Nama Unik Kantin Kampus

“Bun, lusa (hari ini) deil mau janjian sama temen-temen di kampus. Mau ambil jakun sama almat. Kumpulnya di tambul deket kawah.”
“Apa de?” Jidat pun berkerut

---

Okeh, mamaknye dapet inti pernyataannya. Lusa mau ke kampus bareng temen-temennya. Tapi jidat kemudian berkerut. Ada empat kata yang saya ga mudeng. Ciyus. Jakun? Almat? Tambul? Kawah? Yess. Yang kuliahnya di tempat anak saya kuliah, tentu langsung bisa menjawab dan mengenalinya langsung. Lah saya, mana pulak tau itu apa dan di mana. Maka wajar saya tanya memperjelas. Tahukah itu apa dan di mana mak? 


Jakun itu Jaket Kuning. 

Almat itu Almamater. 

Tambul itu Taman bulat, tempat ngumpulnya mahasiswa di kampus yang kebetulan tamannya memang berbentuk bulat. 

Kawah itu ternyata kantin bawah. 


Aiih. Saya pun manggut-manggut sok iya gitu, sambil membayangkan itu apa dan di mana posisi si tambul dan si kawah. Saya baru tiga kali ke kampusnya nak gadis selama pandemi ini. Jadi masih rabun gitu sama posisi gedung dan tetangganya. 


Kalau ingat ada sebutan-sebutan unik gitu, jadi ingat di kampus saya dulu juga ada beberapa nama unik. Mulai dari sebutan beberapa kantin, gedung sampai sudut lapangan pun ada namanya. Lucu aja sih dengernya. Tapi saat orang lain menyebut nama itu, kita langsung tahu lokasi di mana dan berupa apa. Entah siapa yang pertama kali memberikan nama-nama unik itu sampai turun temurun dan melekat gitu. Yang saya ingat di kampus hijau saya tuh;


1. Kansas 

Kantin sastra. Lokasinya memang ada di belakang jejeran fakultas Bahasa dan Sastra. Ada di bawah pohon-pohon besar. Karena tempatnya tidak terlalu besar, kalau jamnya makan siang itu padat penuh sesak. Tapi terlindungi dari sengatan matahari siang, karena dipayungi pohon-pohon besar didekat kansasnya. Diselamatkan juga dengan area depan Kansas yang berupa lapangan parker yang jarang ada kendaraan parker di situ. Jadi, sering digunakan anak-anak untuk nge dumel alias Duduk MELingkar di aea depan Kansas. Nah, menu favorit saya kalau pas makan di Kansas itu sayur kangkung pedas, cumi asin plus krupuk. Ibu penjualnya sampe hapal sama saya, karena mau ganti-ganti lauk apapun, pasti selalu ada dua menu tadi di piring saya.


2. DPR

Jangan bayangkan DPR yang ada di pusat kota sana ya, mak. Ini tuh tempat saya suka ngumpul bareng temen-temen Di bawah Pohon Rindang alias DPR. Lokasinya samping Kansas tadi. Jadi kalau jamnya makan siang di Kansas itu penuh sesak jadi suka ga kebagian kursi. Jadilah saya dan banyak teman-teman pada ngampar di DPR itu sambil makan. Justru enak di luar gini, selain ga kepanasan kegerahan kemringet, area ini dipayungi pohon-pohon besar gitu. Angina sepoi-sepoi, beres makan, cocok trus lanjut rebahan. Hahaha.


3. Blok M

Dinamakan Blok M karena lokasinya tetanggaan dengan gedung M pasca sarjana. Duh, ya Allah, tobat saya kalau makan di blok M. Udah mah jamnya makan siang yang emang siang hari, tengari bolong (yaiyalah, Esmeralda…), itu lokasi di dalamnya panas membara. Kalau mau makan kudu nunggu orang lain berdiri dulu atau beruntunglah buat yang badannya imut, bisa nyempil sikit gitu. Rencananya kkan mau makan bisa sekalian istirahat diantara kuliah tapi kudu kemringet panas gobyos gitu. Akhirnya saya memilih bawa wadah sendiri, trus makan di DPR atau di selasar kelas. Tahun 2004, 2009 saat saya ke sana, kondisinya masih sama. Hehehe. Entah sekarang apa sudah dibongkar atau belum. Btw, saya kalau lagi kepengen mi ayam bakso, pasti belinya di blok M ini. Ga Cuma harganya ramah di kantong tapi juga pentolnya banyak untuk harga segitu. Dasar akuuh. Hahaha 


4. Kantin dosen

Ini letaknya di bagian depan menghadap halaman nan luasnya perpus, dekat jurusan musik. Disebut kantin dosen karena banyak dosen suka makan di sini kayaknya ya. Walau rata-rata menu makanannya mirip-mirip seperti di Kansas atau di Blok M, tapi yang membedakan adalah tempatnya terbilang ‘lux’ buat ukuran mahasiswa. walau tak terlalu luas, tapi nyaman banget. Dan dijamin ga akan ketemu momen lagi enak maka trus ada yang berdiri nunggu kita selesai makan. 


Itu empat nama yang melekat banget diingatan saya selama kuliah di kampus hijau. Yang nempel malah lokasi yang berbau makanan ya.


Namun ada yang menarik dan bikin kangen. Karena kondisi kantin yang seperti itu, saya dan beberapa temen perempuan akhirnya suka bawa makanan sendiri dari rumah. Kalau saya sendiri sih ga setiap hari, pas kepengen aja baru bawa. Biasanya suka janjian dulu untuk bawa makan siang gitu. Karena biar bisa ngariung bareng di selasar kelas trus saling berbagi makanan. Kalau pun ga janjian bawa bekal makanan, saya beli makan siang di kantin, lalu dibungkus dan ikutan ngumpul makan di selasar bareng yang lain. Yang ga bawa makanan pun tetep bisa ngariung bareng. Ini nikmat tiada banding. Walau lauknya sayur kangkung pedas sama ikan asin aja dah bahagia banget.


Ternyata kondisi seperti itu juga diingat oleh teman-teman satu kelas saya di kampus. Saat beberapa minggu yang lalu, obrolan di WAG teman kuliah, pernah bahas bareng tentang ini. Terbukti melekat erat ya.


Saat siang tadi saya ngedrop nak gadis ke kampusnya, saya pun penasaran, mana sih yang namanya kawah dan tambul itu. Ealah.. ternyata betul-betul sesuai dengan namanya, kantin yang berada di bawah gitu dan tamannya memang berbentuk bulat.


Bagaimana nama-nama kantin atau tempat unik yang ada di kampusmu dulu mak? Ada ga yang sampai melekat erta? 


Kategori
Cerita Emak

Artikel Terkait

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar