Artikel Populer

Ini Serunya Menemani di Kelas Remedial

Ini Serunya Menemani di Kelas Remedial

Admin Senin, 08 Juli 2019 Ibu Profesional
Ini Serunya Menemani di Kelas Remedial

Institit Ibu Profesional (IIP) merupakan salah satu wadah belajar bagi para ibu di seluruh dunia. Belajar yang bisa dilakukan di rumah saat anak-anak sekolah atau saat anak-anak sudah terlelap tidur. Kelas-kelas online atau pun offline bisa dipilih, sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk kesiapan belajar selama satu tahun. Setiap kelas yang didampingi selalu memiliki rasa yang berbeda. Tantangan demi tantangan di setiap levelnya pun memiliki semangat yang unik. Dan kesempatan menemani di kelas online remedial pun tak kalah serunya seperti di kelas reguler lain. Apa saja sih keseruannya menemani mahaisiswi  yang note bene adalah ibu-ibu keren di kelas online? Yuk, kita simak 7 keseruannya.


1. SEMANGKA

Selalu semangat kapan aja. Yup. Menemani mahasiswi remedial itu seru. Karena perlu ekstra semangat  dalam mengelola kelas. Mengapa? Salah satunya adalah karena seluruh mahasiswinya sudah pernah mengikuti materi dan tantangan serupa di batch sebelumnya. Perlu cara tertentu membangun hubungan dalam kelas online saat mahasiswinya pernah merasakan tantangan game di kelas sebelumnya. Di sini peran dan kerja sama dengan perangkat kelas sangat dibutuhkan.


2. JAMBLANG

Jangan Bimbang lewat jalan belakang. Apa maksudnya? Saat mendapati mahasiswi yang jarang aktif di kelas,coba hubungi melalui pesan pribadi, alias jalan belakang. Mungkin beliau sedang sibuk di rumah, anak sakit atau ada kendala lain yang tak bisa diceritakan di kelas. Tak hanya itu, untuk mahasiswi aktif pun perlu disambangi dengan ucapan terima kasih misalnya karena telah berpartisipasi aktif di kelas. Ini memicu mahasiswi lain yang duduk manis di sudut kelas, untuk kemudian muncul ke permukaan.


3. APRIKOT

Acap kali saat wapri atau di kelas, ikutkan beberapa emot. Berkomunikasi online menggunakan bahasa tulisan, emot atau icon-icon tertentu, bisa dianggap mewakili perasaan si pengirim atas komunikasi yang sedang terjadi. Emot pun membawa warna tersendiri bagi si pengirim atau pun si penerima pesan. Bagian dari membangun kedekatan yang cair dengan si penerima pesan adalah hal yang dibutuhkan seorang fasilitator kelas seperti yang sedang saya rasakan sekarang. Pilihan emoticon di aplikasi WA banyak sekali. Dan dari sekian banyak itu, kepiawaian kita memilih emot yang mewakili perasaan, akan menentukan sala satu jalan komunikasi berikutnya dengan si penerima pesan. Maka, jangan ragu untuk menambahkan pesan emot dalam obrolan dan diskusi kita saat di kelas atau wapri ya.


4. BENGKUANG

Biasakan selalu cek ulang. Yup, cek ulang, tanyakan kembali pada mahasiswi di kelas terkait diskusi atau informasi. Apakah sudah jelas, apakah masih ada yang ingin ditanyakan, apakah ada kendala dalam melakukan tantangan yang diberikan adalah bagian dari kita melakukan konfirmasi atas apa yang telah kita diskusikan atau kita sampaikan. Dari pertanyaan pengecekan ulang itu, kita akan mendapatkan feedback mahasiswi, bagian mana yang perlu diperbaiki, mana yang belum dimengerti. Cek ulang biasanya selalu muncul saat mahasiswi melakukan setoran tugas via google form atau saat pengumuman perolehan badge. Semua diminta untuk bekerja sama mengecek kembali hasil dan proses tugas yang telah dilakukan. Hal ini tentu akan memudahkan tugas fasilitator dalam merekap tugas, bukan?


5. DURIAN

Dukung setiap rintik tulisan. Di perkuliahan IIP, menulis adalah hal yang wajib dilakukan oleh seluruh mahasiswi dan fasilitatornya untuk mengikat ilmu dan pengalaman yang didapat selama berproses. Dan tidak setiap orang mampu melakukannya. Tapi tahukan, mak, bahwa kemampuan menulis itu bagian dari keterampilan yang bisa diasah bila ada kemauan? Banyak sekali mahasiswi yang pada awalnya menulis hanya beberapa kalimat dalam satu paragraf laporan tantangan. Makin bertambahnya hari tulisan mereka makin banyak yang ditulis dan diceritakan. Itu baru bicara soal jumlah kata. Belum kontennya yang semakin keren. Kisahnya pun makin mengular membuat saya yang membacanya sangat menikmati proses yang sedang mereka lakukan. Maka, dukungan setiap langkah dan usaha mahasiswi itu sangat diperlukan. Beri komentar, beri emot like, sisipkan rasa bahagia atau komentar positif lainnya dilaman tulisan laporan mereka. Karena dukungan kecil itu tak akan pernah kita tahu bagaimana dampaknya pada si penulis. Maka jangan pernah ragu untuk memberikan dukungan baik pada setiap orang.


6.KOKOSAN

Komitmen dan konsisten untuk memperbaiki kesalahan. Manusiawi saat kita melakukan kesalahan atau kekhilafan dalam bertutur. Refleksikan kembali setiap diakhir diskusi kelas. Apa yang mesti diperbaiki, apa yang seharusnya tidak disampaikan, emot apa yang terlalu lebay saat dimunculkan. Dengan belajar untuk berkomitmen dan konsisten memperbaiki kesalahan, semoga setiap hari setiap saat selalu muncul kebaikan dan keberkahan ilmu dan silaturahmi yang sedang kita rajut dalam kelas IIP.


7. MARKISA

Memohon keberkahan ilmu pada Yang Kuasa. Luruskan niat saat memulai sesuatu. Karena segala perbuatan dan perkataan itu sesuai dengan niatnya. Sebelum kelas dan diskusi dimulai, berdoa adalah hal wajib pertama yang mesti dilakukan. memohon pada Yang Kuasa untuk dmudahkan dan dilancarkan saat mengelola kelas hingga memohon diberikan keberkahan ilmu saat berdiskusi dengan mahasiswi. hal ini akan mendorong kita untuk terus belajar dan menaikkan kompetensi diri dalam melakukan sesuatu. Allah tak akan ragu menaikkan derajat hambanya saat menuntut ilmu bukan? Maka memantaskan diri untuk hal itu menjadi bagian yang tak terpisahkan saat kita belajar.


Terima kasih teman-teman di kelas remedial yang selalu memberikan warna dan pembelajaran luar biasa buat saya ya.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Jejaring Sosial

© Copyright 2017 azkail. Oleh Webpraktis.com | sitemap