Begini Cara Merawat Buku Bacaan Anda



“Buku yang tidak kamu baca, tidak akan membantu.-Jim Rohn, sang motivator legendaris.

Ada berapa buku baru yang belum dibaca di lemari buku, mak?

Ada buku yang bacanya belum kelar kah?

Ada yang semangat saat buku incaran terbit, etapi belum juga dibaca sampai sekarang?

Ada yang merasa kecepatan membeli buku tak segaris lurus dengan membaca bukunya?

Ada yang sudah mulai kewalahan untuk merawat buku di lemari?

Ada buku yang bahkan sudah kusam, kertasnya berwarna coklat dan mulai dimakan rayap?

Cuung kalau ada yang pernah ngrasain salah satu seperti kondisi di atas. Hahahay, senasib kita?

-----
Ngomong-ngomong ya, kalimatnya opa Jim Rohn di atas tuh menohok banget yekaaan. Tapi beneran makjleb. Dan saya sepakat bahwa buku yang ga kita baca ya ga akan memberikan manfaat apa-apa. Apalagi kalau kecepatan membeli buku tidak sejalan dengan kecepatan untuk segera menyelesaikan satu buku dalam minimal satu minggu lah. Banyak buku bacaan baru teronggok mojok cantik di sudut lemari. Semangat untuk membacanya tak lagi sejalan saat semangat membeli buku. Tepok jidat ini mah yaa. Buku banyak menumpuk tanpa dimanfaatkan untuk segera dibuka dibaca, lalu gimana pula nanti merawatnya? Aiiih, malu ga siiih?



Urusan membaca buku memang tak semua orang tuh suka membaca. Tapi buat Anda yang pernah stuck dan malas membaca datang, tahu rasanya yekaaan? Kali ini, saya ga mau ngomongin tentang bagaimana melawan diri sendiri terkait rasa malas membaca yang datang. Ssttt... mungkin emak butuh
pilihan waktu asyik untuk membaca .Tapi kali ini, saya akan ngulik apa yang akan kita lakukan dengan semua buku yang sudah duduk mojok manis di lemari buku. Apa yang harus kita lakukan untuk merawat buku yang sudah ada? Tips berikut ini mungkin bisa membantu Anda ya, mak, dalam merawat buku yang ada di perpustakaan pribadi di rumah.


1.    Bukunya disampul plastik
Sebelum buku yang baru Anda baca, baiknya diberi sampul plastik bening yang tebel dulu mak. Ini untuk menjaga kesehatan kertas dan buku saat dibaca, buku dalam keadaan siap diajak kencan deh. Menyampul buku dengan plastik bening tebal akan membantu pembaca, untuk ikut merawat buku dengan baik.


2.    Jangan dilipat atau ditekuk
Kertas dalam buku itu juga memiliki masa atau usianya. Saat kita lipat, maka selain akan membekas tak indah lagi untuk dilihat, bagian kertas yang dilipat itu mudah sekali robek dalam waktu dekat. Bekas lipatan kertasnya kemudian akan membuat serat kertas didalamnya rusak dan mudah terputus.  Maka, baiknya, setiap buku itu diberikan pembatas buku.



img-1569853848.jpg


3.    Jangan menumpuk buku
Ya, gunakan cara diberdirikan bukunya. Dan saat mencabut buku berdiri yang ingin dibaca, maka tarik bagian tengahnya. BUKAN bagian atas. Mengapa? Bila kita tarik bagian atas buku maka akan memberikan tekanan lebih pada bagian paling dasaar buku itu. Dan inilah yang kadang menyebabkan buku mudah sekali terlepas di bagian tengah atau depannya. Khusus buku anak, sampul judul bukunya, baiknya menghadap ke depan. Karena ini akan menarik minat anak, minimal untuk mendekat, menyentuh dan membaui aroma buku.


img-1569852974.jpg


4.    Beri ruang antar buku
Memberikan ruang sedikit antara satu buku dan lainnya, akan membantu sirkulasi udara. Ini yang menyebabkan buku pun perlu dan akhirnya bisa bernapas dengan leluasa. Ini juga demi mencegah buku kemudian rusak dan mudah sobek karena lembabnya udara di sekitar buku itu.

img-1569853941.jpg


5.    Bersihkan buku dan lemari secara berkala
Setiap dua hari sekali cukup dibersihkan dengan menggunakan kemoceng. Dua bulan sekali baru bersihkan besar-besaran, mak. Keluarkan semua buku dari lemari, angin-anginkan. Setelah lemari dibersihkan dengan kemoceng dan lap kering, maka saatnya membersihkan dengan lap yang sudah dibasahi sedkit air untuk bagian lemarinya. Biarkan kering dengan sendirinya, baru masukkan buku sesuai kategori pencarian.

img-1569854354.jpg


6.    Beri kapur barus, cengkeh atau lada putih di sudut lemari buku
Ngengat dan rayap adalah dua mahluk imut yang perlu diwaspadai keberadaannya. Maka menempatkan lada putih atau cengkeh yang diikat dalam kain kassa atau kamper yang disimpan di setiap sudut lemari buku, mampu mengusir binatang pengganggu menjauh dari buku. Kalau kamper atau kapur barus, biasanya saya hancurkan sedikit untuk kemudian disebar di beberapa sudut selain kamper yang utuh pun disebar.



7.    Atur ruang baca Anda sesuai kebutuhan
Buat pencahayaan yang mencukupi saat berada di ruang baca. Jangan lupa akan kebersihan area baca. Menempatkan karpet empuk dan beberapa bantal juga ga masalah. Yang tidak boleh ada di ruang baca adalah makanan dan minuman ya mak. Karena ini akan mengundang binatang imut tadi hadir di ruang baca Anda.
Jadi, kalau ruang baca Anda sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan, akankan buku baru yang belum dibaca tadi mulai disentuh dan dibaca?


img-1569855691.jpg


Ga mau kan ruang baca Anda seperti gambar ini?

img-1569852071.jpg


Jadi, kapan mau mulai merapihkan buku-buku di lemari, mak?


  • Senin, 30 September 2019

Artikel Terkait

7 waktu asyik untuk membaca
7 waktu asyik untuk membaca
Lakukan Ini Sebelum Akun Telegram dan WA Anda Dibajak
Lakukan Ini Sebelum Akun Telegram dan WA Anda Dibajak
Inilah Manfaat Dibalik Puasa
Inilah Manfaat Dibalik Puasa
7 Aktifitas Ngabuburit Seru Bareng Keluarga
7 Aktifitas Ngabuburit Seru Bareng Keluarga
7 Alasan Mengapa Harus Punya Blog
7 Alasan Mengapa Harus Punya Blog
Aplikasi Keren Ini Mendekatkan yang Jauh
Aplikasi Keren Ini Mendekatkan yang Jauh
7 tips keren sebelum Anda ke bbw
7 tips keren sebelum Anda ke bbw
Ini Dia Caranya Latihan untuk Konsisten
Ini Dia Caranya Latihan untuk Konsisten

Komentar

niken
niken
Jum'at, 18 Oktober 2019

Ditunggu lagi info menarik lainnya, kunjungi website kami juga yaa, di https://mapraport-ijazah-agenda/

Tambahkan Komentar