Hal Menarik yang Terjadi Ketika Berpuasa Saat Covid 19 Menyebar

"Selalu ada sisi baik dari setiap kejadian"

"Lah itu anak bayinya digendong, ibunya ga pakai masker. Gimana sih!"
"Ini mana social distancingnya sih? Kok sore gini masih banyak yang jalan-jalan?"
"Aku bener-bener stay home loh, bun. Beneran sudah sebulan lebih ga keluar rumah. Keluar pagar rumah aja engga. Kalau ada penghargaan dari pemerintah, mungkin aku masuk kategori warga yang taat."

Sore tadi saya keluar rumah membeli bahan makanan yang sudah mulai menipis. Dan ini kali ketiga dari satu bulan ini saya keluar rumah. Tak sampai dua kilometer jaraknya dari rumah, saya dibuat kaget. Ternyata kondisi di luar rumah tuh tak ada bedanya dengan hari-hari sebelum wabah ini menyebar. Sama kondisinya saat dua bulan lalu saya beli bakso di rumah makan itu. Rame. Bahkan obrolan kami saat buka puasa tadi dengan azkail pun tentang pemahaman masyarakat dan belum perhatiannya terhadap datangnya wabah.

Saat saya menggunakan masker di dalam mobil, beberapa orang yang melintasi mobil saya, melirik dengan pandangan yang tak enak. Seolah-olah mereka berkata; "di mobil aja pake masker sih." Entahlah, mungkin itu mah perasaan saya aja. Hehehe..

Yang menarik selama perjalanan dua kilometer itu, saya melihat beberapa rumah yang  terletak dipinggir jalan, menggantungkan plastik makanan (sepertinya sih makanan atau sembako gitu) di pagarnya. Tertulis Silahkan Ambil, Gratis. Masya Allah ya. Selalu ada orang baik saat kita mendapatkan ujian seperti ini. Di tengah orang sulit makan karena banyak yang tak bekerja full, banyak juga tangan-tangan bak yang mengulurkan bantuannya. Rejeki kita tak pernah ada yang tahu. Namun yang perlu diingat adalah bahwa ada rejeki orang lain melalui tangan kita. Jadi makin banyak berbagi, memberi maka makin banyak menerima dan mendapatkan sesuatu. Itulah konsep rejekinya Allah. Matematika Allah selalu di luar akal pikiran kita. 

Sudah banyak berita yang kita lihat dan dengar, dibalik penyebaran covid 19 ini ternyata banyak bermunculan kebaikan-kebaikan. Seolah tenggelam dari hiruk pikuk berita covid, sisi baik  efek dari wabah ini nyaris tak seramai pemberitaan mengenai virus itu sendiri. Selain sedikit pengalaman saya seperti yang diceritakan di atas, ternyata adanya wabah covid 19 yang terjadi di bulan Ramadan, membawa warna tersendiri untuk kita, saya terutama. Ini salah satu efek baik dan menariknya.

1. Banyak yang berbagi dengan cara unik
Berapa banyak masyarakat kita yang kehilangan pekerjaan selama wabah ini masiv menyebar? Mulai dari ojek online, pelayan restauran hingga pilot pesawat terbang pun mengaalami hal yang serupa. Mereka di rumahkan karena kondisi. Maka muncullah banyak sekali gerakan berbagi. Baik yang dimulai dari individu ataupun kelompok masyarakat. 

Ada kelompok masyarakat yang menggalang dana untuk kemudian donasinya dibelikan makanan matang ke banyak warung nasi. Lalu menggunakan jasa ojek online untuk dibawa kepada orang yang membutuhkan. Ini sekali dayung, dua-tiga pulau terlampaui.

Ada seorang atlet pesepeda yang kemudian menjadi kurir jasa pengantar obat. Ia melakukan itu hanya karena tetap ingin bersepeda dan berolah raga. Sambil berolah raga, ia tetap bisa membantu orang lain dengan caranya. Ada juga yang memang sengaja datang ke rumah-rumah para dhuafa sambil berbagi rejeki. Bahkan tak tanggung-tanggung, ada seorang public figure yang langsung membeli dagangannya semua saat mengetahui bahwa sang penjual baru saja di PHK.

Saat wabah ini terjadi di bulan suci Ramadan, di mana umat muslim berlomba-lomba menebar kebaikan, maka bisa dibayangkan, berapa banyak yang akan melakukanaksi kebaikan itu. 

2. Munculnya penjual kreatif
Banyaknya masyarakat yang terkena imbas di rumahkan dari banyak perusahaan, kemudan memunculkan banyak ide kreatif untuk tetap menyambung hidup. Salah satunya adalah dengan menjual masker, menjual makanan ringan untuk berbuka puasa dan menjualnya dengan cara menawarkan via WA. Siap antar juga barangnya. Bahkan beberapa mall terkemuka hingga pasar tradisional pun menggunakan fasilitas pesan antar.

Banyak hal menarik yang bisa kita lakukan selama virus covid 19 ini menyerang kita. Namun berpangku tangan tak akan menyelesaikan masalah. Menumbuhkan imun tubuh dengan selalu berbahagia bisa membantu mencegah virus tu masuk ke tubuh. Dan bahagia melihat serta merasakan kebahabiaan orang lain saat menerima uluran tangan kita dengan tulus, mungkin bisa menjadi imun tubuh yang baik.

Karena berbagi tak perlu menunggu kita kaya raya.

Kategori
Cerita Emak

Artikel Terkait

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar