Film Super 30 Ini membawa Misi Karena Pendidikan Milik Semua


Review film “Super 30”

Sutradara : Vikas Bahl  

Penulis : Sanjeev Dutta

Pemain : Hrithik Roshan, Munal Thakur, Virendra Saxena

Musik : Ajay-Atul

Tanggal rilis : 12 Juli 2019


Film bollywood saat ini memang sedang naik daun dikarenakan spekulasi masyarakat tentang film india tidak lagi hanya tentang film-film bergenre roman picisan disertai musik-musik dan tarian oleh para pemain belaka. Sudah banyak muncul film-film bagus lainnya yang dikeluarkan oleh negara ‘anak benua’ ini. Salah satunya adalah film yang dirilis pada 12 Juli 2019, bertemakan tentang pendidikan yang cukup menarik perhatian saya untuk menontonnya. Setelah puas dengan film India bertema pendidikan sebelumnya, yakni 3 idiot membuat saya berekpektasi tinggi pada film ini. 


Sesungguhnya film ini sangat menginspirasi saya untuk tak kenal lelah dalam belajar. Ditambah dengan posisi saya saat menonton film ini adalah diwaktu yang sangat tepat. Mengapa? Saat ini saya harus rajin-rajinnya belajar dikarenakan saya akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Hehehe. Saya merasa mendapat motivasi semangat belajar setelah menyelesaikan film. Sungguh luar biasa, bukan? 


Film yang diangkat berdasarkan kisah nyata ini, bercerita tentang seorang pemuda dari Patna, India, bernama Anand Kumar (diperankan oleh Hrithik Roshan) yang hidup miskin. Ia menyukai belajar matematika, ia sangat giat belajar. Karena kecerdasannya ia mampu meraih mimpinya, yaitu mendapat beasiswa untuk belajar di Inggris. Namun, karena keterbatasan biaya ia tidak dapat menerima beasiswa tersebut. Keadaan ekonomi keluarganya tidak mendukung ia untuk berangkat kesana. Singkat cerita Anand ditawarkan pekerjaan oleh salah satu temannya untuk mengajar di sekolah elit. Mengajar di situ demi meloloskan para siswa ke IIT (India Institute of Technology). Dari situlah kehidupan Anand mulai terangkat dan sangat tercukupi. Namun, ia tersadar akan kesalahannya. Ia bertekad untuk membangun bimbingan belajar gratis bagi anak-anak miskin di daerahnya. Ia membuka bimbingan belajar di rumahnya. Dari rumah sederhananya, banyak anak-anak yang datang untuk belajar. Mereka memiliki cita-cita yang sama dengan muridnya di sekolah elit tempat dulu ia mengajar. Ingin dapat lolos ke IIT. Dapatkah Anand membawa 30 muridnya untuk lolos di perguruan tinggi teknik bergengsi tersebut? Saran saya, segera tonton filmnya.


Peran yang dimainkan oleh Hrithik Roshan sebagai pemeran utama cukup berhasil. Ia dapat membawa karakter seorang matematikawan yang amat peduli terhadap pendidikan bagi orang-orang yang tidak mampu mengecap pendidikan. Pendalaman karakter oleh setiap peran pun patut diacungi jempol.  Tata rias dan kostum yang ditampilkan oleh para pemain sangat sesuai sehingga dapat memperlihatkan tingkat kasta para pemain. Musik di film ini juga pas sekali dengan latar dan keadaan, sehingga memicu rasa tegang, haru, dan bahagia selama film diputar. Animasi beserta efek-efek untuk menampilkan material pengajarannya  sudah tidak perlu diragukan lagi, terlihat mulus tanpa ada kejanggalan. Film ini mengambil alur mundur untuk menceritakan kisah Anand. Meskipun alurnya mudah ditebak,  film ini tetap dapat saya nikmati dengan kelebihan-kelebihan yang saya sebutkan di atas. 


Saya memberi nilai 8/10 untuk film super 30. Film yang wajib ditonton karena sangat menginpirasi. Banyak pelajaran yang bisa dipetik, salah satunya yang paling mengena adalah bahwa pendidikan itu hak semua orang. Tak peduli dari kalangan mana ia, kaya ataupun miskin. Film ini membuat mereka yang miskin bangkit juga percaya diri dan membuat mereka yang kaya dapat melihat bahwa pendidikan adalah hak semua orang. 


gambar diambil dari moneycontrol.com

  • Kamis, 06 Februari 2020

Artikel Terkait

Review Film I Can Speak
Review Film I Can Speak
Review filmThe Theory of Everything
Review filmThe Theory of Everything

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar