Ajari anakmu sesuai zamannya


verballl.jpg


Membiasakan ngobrol tentang apapun dengan anak-anak itu asyik. Awalnya memang butuh belajar terbuka, butuh belajar komunikasi yang tidak terlihat ke-kepo-an kita akan kegiatan anak-anak di luar rumah misalnya. Dan yang paling sulit sebenarnya adalah membiasakan saling bercerita. Karena anak-anak kalau tidak diberikan contoh atau dimulai dari kita orang tuanya, mereka ga akan pernah memulai ceritanya. 


Sejak dalam kandungan, kebetulan saya memang terbiasa bercerita dengan calon debaynya. Semua yang telah, sedang dan akan saya lakukan, saya ceritakan sambil ngelus perut. Biasanya akan 'dijawab' dengan gerakan calon debay di dalam perut saya. Waw...rasanya luar biasa bisa ngobrol dengan sesuatu yang 'hidup' di dalam tubuh saya. Dan obrolan ini terus berlanjut hingga sekarang. Saya dan suami berkeinginan bahwa kami lah orang pertama sebagai tempat anak-anak bercerita, berkeluh kesah atau hanya sekedar menyampaikan cerita banyolan mereka. Berusaha terlibat tanpa ikut campur terlalu jauh. memberikan kail bukan memberikan ikan saat mereka ada masalah, berusaha menjadi pendengar aktif yang baik, bukan menjadi pengambil keputusan akan masalah mereka.


Mereka hadir sebagai generasi yang melek gadget, faham benar penggunaan barang kekinian. Kita tidak boleh kemudian menutup semua akses itu di lingkungan mereka. Namun mendidik dan mendiskusikan akan bahaya dan bagaimana mereka mampu mengantisipasi efek dari gadget itulah yang harus kita kenalkan terus menerus.


Salah satu yang kami lakukan adalah membuat grup whatsapp. Mereka yang sudah tumbuh menjadi remaja dengan segudang aktifitas sosialnya, nyaris membuat waktu kami bertemu menjadi berkurang kuantitasnya. Maka obrolan dan diskusi itu bisa dihidupkan melalui sesuatu yang dekat dengan mereka yaitu HandPhone. Info, obrolan ringan seputar apa yang kami lakukan hari itu, mengalir di grup. Awalnya mereka hanya menjadi silent reader aja saat saya 'ngoceh'. Namun makin hari makin berwarna. Komunikasi dua arah mulai terbangun. Saat di rumah, kami membuat kesepakatan, terutama di meja makan saat kami makan bersama, HP tidak diperbolehkan digunakan. Obrolan di meja makan bergeser ke arah yang lebih produktif bercerita. Tak hanya di meja makan di rumah, saat makan di luar rumah pun kesepakatan ini berlaku. Demikian juga di mobil. 


Diskusi tentang perjalanan anak-anak ke kantor ASEAN di Jakarta dan persiapan city tour menjadi salah satu bahasan kami di grup itu. Bagaimana perjalanan melakukan lobby  sampai deal tanggal waktu presentasi, ada di grup itu. Dan detil keseruan, kami bahas di meja makan di hari yang sama.


Saya jadi ingat nasihat Umar bin Khottob bahwa dalam mendidik anak, didiklah ia sesuai dengan zamannya, karena mereka ada di zamannya, bukan di zaman kita.

  • Rabu, 27 September 2017

Artikel Terkait

10 Aplikasi Keren yang Memudahkan Kerja Emak-Emak
10 Aplikasi Keren yang Memudahkan Kerja Emak-Emak
Magang untuk Anak Remaja
Magang untuk Anak Remaja
Rezeki Tak kan Tertukar
Rezeki Tak kan Tertukar
Bila aturan keluarga bertemu dengan eyang uti
Bila aturan keluarga bertemu dengan eyang uti
Ternyata Begini Rasanya Mencintaimu
Ternyata Begini Rasanya Mencintaimu
10 Alasan Mengapa Harus Mengenalkan Fitrah Seksualitas pada Anak
10 Alasan Mengapa Harus Mengenalkan Fitrah Seksualitas pada Anak
Cinta Ibu Sepanjang Hayat
Cinta Ibu Sepanjang Hayat
17 Cara berkomunikasi dengan remaja
17 Cara berkomunikasi dengan remaja

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar