Efek Talents Mapping bagi Suami Istri

"Maksimalkan kekuatan, siasati kelemahan." Abah Rama


Sudah sejak tahun 2015  saya mengenal tools Talents Maping (TM). Saat itu si sulung masih SMP dan sekolahnya menggunakan TM sebagai salah satu alat bantu. Sekolahnya memang banyak sekali melakukan ragam aktivitas dan bertemu dengan orang banyak menjadikan tools itu alat bantu yang mudah bagi saya, dalam melihat potensi, minat dan bakat anak. Awalnya memang butuh banyak sekali pemahaman tentang apa dan bagaimana cara membaca hasil TM si sulung. Namun dengan terus mengikuti diskusi, mengamati aktivitas anak-anak dan (akhirnya) ikut training basic TM, mata saya makin terbuka untuk kemudian untuk belajar fokus melihat pada kemampuan yang dia banget.


Dari TM akhirnya saya berkesimpulan, untuk melihat dan mengasah kemampuan yang dia banget, ga usah capek-capek mengasah yang emang dia ga suka. Tak berhenti tentang bagaimana cara saya melihat potensi yang ada pada anak, TM juga menggelitik saya untuk membantu melihat dan saling melengkapi di rumah sebagai pasangan suami istri. Bagaimana efek TM ini bagi pasangan suami istri, sering terlintas dalam benak saya. Qodarullah, suami berkenan untuk mengikuti tes TM. Jadilah kami memiliki satu bahasa yang sama saat berdiskusi tentang anak.


Ketika hasil TM keluar, saya kemudian terpaku. Betapa Allah itu Maha Luar Biasa ketika seseorang menjadi pasangan hidupnya. Saya tambah yakin bahwa setiap anggota keluarga itu ada sisi yang saling menguatkan dan melengkapi satu sama lain. Merubah cara pandang dalam menyikapi hasil TM menjadikan saya makin bersyukur mengapa ia menjadi pasangan sehidup se-surga (Aamiin). 


TM memberikan efek baik buat saya sebagai istri untuk banyak memahami dan belajar mengerti karakter pasangan. Saya makin faham di area mana saya harus melengkapi dan mensiasati kelemahan suami. Begitu juga sebaliknya. 


Lihatlah apa yang dilakukan suami saya saat kami berempat (saya, suami dan anak-anak) telah mendapatkan hasil TM.


img-1549038595.jpg


Analisis dan intelection beliau ada di 7 teratas. Buat emak yang pernah bersinggungan dengan TM, tentu faham orang macam apa suami saya. Hihii. Maka merangkum, mendalami dan menelaah kekuatan kami berempat menjadi hal yang sangat menarik buat beliau. Tak pernah sedikitpun terlintas dalam benak saya untuk membuat seperti hal di atas. Lebih tepatnya karena saya males mikir yang dalem-dalem, cukup segera eksekusi apa yang ada di depan mata, evaluasi, done. Tapi tidak dengan paksu. Hahaha. Beliau akan cek dulu, dalami dulu, begitu data sudah di tangan, baru bergerak dengan detil. Sepertinya bagaikan langit dan bumi ya mak. Tapi saya merasa kami saling melengkapi satu sama lain. Saat butuh pendalaman akan sesuatu, maka suami yang maju, saat butuh kecepatan bergerak, suami mundur sejenak, memberikan kepada saya yang maju setelah mendapatkan analisa dari beliau. Semenjak suami  mengenal dan mendalami TM, akhirnya kami makin mudah dalam melepaskan dan mengasah apa yang menjadi potensi, minat dan bakat masing-masing kami berempat. 


Kalau ditelaah, ternyata kami berempat memiliki satu rumpun kekuatan yang beririsan saling support. Sampe diwarnain loh itu sama paksu mana rumpun kekuatan kami bertiga. Artinya, ini bisa jadi kekuatan keluarga yang bila diseriusin akan menjadi sesuatu. Betapa Allah pun menggabungkan kekuatan itu dalam sebuah keluarga. Masya Allah, itulah mengapa dalam setiap kita tuh, unik yang saling melengkapi. Bila memahami caranya, nikmat banget. Ga ada lagi adu urat untuk mengikutkan anak les ini itu yang memang ga dia banget. Untuk apa mengasah pisau bagian atas yang tak pernah digunakan bila kita sudah tahu ada bagian lain yang sudah mulai tajam.


Itulah mengapa akhirnya kami menggunakan tools TM sebagai bagian dari proses kami berkembang. Tentu saja dibantu dengan tools lainnya yang mendukung. TM itu dalam tapi tidak lengkap. Maka lengkapi dengan mata kita sebagai orang tua ditambah dengan tools lain yang bisa disinergikan sesuai dengan kebutuhan anak atau keluarga.


Belajar, praktek, apresiasi, belajar, praktek dan apresiasi. Begitu seterusnya dalam mempelajari masing-masing kekuatan kami melalui TM. Hingga kemudian dipercaya teman-teman untuk berdiskusi tentang keluarga mereka dari sisi TM. Dan itu berlanjut hingga sekarang. Betul saja, selalu ada irisan kekuatan yang saling mendukung satu sama lain dalam sebuah keluarga. Masya Allah.


Mau menemukan irisan kekuatan keluarga juga bersama kami? Yuk kita belajar bareng.


img-1618713149.jpg

Kategori
Cerita Emak

Artikel Terkait

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar