dari kesepakatan yang telah dibuat bersama. 


Duuh, ya, seandainya banyak emak-emak membaca dan mempraktekkan isi buku ini, dunia indah banget kayaknya. Yuuk, kita belajar sama-sama dan sama-sama belajar.


Ini dia penampakan bukunya....

img-1510181084.jpg

Buku lama yang tak lekang oleh waktu. Sudah punya bukunya? Atau sudah pernah baca bukunya? Belum? aiih, sini main ke pustakazkail.

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Jejaring Sosial