Magic Word Manjur Saat Berinteraksi Dengan Orang Lain
Senin, 06 Juli 2020
azkail
Bagikan

Magic Word Manjur Saat Berinteraksi Dengan Orang Lain

Jangan menunggu hingga siap, kita hanya akan menghabiskan sisa hidup kita untuk menunggu-Lemony Snicket-novelist


Memasuki minggu ke 7 program mentorship kali ini membuat saya mulai menemukan sesuatu. Keseruan tentang bagaimana rasanya bahwa didampingi oleh seorang mentor itu tak terbayar rasanya. Merasa selalu ada yang akan siap mengingatkan, mau meluangkan waktu untuk sekedar membaca ocehan tentang bagaimana proses saya belajar.  Bahkan sampai saat saya ngereceh soal tantangan yang saya hadapi selama belajar mengasah satu keterampilan. Setelah proses sebelumnya saya melakukan false celebration selama mentorship, saatnya sekarang saya mengapresiasi diri dan mentor saya. Proses yang saya alami ini betul-betul saya lakukan bukan sebatas menyelesaikan tugas semata, tapi memang kebutuhan yang paling penting danpaling mendesak dalam waktu dekat ini. Sehingga metorship ini betul-betul membantu mulai dari membuat, melaksanakan hingga mengapresiasi apa yang sudah dilakukan, sekalipun belum maksimal.


Dari sini saya kemudian terbantu juga untuk kemudian melanjutkan proses ini dengan menggambarkan proses keseruannya dalam sebuah gambar. Apa yang sudah saya rasakan selama mentorship ini berjalan. Dan inilah yang saya rasakan selama mentorship program. Sebuah kupu-kupu dengan warna favorit saya tanpa corak. Saya suka dengan keterampilan yang sedang saya coba dalami ini. Polosan tanpa polesan karena proses yang saya butuhkan saat ini adalah pondasi yang harus dalam dan kokoh. Bisa saja nanti saat pondasi itu sudah kuat, banyak tambahan gradasi ungu dan corak lain yang bisa mempercantik sayapnya yekaaaan.


img-1594135816.jpg


Tak berhenti sampai di sini, saya juga sangat berterima kasih buat mentor keren saya. Di sela kesibukannya dengan keluarga serunya plus sedang hamil, saya merasa ditemani dan dihargai. Menyempatkan waktu untuk membaca dan membalas inboks yang saya kirimkan itu ternyata kebahagiaan yang bisa dirasakan. Sehingga kemudian saya coba taungkan apa yang saya rasakan selama didampingi beliau.


img-1594136053.jpg

Di minggu ini kemudian saya banyak sekali belajar dan merefleksikan diri tentang bagaimana diksi itu mampu mempengaruhi seseorang dalam berinteraksi. Dan saya melihat itu dalam sebagian besar jurnal yang saya tulis, saya baca juga dari jurnal teman-teman mahasiswa yang lain. Dan kemudian saya menyebutnya dengan magic word. Apa saja sih kata ajaib yang bisa mempengaruhi hubungan seseorang dalam berinteraksi online selama program ini berlangsung? Berikut ini sependek yang saya lihat, rasakan dalam sebagian besar jurnal yang ada di kelas ini.

1. Maaf
Ya, ini kata yang besar sekali dampak kebaikannya pada orang lain. Empat huruf yang mampu meluluh lantakkan benteng pertahanan dan kerasnya hati orang lain. Saat kita berinteraksi  kadang terucap atau bahkan muncul emot yang mungkin tidak berkenan diterima oleh sang penerima pesan. Makin beresiko saat kita berinteraksi secara daring, tanpa bisa melihat air muka lawan bicara tentu memiliki tantangan luar biasa dalam menerjemahkan bahasa tubuh yang 'muncul' dalam tulisan yang diberikan. Maka membuka percakapan saat kondisi seperti itu, kata maaf mampu menentramkan dan membuat lega. Berasa melepas puluhan ton beras yang ada di pundak. Belum lagi kalau kita merasa ada sesuatu yang kita belum tahu penyebab ga enaknya obrolan via tulisan. Tapi tahukan Anda, mak. Ternyata tak semua dari kita mampu merasakan perubahan aura tulisan lawan bicara. Disinilah tantangan dan keterampilan kita diuji.

2. Terima kasih
Dua kata sederhana ini kadang terlupa saat kita berinteraksi dengan orang lain. Dua kata yang mampu mengeratkan silaturahmi. Tak perlu menunggu orang lain memberi barang untuk mulai mengucapkan terima kasih, bukan? Karena memberi bisa diberikan dalam banyak hal. Perhatian dengan menyapa tiap pagi pun bisa dilanjutkan dengan ucapan terima kasih padanya karena selalu ingat pada kita. Termasuk saat saya mendapatkan kesempatan mentorship program. #terimakasihmentor akan selalu dikenang. 

3. Tolong
Kata ini betul-betul dalam dan bermakna kalau buat saya. Bagaimana kita menghargai orang lain saat akan meminta sesuatu dan diawali dengan kata ini, tentu akan berbeda rasanya. Ya, berkomunikasi itu butuh rasa. Dan respect adalah salah satunya, bisa dimulai dengan kata tolong ini.


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar