Belajar Bersama Kelas Bunda Sayang


Resume Pertukaran Pelajar Materi Kecerdasan

Semalam, tepat pukul 19.50 WIB kelas kami, Joglo dan sekitarnya, kedatangan tamu istimewa. Yup, program pertukaran pelajar (perpel) yang kali ini kedatangan peserta keren dari Jawa Tengah. Ini kali kedua di kelas joglo menerima kunjungan pertukaran pelajar. Perpel bermanfaat sekali untuk kembali memberikan semangat baru akan tantangan yang sedang dilakuakn di kelas masing-masing. Mengenal lebih jauh tentang orang yang baru dikenal, mendapat insight dari setiap peserta perpel, tentu memberikan warna tersendiri bagi seluruh peserta kelas Joglo.


Kali ini, kelas Joglo mendapat kunjungan dari mba Nurul Kurniasih dari Jawa Tengah. Sebelum dimulai, peserta diberikan sedikit informasi tentang mba Nurul. Berikut ini biodata beliau yang waw.


🌸Nama : Nurul Kurniasih

🌼Tempat, tanggal lahir : Malang, 17 Januari 1986

🌸Pendidikan : D-IV Statistik Ekonomi, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) Jakarta

🌼Pekerjaan : Pengumpul data di Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan

🌸Status : Menikah dan sudah dikaruniai 2 jagoan, Abid 8 tahun (kelas 2 SD) dan Naufal 6,5 tahun (kelas 1 SD).


🌻Cerita perjalanan saya🌻

🌸Sekolah SD di dekat rumah, SMP 30 menit dari rumah, SMA 2 jam dari rumah. Mencari kuliah gratisan sehingga terdampar selama 4,5 tahun di ibukota, Jakarta. 

🌼Setelah lulus kuliah alhamdulillah diberi kesempatan menikmati indahnya alam Bengkulu tepatnya Kabupaten Bengkulu Selatan. Satu tahun hidup di pesisir Bengkulu Selatan dengan adat dan bahasa yang berbeda serta keramahan penduduknya. Sempat juga menikmati goyangan gempa yang hampir tiap hari ada, jadi tidur pun harus pakai pakaian lengkap siap keluar rumah. 

🌸Perjalanan berikutnya masih di tanah Sumatra yaitu Kota Metro, Lampung. Sebuah kota kecil di Provinsi Lampung dimana 80% penduduknya justru orang Jawa. Bahasa sehari-harinya juga bahasa Jawa. Bahkan warung-warung disana masih menyediakan 2 jenis nasi setiap harinya, nasi putih dan nasi tiwul. Kota kecil yang nyaman sehingga tak terasa 4,5 tahun kami hidup disana. Anak-anak pun made in Metro semua, kami menyebut kehidupan di Metro adalah masa produksi. 

🌼Alhamdulillah setelah berkelana di Pulau Sumatra, sejak Desember 2013 Allah memberi nikmat luar biasa sehingga kami sekeluarga bisa pulang ke Jawa. Meski masih jauh dari Malang, kampung halaman tercinta, juga dari Purworejo tanah kelahiran anak mertua. Kota Pekalongan menjadi tempat perjalanan kami berikutnya. Alhamdulillah sangat menikmati kehidupan di Kota Batik ini.

🌸Tahun 2018 ingin terus belajar agar bisa lebih baik dalam membersamai anak. Ingin menjadi sahabat terbaik bagi mereka.

🌼Tahun 2018 sedang mencoba belajar konsisten untuk menulis. Meski tujuan menulisnya masih dalam tahap memenuhi kebutuhan seorang wanita untuk mengeluarkan 20ribu kata per hari. Tapi tujuan akhirnya adalah ingin berbagi inspirasi. 


🌻Motto tahun ini🌻

🌼 Terus belajar dan berbagi. Terus berubah untuk menjadi lebih baik lagi.🌼

__________

FB : Nurul Kurniasih

IG  : @nurulku

Blog : http://untaiankatabunda.blogspot.co.id 

Ini dia keluarga mba Nurul :

img-1516072034.jpg


Begitu biodata dimunculkan, diskusi dan pertanyaan pun bergulir. Simak pertanyaannya:

Pertanyaan

1. Mba Titik : "Hikmah terbesar yang diambil, setelah sempat tinggal di sana sini, apa mba?"

Jawaban : Hikmahnya merantau dan berpetualang sana sini itu membuat saya yg anak ragil ini bisa lebih mandiri mbak. Apalagi setelah menikah. Jauh dari keluarga, menjalani semua berdua dengan suami. Membuat kita lebih kompak. Jatuh bangun bangun bareng. ☺


2. Mba Titik : "Angin apa yang membawa mba @Nurul Perpel Jateng ke Bengkulu dan Lampung? 🤭 Pekerjaan kah mba?"

Jawaban : "Iya mbak, konsekuensi sekolah gratis mbak. Harus siap ditempatkan di seluruh pelosok negri. Alhamdulillah penempatan pertama di Bengkulu. Kalau ke Lampung, pindah ikut suami setelah menikah."


3.  Mba Fara : "Wow.... Luar biasa... Saya jadi malu baca profile mb Nurul."

Jawaban : " Gak ada yang luar biasa kok mbak. Saya cuma diberi bonus oleh Allah untuk jalan-jalan ke beberapa kota di luar tanah kelahiran. ☺."


4.  Mba Erna : "lansung penasaran, buka sekilas blog nya😁, mba Nurul suka kuliner ya, apa favoritnya, dan apa yang melatarbelakangi mba Nurul untuk mereview hasil kulinernya?

Jawaban : "Iya mbak, saya hobi makan. Hehe. Jadi malu. Latar belakang mereview tempat kuliner untuk berbagi informasi mbak."


5. Mba Nur : "Haloo mb nurul..  Salam kenal😍.. Persis sama kyk saya jd c bolang setelah menikah 😁😁

Mba, bagaimana cara adaptasi cepat saat pindah ke kota yg baru dan tips nya agar anak-anak happy dibawa pindah-pindah.

Jawaban :"Salam kenal mbak Nur Hasanah. Alhamdulillah selama berpindah dipertemukan dengan teman2 yang sangat baik dan kekeluargaan. Saya banyak dibimbing. Jadi serasa menemukan keluarga baru dimana-mana. Alhamdulillah. Kalau anak-anak, kebetulan baru sekali pindah kalau mereka. Dari Lampung ke Pekalongan. Itu kita sounding dari jauh-jauh hari. Sounding alasan kenapa harus pindah, dan tujuannya kemana."


6. Mba Addien : "Mbak nurul yg cantik dan solekah. Sekarang kesibukannya apa? Wah kalo di kota batik, sempat terbesitkah utk bisnis batik?

Jawaban : " Saya kesibukannya jadi pengumpul data mbak. Sempat mencoba jualan batik, tapi akhirnya berhenti. Yang pertama merasa belum bisa mengatur waktu, yang kedua sering gak tega ambil margin dari pembeli yang rata-rata teman sendiri. Akhirnya banyak barang yang dikasih cuma-cuma 😂."


7. Mba Fara : "Saya penasaran dengan pengasuhan ketika anak-anak masih bayi dan mb Nurul juga bekerja serta jauh dari sanak saudara mba." 

Jawaban : "Wah ini penuh perjuangan mbak. Sempat masuk TPA, tapi setelah itu alhamdulillah dipertemukan dengan mahasiswi semester akhir STAIN di Metro yang mau part time. Setelah 'buliknya' yang pertama menikah dan gak di rumah lagi, alhamdulillah masih dipertemukan lagi dengan mahasiswi2. Mereka memudahkan saya untuk menerapkan pola asuh sesuai 'teori' saya. Alhamdulillah setelah sekarang mereka menikah, ilmu2 pola asuh, menyusui, membuat makanan bayi homemade mereka terapkan pada anak-anak mereka."


8. Mba Addien : "Mbak gimana perjalanan cerita bisa sampai Outstanding Performance 😍?"

Jawaban :"Semangat mbak, karena melihat progress hubungan saya dengan anak-anak yang jauh lebih baik setelah level 1, komunikasi produktif. Apalagi Pak Bojo juga mengatakan saya banyak berubah setelah level 1 itu. 😍."

9. Mba Fara : "Kalo untuk menulis game bunsay biasanya ambil waktu kapan mba?"

Jawaban :"Biasanya setelah pillow talk dengan anak-anak. Setelah mereka terlelap, disitu saya menulis mbak."


10. Mba Addien : "Bagi-bagi tips dong kak, gimana bisa konsisten."

Jawaban :"Yang membuat saya semangat itu anak-anak mbak. Penasaran dengan progress berikutnya, kejutan apalagi yang akan saya dapatkan dari anak-anak. Kalau kita konsisten, hasilnya akan terlihat sekali mbak. Mulai dari hubungan kita dengan anak-anak, ketenangan hati kita, dan akhirnya anak-anak jadi lebih mudah diajak 'berjalan bersama'. Sering cerita mbak ke Pak Bojo. Kita sedang ada pelajaran apa. Trus minta sedikit waktu untuk menulis di malam hari. Kalau pas dibutuhkan, ya terpaksa pending dulu. Tapi kudu niat banget buat ganjel mata. ☺."


Sampai di sini ternyata jam sudah menunjukkan pukul 20.30 Wib. Persis 10 pertanyaan dan beberapa pujian dan diskusi kecil terkait managemen waktu yang dikelola mba Nurul dalam menuliskan tantangan selama 15 hari berturut-turut.  Akhirnya mba Nurul pun mau menambah 30 menit lagi di kelas Joglo.  Ternyata mba Nurul ini sudah terbiasa menulis diary sejak SD, maka wajar bila menulis itu bukan menjadi tantangan terberatnya. Terlihat juga di blognya pun demikian. Blognya ramai dengan aneka tulisan. 


"Saya juga belum pinter nulis bu ibu. Tulisan saya masih sebatas apa yang ada dalam pikiran saya saja. 

Untuk sementara ini saya menulis masih untuk memenuhi kebutuhan sebagai perempuan, mengeluarkan 20ribu kata per hari demi kewarasan diri. 😁

Meski jauh di dalam hati berharap tulisannya bisa menginspirasi. 

Berbagi kebaikan lewat tulisan."



Terakhir diskusi, ditutup dengan kalimat keren dari mba Nurul :

img-1516077628.jpg

  • Minggu, 26 November 2017

Artikel Terkait

Keseruan Lain Fasilitator Online di Bulan Ramadhan
Keseruan Lain Fasilitator Online di Bulan Ramadhan
Begini Cara Menghormati Tamu ala Ibu Profesional Jakarta
Begini Cara Menghormati Tamu ala Ibu Profesional Jakarta
Belajar Manajemen Komunitas
Belajar Manajemen Komunitas
Gunakan Cara Ini Saat Malas Membaca Muncul
Gunakan Cara Ini Saat Malas Membaca Muncul
Serunya Menjadi Fasilitator Kelas Online
Serunya Menjadi Fasilitator Kelas Online
Ini Serunya Belajar di Kelas Remedial
Ini Serunya Belajar di Kelas Remedial
7 Stiker seru yang ngangenin saat jadi fasilitator
7 Stiker seru yang ngangenin saat jadi fasilitator
Keseruan Menarik di Kelas Bunda Sayang
Keseruan Menarik di Kelas Bunda Sayang

Komentar

handa
handa
Minggu, 26 November 2017

kakak guruu.... 😍😍 terimakasih..... laff lafff.....

Chusna
Chusna
Selasa, 30 Januari 2018

Mbak ikaaa... 😍😍😍😍 Tak save yaah 😘😘

fara
fara
Selasa, 30 Januari 2018

many thanks selalu membersamai kami di kelas belajar, cik gu....

Tambahkan Komentar