Menemukan Minat dan Bakat Anak


Menemukan minat dan bakat anak itu seperti merangkai ribuan potongan puzzle. Mencoba menyatukan ini dan dan itu dalam beberapa waktu. Ketika kita mencoba merangkai potongan puzzle itu, tentu kita akan mencoba merekatkannya dari berbagai sisi hingga potongan itu mampu menyatu dengan baik. Maslahnya, menemukan potongan-potongan puzzle yang berserak itu membutuhkan kesabaran dan pengamatan yang luar biasa. Namun, membersamai dalam berbagai hal dalam proses menenukan potongan itu bsia menjadi pengalaman menarik.


Dalam keseharian, mata kita sebagai orang tua, tentu sudah meng-capture banyak hal terkait minat dan bakat anak. Potensi mereka yang luar biasa pun kita berikan ruang seluas-luasnya untuk mengasah minat bakat mereka. Yang kemudian membuat kita kadang gundah adalah, apa ya sebenarnya minat dan bakat anak saya? Benarkah itu mnat dan bakat anak saya? Yup. Saya pun merasakan demikian. Sebelum ke arah sana, mungkin ada baiknya kita samakan dulu persepsi apa itu minat dan bakat. Banyak ahli yang menjelaskan perbedaan mendasar antara minat dan bakat. Coba kita perhatikan penjelasan tentang minat dari salah satu pakar psikologi yang menyatakan bahwa minat adalah sesuatu yang sangat disukai untuk dilakukan bersamaaan dengan perasaan, rangsangan dan motivasi yang dapat membentuk sikap seseorang (Hilglar dan Slamento, pengantar psikologi pembangunan, 1988;59). Sedangkan bakat adalah potensi dasar yang dimiliki seeorang sejak lahir. Yang bila tidak ia gunakan, kemampuan itu masih melekat dalam diri seseorang.


Nah, sekarang, bagaimana sebenarnya cara melihat minat dan bakat anak kita?.  Salah satunya adalah dengan memperkaya anak-anak dengan ragam kegiatan yang terstruktur sesuai dengan usianya.  Berikan anak-anak pengalaman seluas-luasnya dan lakukan ini dengan konsisten. Saya percaya itu. Bila anak sudah bisa diajak berdiskusi, maka biarkan ia sendiri yang menentukan pilihan aktifitasnya. Dukung dan konsistenkan ia untuk melakuan itu secara rutin, agar kita bisa melihat, apa betul kegiatan itu lah yang ia minati. Karena, bila minat bertemu dengan bakat, maka potensinya akan berkembang dengan baik, anak akan semakin lihay dan cakap di bidang yang memang ia sukai. Bukan tidak mungkin hal itu bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai lebih untuk anak. Bisa berupa produk yang dihasilkan atau sampai dalam bentuk materi yang diimpikan. 


Mata saya baru terbuka, bahwa betapa kesukaannya dalam mengabadikan momen dan objek benda saat jalan-jalan merupakan salah satu kesukaannya. Dan minggu ini, saat yang lain nonton lomba 17-an, saya sedang mengumpulkan beberapa hasil jepretan cah lanang. Baik dari ponselnya atau dari kamera. Saya melihat, setiap mengajaknya jalan-jalan, setiap ada momen tertentu, ia akan mengabadikan ruang momen itu dengan cara yang unik. Lalu menyimpan fotonya di media sosial yang ia setting private, sebagai wadah ia menyimpan semua hasil jepretannya. Semakin hari, hasil jepretannya semakin mengkerucut akan style yang diminati. Dan beberapa bulan belakangan, hasil jepretannya membawa ia pada nilai sebuah karya. Berikut salah satu hasil jepretannya yang saya suka :


img-1502932175.jpg


Atau bisa dilihat di sini : http://azkail.com/galeri#prettyPhoto

Saya percaya, bahwa setiap anak adalah unik, memiliki sinar cemerlangnya sendiri dari keunikannya itu. Tugas kita lah yang kemudian menghantarkan menemukan keunikannya dengan ragam kegiatan yang terstruktur dengan melatihnya memilih hal yang ia sukai, buat rencana kegiatannya lalu konsistenkan selama beberapa bulan. Bosan? bisa jadi, selesaikan kegiatan itu minimal 4 bulan secara konsisten. Karena bosan bisa disebabkan dari beberapa faktor, salah satunya adalah ketidak jelasan kita mengelola kegiatan itu dengan baik. 


Kalau ia suka mengabadikan objek atau momen tertentu melalu gambar/foto, biasanya, ia akan faham betul hal-hal yang berhubungan dengan kamera, bagaimana cara mengambil gambar yang baik, bisa membedakan satu kamera dengan kamera lain dengan detil. Mampu menggambarkan satu hasil foto jepretan dengan penjabaran teknis. Bila browsing dan mencari info di manapun, tidak jauh dari fotografi dan turunannya. Bila jalan-jalan dan melihat ada papan reklame besar, yang akan digambarkan adalah bagaimana cara mengambil angle dan proses yang harus disiapkan photographer untuk mendapatkan hasil foto itu. Dan itu yang terjadi pada cah lanang. Kita akan dibuat 'WAW' dengan pengetahuannya tentang hal yang diminati. 


Maka, percayalah, Allah itu menitipkan anak-anak pada kita, tentu ada maksud baik di dalam setiap kejadian.  sAlah satunya adalah, kita belajar dan mendapat hikmah kehidupan dari anak-anak.

  • Kamis, 17 Agustus 2017

Artikel Terkait

Mari bercermin
Mari bercermin
Ternyata Begini Rasanya Mencintaimu
Ternyata Begini Rasanya Mencintaimu
Ajari anakmu sesuai zamannya
Ajari anakmu sesuai zamannya
Efek Homeschooling
Efek Homeschooling
Magang untuk Anak Remaja
Magang untuk Anak Remaja
Kecerdasan Interpesonal
Kecerdasan Interpesonal
7 Situs Edukasi untuk Usia Baligh
7 Situs Edukasi untuk Usia Baligh
8 Cara Asyik mengelola Gadget Pada Anak
8 Cara Asyik mengelola Gadget Pada Anak

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar