Home / Artikel Batu Flower Garden Lokasi Wisata Baru di Kota Batu

Batu Flower Garden Lokasi Wisata Baru di Kota Batu

Batu Flower Garden Lokasi Wisata Baru di Kota Batu

Wisata Edukasi

Minggu, 10 September 2017

Jalan-jalan bersama keluarga diianggap mampu merekatkan satu sama lain. Meregangkan otot dan bercengkrama bersama dalam suasana yang baru dan berbeda.  Tak perlu biaya mahal untuk sekedar jalan-jalan bersama keluarga. Kesempatan saat mengunjungi sanak family, bisa dimanfaatkan sekalian jalan-jalan ke lokasi baru loh.


Minggu lalu kami sekeluarga menghadiri pernikahan sepupu di kota Malang. Kebetulan waktu yang disetting adalah saat libur Idul Adha, sehingga menjadi waktu yang tepat untuk kami 'sekalian' berlibur bersama. Kota Malang itu ga beda jauh dari kota tempat tinggal kami saat ini, Bogor. Banyak pilihan destinasi wisata yang bisa dijadikan pilihan berlibur. Selain kulineran juga mulai menjamur di kota Malang, taman-taman terbuka juga mulai tumbuh dan dijaga oleh pemerintah setempat. Kota yang dilingkari oleh daerah pegunungan, beberapa air terjun serta tak jauh dari laut lepas membuat banyak pilihan destinasi wisata. 


Sebut saja kota batu, kota yang berdekatan dengan kota malang saat ini menjadi pilihan destinasi wisata keluarga yang baru. Saat saya kecil, kota Batu hanya dikenal sebagai pusat produksi petik apel, selecta, songgoritinya saja. Namun sekarang, banyak lokasi-lokasi wisata keluarga yang bisa direkomendasikan ke orang lain. Salah satu yang akan saya rekomendasikan adalah Batu Flower Garden, salah satu lokasi yang indah pake banget dengan hamparan hutan pinusnya. Lokasi ini sebenarnya berada di dekat Coban Rais, satu jalur. Jadi kalau emak mau ke Coban Rais, maka, emak akan menemukan Batu Flower Garden dulu baru Coban Raisnya. Sebetulnya, lokasi ini adalah daerahnya perhutani yang dikelola oleh pihak swasta dan disulap menjadi Batu Flower Garden. 

Karena lokasi ini masih dalam tahap pembangunan, maka, saat kami ke sana, masih banyak lokasi yang dipercantik dan diperbaiki dari sisi fasilitasnya. Contoh, ada beberapa titik perjalanan menuju lokasi yang sangat curam dan berkelok, maka oleh pihak pengelola, sedang dibangun pagar bambu dan turap/bronjong untuk menguatkan pondasinya. Atau terlihat di sana sini sedang dilakukan proses penanaman pohon-pohon hias yang disetting untuk memperindah lokasi. Namun, hal ini tidak terlalu mengganggu hasil foto kita kok. Hehehehe


Saya akan ceritain satu-satu ya mak, cekidot :


**Pintu masuk dan lokasi parkir.


Saat dari jalan raya Batu menuju ke lokasi perhutani ini, jalannya persis untuk dua mobil. Bila berpapasan, dibutuhkan keahlian pak supir untuk pelan-pelan atau bahkan bergantian melewati satu jalan itu karena ada beberapa lokasi yang pinggirnya curam. Tapi tenaang, ada beberapa titik dibuat satu jalur kok oleh penduduk sekitar. Pintu masuknya ke area perhutani ini, kita dikenakan Rp 10.000 per orang, ini masuk kas perhutani. Lokasi parkirnya masih sangat sederhana dan belum tertata dengan baik. Karena ini awalnya hanya ada wisata Coban Rais saja, belum ada Batu Flower Garden, jadi emak bisa parkir diantara pepohonan dan warung-warung souvenir. Banyak petugas, lebih tepatnya, penduduk sekitar yang memang dihire pihak pengelola, untuk mengatur area parkir. mereka sangat membantu. Jadi jangan bayangin lapangan parkirnya sudah beraspal ya, ini masih tanah kering dan posisi menanjank di beberapa lokasi. Kendaraan kami 'kebetulan' dapet parkir agak ke atas lagi, dan lokasinya terlihat seperti habis dibabat rumput-rumputnya.


** Perjalanan dari parkiran ke Batu Flower Garden. 

Dari lokasi perparkiran, kita sudah disuguhi pemandangan hutan pinus yang sangat indah. Jalan setapak asli menuju lokasi sangat nyaman, on block yang pinggirnya sudah di semen. Sepanjang kanan jalan, ada gemericik sungai kecil nan bening, di kiri jalannya, terhampar hutan pinus yang menyenangkan untuk dipandang. Di lokasi parkir, tersedia banyak sekali ojek penduduk yang berseragam yang menawarkan jasa antar hingga ke lokasi Coban atau Batu Flower Gardennya. Harganya Rp 10.000 per motor. Untuk emak yang senang jalan sambil menikmati pemandangan, saran saya, jalan kaki saja. Ga bikin capek kok, karena ga terlalu jauh, menurut saya. Foto ini saya ambil menghadap arah parkiran. Di kanannya tampak atap dari lokasi pembelian tiket. Enak , nyaman dan aman kok jalan setapaknya untuk anak-anak. Ini jalan asli menuju Coban Rais. 

   


**Lokasi ticketing. 


Lokasi ini berada jauh dari lokasi perparkiran, kira-kira 300 meteran dengan dinaungi pohon-pohon pinus. Sebelum lokasi ticketing ini, emak akan menemui satu lokasi foto dan permainan outbond untuk anak-anak yang hanya bisa dimasuki setelah emak beli tiket masuknya di lokasi atasnya lagi. Sekitar 50 meter dari lokasi outbound anak. Jadi para pengunjung diarahkan melihat dan menuju Batu Flower Garden dulu. Pinter yak. Datang lah pagi hari, maka emak akan menemukan pemandangan pohon pinus yang berselimut kabut tipis nan cantik saat antri di loket tiket. Untuk tiket masuk per kepala dikenakan biaya Rp 25.000 dengan gratis foto di 2 spot. Kalau mau menambah lokasi-lokasi keren lainnya, setiap spot dikenakan biaya Rp 10.000. Emak akan mendapatkan 3 kali jepretan profesional, pilih salah satu deh hasil fotonya dalam bentuk file. File itu, bisa diambil di lokasi Outbound anak tadi. Kalau emak bawa kamera DSLR, bakalan kena biaya Rp 15.000 ya mak. Hehehe. Kalo kamera HP mah engga, sepuasnya muter-muter gaya sana-sini, gretong. Cumaaaa, untuk spot-spot cuantik, emang kudu bayar Rp 10.000 an gituu. Ada sepeda diatas tali (gowes air) dengan pengamanan yang baik, tiduran di atas hammock di ketinggian tertentu yang bisa emak pilih, berayun di ketinggian tertentu, dan masih banyak lagi spot-spot kerennya. Cucok bagi emak yang suka foto Landscape. 


sebelah kiri foto ini loket tiket. tempatnya agak di bawah

           
Lokasi tiket sederhana namun tampak menyatu dengan alam

 
Mau pilih foto di lokasi yang mana, Mak?













Penawaran di atas layak dicoba saat pengunjung membludak di musim liburan



** Yang perlu diperhatikan saat berkunjung ke Batu Flower garden
  1. Bagi emak yang membawa anak balita, jangan pernah lengah ya. Lokasi curam dan jalanan yang beundak di lokasi pemotretan sangat rawan tergelincir. Oleh pengelola telah dibantu dengan pagar-pagar bambu dan tapakan setengah permanen untuk lokasi menanjak. Diberikan tapak batu dan semen. Namun tetap saja perlu  hati-hati ya.                                                         img-1505022452.jpg
  2. Karena masih dalam tahap pembangunan, ada beberapa lokasi yang sedang di percantik, salah satunya sedang dibangun lokasi gantole/paralayang dan track untuk sepeda motor trail. Di beberapa titik juga sedang ditambahkan beberapa tanaman hias.
  3. Bawa makanan dan minuman sendiri. DI dalam lokasi tidak banyak toko atau penjual makanan. Cemilan-cemilan ini bermanfaat banget saat emak antri untuk foto-foto di spot berbayar yang uantriii.
  4. Jangan datang saat musim hujan ya. Saya ga kebayang kalau datang setelah hujan turun, di lokasi spot foto bakalan licin banget kayaknya. Karena lokasinya memang masih asri banget.
  5. Sediakan baterai hape atau kamera cadangan, banyak spot-spot cuantik-cuantik yang bisa bikin emak pengen foto mulu.
  6. Bawa baju ganti, ini khusus untuk emak yang anaknya udah bosen pepotoan, bisa memanfaatkan jernihnya anak sungai yang mengalir sepanjang jalan menuju lokasi Coban Rais, untuk main air. Tapi, kamar mandinya baru ada di lokasi tiket dan area outbond anak ya yang terdekat. DI parkiran juga ada, cumaaa, emak jadi harus turun lagi ke lokasi parkiran.
  7. Jangan baper. Karena kalau datang di waktu weekend banyak muda mudi asyik berselfie ria.
  8. Kamar mandi dan musola sederhana namun bersih juga tersedia kok. Jadi kalau yang mau bersih-bersih, pengelola sudah menyiapkan dengan baik. 
  9. Di beberapa spot foto, tidak disediakan tempat sampah, makaaaa, jaga kebersihan dengan membawa sampah emak, buang di tempat yang sudah disediakan pengelola yaa. 

Pengelola lokasi wisata ini benar-benar menggandeng penduduk sekitar. Mulai dari ojek, penjaga spot foto, penjaga toko souvenir, petugas keamanan, semua adalah orang asli berKTP penduduk Coban Rais. Melibatkan penduduk sekitar untuk mengelola lokasi wisata, tentu saja akan meningkatkan perekonomian warga setempat. Namun, mumpung ini masih dalam proses pembangunan, tak ada salahnya bila pengelola juga memperhatikan beberapa hal berikut ini;

  1. Keluar masuk area parkirnya dibedakan. Saat mobil kami keluar, agak sulit, karena harus bergantian dengan mobil yang masuk, bisa dibayangkan bagaimana saat hari libur panjang tiba.
  2. Dibedakannya jalur pejalan kaki dengan pengendara motor. Memang betul, itu adalah pengendara berizin yang membantu dan mempermudah pengunjung mencapai lokasi, namun, tingkat kenyamanan pejalan kaki juga perlu diperhatikan.
  3. Diberikan pegangan tangan di area-area foto yang jalannya menanjak. Walau sebagian besar adalah anak muda yang datang, tapi perlu juga diperhatikan kenyamanan pengunjung lain yang perlu waktu lebih lama untuk berjalan menanjak. Jadi 'macet' karena menunggu orang yang paling atas sampai di titik tertentu.


O iyaa, ini beberapa contoh hasil jepretan berbayarnya lokasi di sana ya...

img-1505019311.jpg

Gowes Air


img-1505019356.jpg

Swing Air


img-1505019484.jpg

Pemandangan Kota Batu dan Malang terhampar luas


img-1505021776.jpg

Berani slonjoran di Hammock yang paling atas?


Jadi, kapan mau liburan bareng keluarga, Mak?

Komentar

  • Dian Safitri

    Minggu, 10 September 2017

    Aku ke sini awal Februari kemarin. Karena weekday, lumayanlah, enggak terlalu ngantri. Harganya memang lumayan. Tapi mengingat wisata serupa di Bandung harga segitu belum termasuk foto jadi yaaaa masih lumayan lah. Cukup sekali aja tapinya

Tambahkan Komentar

Jejaring Sosial