Cara Yang Membantu Saya Berpikir Runut
Selasa, 10 November 2020
azkail
Bagikan

Cara Yang Membantu Saya Berpikir Runut

Orang-orang yang tak memanfaatkan waktu dengan baik merupakan orang-orang yang mengeluh betapa singkatnya waktu.


img-1605004249.jpg


Setiap kita memiliki jumlah waktu sehari yang sama. Sama-sama 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Hanya yang membedakan adalah bagaimana kemudian kita memanfaatkan waktu itu dengan baik, bermanfaat dan sungguh-sungguh. Sudah banyak sekali buku-buku yang menceritakan tentang bagaimana cara mengelola waktu dengan baik dan benar. Semua menarik untuk diikuti, tapi pertanyaannya, apakah semua itu memang cocok untuk kita? Apakah kita bisa konsisten melakukan sesuatu yang baik saat menikmati dari waktu ke waktu?


Nah, bicara tentang memanfaatkan waktu yang ada, tentu kita ingin mendapatkan manfaat baik dari apa yang kita rencakan dan kita lakukan bukan? Ingatkan bahwa Rosululah pernah menyampaikan amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dikerjakan secara terus menerus walaupun sedikit. Karena sesungguhnya Allah itu tidak bosan sampai kita sendiri yang bosan. Duh yaa.. ini jleb banget loh. Kita diingatkan untuk melatih kebaikan secara terus menerus. Bagaimana tantangannya saat kita melakukan hal kecil tapi konsisten? Pasti banyak banget tantangannya ya. Itu baru untuk melatih diri sendiri, belum bila kita bekerja sama dengan orang lain yang tentu saja memiliki tantangan yang lebih seru lagi.


Di proses pembelajaran kali ini, saya melanjutkan apa yang sudah dicatatkan pada tulisan sebelumnya tentang roadmap-milestone yang sedang saya bangun di sini  Setelah tujuan perjalanan kita ketahui dtambah dengan karakter apa yang ingin dibangun pada diri sendiri, saatnya kita melanjutkan perjalanan :


1. Buat tapakan

Tetapkan tapakan yang jelas yang akan kita jalani menuju tujuan itu dengan tetap berpegang teguh pada karakter yang akan kita bangun. Jadikan tapakan ini sebagai pijakan yang jelas menuju puncak tujuan kita. Anda bisa membuatnya seperti ini:


img-1605002851.jpg

Sesuaikan dengan kebutuhan kita dalam perjalanan nanti. Untuk pijakan pertama saya memilih tidak menunda pekerjaan menjadi titik awal saya melangkah. Ini tantangan yang paling menguras energi buat saya. Maka dinding pertama harus saya robohkan dulu untuk tidak menunda-nunda pekerjaan. Biar apa? ya biar nyampe di puncaknya sesuai dengan yang direncanakan.


2. Komitmen dengan kebiasaan

Setelah kita tahu apa yang kita pijak menuju puncak tujuan nanti, saatnya melakukan kebiasaan baik yang bisa mendukung pijakan itu agar tidak goyah dan licin. Maka dibuatlah turunan dari satu pijakan itu menjadi sebuah kebiasaan baru atau kebiasaan lama yang ingin diperbaiki lebih baik lagi.


3. Tulis tantangan bila kita melakukan kebiasaan itu

Apa yang menghambat kita untuk bergerak saat ingin melangkah? Apa yang menjadi tantangan selama ini? 


4. Solusi

Lanjutkan dengan solusi yang ingin kita lakukan saat menemukan dan merasakan tantangan itu. 

img-1605003222.jpg

Saya hanya menuliskan satu milestone saja dengan kurun waktu satu bulan. Karena mengukuhkan kebiasaan untuk menjadi karakter itu memakan waktu yang tak sedikit. Setelah satu bulan nanti berjalan, perlu apresiasi lanjutan seperti apa terkait apa yang sudah dilakukan. Rayakan!


img-1605003438.jpg

Saya terbantu sekali bila menginginkan sesuatu itu dengan memvisualkan, menuliskan, lalu saya tempel di tempat-tempat tertentu yang terlihat dengan mata. Ini menjadi pengingat otomatis bagi diri untuk melatih sesuatu yang kecil tapi secara terus  menerus. Dan lagi-lagi di perkuliahan ini saya dikenalkan untuk berpikir runut setiap akan melangkah. WAW!


Satu lagi yang mengingatkan saya adalah tulisan ini.


Kata Ibnu Qoyyim, membuang-buang waktu itu lebih buruk dari pada kematian. Karena kematian itu hanya memisahkanmu dari kehidupan dunia. Tapi kalau membuang-buang waktu itu memisahkan mu dengan Allah.


Yuk, aah, gunakan waktu yang ada untuk melakukan kebiasaan baik mulai dari sekarang

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar