Growth Mindset atau Fixed Mindset

Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing

Ada yang masih inget sama pepatah ini doong. Kata mutiara popular saat saya SD. Setiap mau kerja kelompok, bu guru selalu mengingatkan tentang kerja sama antar anggota kelompok. Pekerjaan akan jauh lebih kalau dikerjakan bersama-sama. Setiap ada tantangan dalam sebuah kelompok, selesai bersama. Seberat apapun tantangan yang dihadapi, pasti akan terasa ringan karena diselesaikan bersama-sama. Dan makna pepatah itu akan selalu kita rasakan, kita temui hingga saat ini. Tak hanya di tempat kerja, saat di perkuliahan yang sedang saya ikuti pun akan bertemu tantangan bermakna tentang dinamika kelompok. Lalu apa hubungannya dengan growth mindset dan fixed mindset?


Nah, di perkuliahan kali ini sangat dalam maknanya buat saya karena selain dibuat gamifikasi juga aplikatif banget dalam kehidupan sehari-hari. Jadi buat yang mengikuti perkuliahan, sayang rasanya kalau sejak awal tidak diaplikasikan betul-betul dalam keseharian. Karena kita akan dibimbing  sampai bisa dapet feelnya harus ini dan itu untuk melakukannya. 


Dua pekan ini kami berkutat dan diingatkan tentang sebuah pemikiran yang sering didengar. Growth mindset dan fixed mindset. Ah, sudah lama sekali saya tak mendengar ini. Dua hal yang mendasari pemikiran kita untuk terus bergerak ke arah yang lebih baik, bila mau berpikiran terbuka. Saya pernah membaca buku tentang mindset di edisi revisi cetakan ketiga awal Januari 2020 beberapa hari yang lalu. Buku terjemahan Mindset: The New Psychology of Success yang ditulis oleh carol S Dweck, PH.D. Kok yo pas lagi baca buku terjemahannya, minggu ini dibahas di perkuliahan. Macem kesetrum ini otak, trus tuing-tuing banyak bintang bertaburan di kepala saya. Makin terpecut untuk segera melakukan gagasan yang ada di kepala biar ga berimajinasi aja. 


img-1610984432.jpg


Di buku setebal 400 halaman, banyak membuka pikiran saya, banyak memberikan insight tentang makna sebuah perubahan. Nanti lah saya review itu buku bagusnya ya. Saya akan sedikit bercerita tentang apa sih perbedaan growth mindset dan fixed mindset. Di halaman belakang buku mindset ini dijelaskan perbedaannya secara sederhana. Berikut penjelasannya 


img-1610984561.jpg


Jelas ya mak, kalau baca yang diatas, kita ada di posisi yang mana? Siap berubah atau takut untuk mengambil resiko, takut gagal dan memilih diam aja?


Sebuah pengingat untuk terus maju, jangan berdiam diri saat menemukan tantangan. Diskusikan dengan kelompok apa yang sedang kita hadapi sekarang saat semua fokus pada project kelompok. Semua dimulai dari perubahan diri sendiri lalu bergerak kelompok yang lebih besar lagi. Tulis, ya, semua harus ditulis agar mendarah daging dan seluruh panca indera kita bermain dan semesta mengaminkan apa yang sedang kita lakukan.


Kemudian saya membuat to do list dan progress nya seperti apa.


Yang saya rasakan sampai sekarang tuh ya, kalau isi kepala, saya tuliskan, berasa ada progressnya gitu, kebaca sama mata, dirasakan oleh gesekan tulisan dan terasa dalam sekali saat mata membaca dan menyampaikannya hingga ke hati dan pikiran saya. Lebay? ya gpp, kadang perlu lebay untuk bisa merasakan apa yang ada di kepala kita. Hahaha.


img-1610987225.jpg


Bila kita belajar membuat alur berpikir yang runut seperti ini, kita akan terbiasa memulai sesuatu sesuai dengan kekuatan yang dimiliki. Bagan ini akan membawa kita melihat sesuatu yang ada sekarang dan mengira-ngira apa yang ada di depan kita nanti. Persiapan yang matang membuat kita makin percaya diri atas apa yang akan dilakukan, resiko seperti apa yang akan dihadapi kelak. Berani mengambil resiko artinya belajar memprediksi sesuatu dengan mengantisipasi setiap langkah dengan rencana yang ditulis dengan baik.


Dari sini kita akan belajar bertumbuh dan berkembang bersama lingkungan di mana kita berada. Karena semua dimulai dari diri sendiri lalu bergerak dan berdampak perlahan ke lingkungan yang lebih besar. Jadi jangan pernah meremehkan apa yang ada di kepala kita ya mak. Kita tak akan pernah tahu sampia di mana kebaikan itu akan bermuara.


img-1610987270.jpg


BTW ya, emang lagi bikin project apa sih sampe perlu didetilin banget ini prosesnya?


Sstttt... kami sedang berkolaborasi dengan teman satu kelompok membuat project passion. Membuat kerja bareng yang berdasarkan passion kami semua di dunia pendidikan. Kami akan berbagi sedikit ilmu dan pengalaman kami masing-masing yang memang materi yang dibagi tuh yang gw banget. Berawal dari mimpi yang sama terkait tantangan yang dirasakan selama mendampingi anak-anak usia baligh. Maka muncullah project passion yang bertema mempersiapkan pemuda tangguh. Sharing kali ini sementara hanya untuk warga Hexagonia, atau mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Bunda Produktif di Institut Ibu Profesional. Namun di akhir Maret, tidak menutup kemungkinan akan kami buka untuk umum. Katalog project passion telah dibuat dan dikirim kepada pusat belajar untuk dikumpulkan menjadi satu kekuatan berbagi para perempuan untuk semesta. Masya allah, semoga membawa berkah ya. Ini baru mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Bunda Produktif loh, belum seluruh anggota Ibu Profesional lainnya.


Ini dia materi yang akan kami bagi, tertarik untuk ikut belajar bersama? 


img-1610988742.jpg


Kategori
Komunitas Ibu Profesional

Artikel Terkait

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar