Ketika Emak Berada di Ruang Komunal Facebook


Jadi kan gini ye mak,
-
Saya masuk ruang dingin itu persis 30 menit sebelum acara dimulai. Setelah haha hihi sama ibu Sumitra Pasupathy sebagai perwakilan dari ashoka (cek di sini kiprah ashoka https://www.ashoka.org/id/ashoka%27s-history ),
saya langsung menikmati kudapan dan teh haneut (ini penting diceritain karena menjadi pelentur lidah saiyah selama diskusi)🤭
.
Jelang jam 10 an, peserta dari komunitas lain mulai memenuhi ruangan, ga penuh sih, kayaknya undangan/pendaftar terbatas aja. Jangan tanya apa dan siapa aja komunitasnya, lupa saiyah. tapi komunitas mereka tuh keren-keren loh. Ciyusan. Kalo dari cerita mereka yang saya ajak ngobrol, banyak banget membawa dampak baik untuk lingkungan sekitar.
.
Ga lama acara mau dimulai, ada seseembak yang ngomong ke bapak-bapak samping saya, die nanya, "bapak perlu penterjemah ga?" . Duh, bagoos dia kagak nanya ke eikeh mak. Kan ga ada persiapan ngemut keju dulu sebelum berangkat.😅
.
Alkisah, mulailah itu diskusi kerennya. Daging semua isinye. Ampe celekep saiyah saking takjubnye. Alhamdulilah, teh haneut dan biskuit coklat merk luar negeri yang tadi saya makan, ngepek berat untuk diskusi saat itu. #gayaaaaa
-
Kata oma Beverly sang penulis buku Riplling (saya baca sekilas, keren banget ini beliau ngupasnya). Perubahan itu akan jauh lebih mudah dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat. Akan jauh lebih luas dampaknya bila diikuti dengan hukum yang dikeluarkan pemerintah. Beliau nih, membuat gerakan di Amerika sono dengan mengkampanyekan larangan merokok di public area. Gerakan ini menyebar dari mulut ke mulut dan banyak mendapat dukungan, yang akhirnya didengar dan dikuatkan oleh pemerintah. Movement law kata omma tuh.
-
Lain lagi saat mister Thorkil Sonne bercerita. Beliau, yang merupakan orang tua anak autis, menggambarkan betapa sedih dan terlukanya atas lirikan tajam dan hinaan yang diterima tentang kondisi anaknya, Beberapa kali ditolak lembaga pendidikan, pindah sana sini. Duh.. ya.. sampe berkaca-kaca loh om itu pas nyeritain. Nyess banget. Berangkat dari situ, mister Thorkil kemudian menggandeng dan menceritakan kisahnya ke orang tua yang memiliki anak berkebutuhan. Untuk kemudian mengedukasi orang tua lain, sekolah dan lingkungan. Gerakan yang dimulai dari cerita mulut ke mulut pun sampe ke Indonesia. Beliau baru saja meresmikan cabangnya yang ke sekian di Indonesia. Yayasan yang beliau dedikasikan untuk orang tua ABK. Ada diskusi parenting, informasi ke ABK an dan voulunteer jugak. Keren. Cek aja yayasan yang beliau dirikan di sini
-
Ada lagi nih dari mba Mandy Marahimin yang gape bangeet bikin video dokumenter di komunitas goodpitch nya. Mereka menyuarakan dan membuat gerakan kebaikan melalui video. Gugling aja. Rata-rata video 7 menitannya itu beneran menggugah. Goodpitch mengajak seluruh masyarakat untuk mengedukasi tentang banyak hal melalui video. Bisa diikuti oleh siapa aja, mak.
-
Nah, yang paling muda pun akhirnya berbicara. Mba Ara Kusuma, putri cantiknya ibuk Septi Peni Wulandani ini menceritakan keseruannya bermain bersama keluarga. Kecintaannya soal per-sapi-an, membawa banyak insight untuk keluarga dan anak muda lain bahwa perubahan itu bisa dimulai dari hal yang paling kecil, dari hal yang kita sukai. Ada yang tau cerita seru tentang iniii? 🤭 Yang saya baru tau tuh, ternyata, mba Ara menggunakan budaya lokal untuk mengedukasi masyarakat Boyolali tentang sapi loh. Pake media wayang, ndongeng. Dari situ kemudian banyak orang merasakan manfaat yang didapat.
-
Dari semua diskusi yang bikin mata saya berbinar-binar itu ya mak, bahwa ada kekuatan dan dampak besar dari 'sekedar' story telling di setiap gerakan perubahan ke orang lain. Mulai dari hal yang kita suka, hal yang paling kecil, lakukan konsisten, fokus pada hal itu. Lalu ceritakan prosesnya pada orang terdekat. Ceritakan saja. Karena kita ga tau kemana cerita itu akan bermuara #tsaaah
-
Jaaadi, kalau sekarang emak baca ocehan panjang saya sekarang, artinya sudah ada kekuatan story telling yang sedang saya transfer.🤭
-
truuus, perubahan apa yang sudah kita lakukan?

img-1577922021.jpg
Ngumpul bareng bersama para penggerak hebat

  • Kamis, 02 Januari 2020

Artikel Terkait

Warteg yang Bikin Wareg
Warteg yang Bikin Wareg
Belajar Dari Banyak Model Sekolah
Belajar Dari Banyak Model Sekolah
ADA Fashion Store di Depok
ADA Fashion Store di Depok
Ini Akibatnya Kalau Membandingkan Anak
Ini Akibatnya Kalau Membandingkan Anak
Persiapan Umroh
Persiapan Umroh
Saat maut menjemput
Saat maut menjemput
Mari berkomunitas
Mari berkomunitas
Akhirnya saya jadi seperti ini
Akhirnya saya jadi seperti ini

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar