Peran Matematika dalam Kehidupan Sehari-hari


2. Belajar menyelesaikan masalah

 

                “Bunda, bisa tolong transfer ga? Ternyata uangku kurang niih, Aku mau beli bukunya Tere Liye. Bisa tolong transferkan uang simpananku ga , Bund.”

Tiba-tiba masuk telepon dari si bungsu. Sudah tiga hari, si bungsu kami pergi menemani eyang uti-nya ke Malang. Kali ini uang tabungannya hanya dibawa beberapa lembar saja. Hanya sebagai pegangan selama 10 hari berada di sana. Ternyata, baru tiga hari, si bungsu sudah menghubungi untuk minta ditransfer.

                “Uang yang ada kemarin, sudah habis? Baru tiga hari di Malang loh, De.”

                “Masih ada siih, tapi itu kan untuk pos yang lain, Bund. Aku mau diajak jalan sama tante ga tau kemana, rahasia katanya. Jadi rencana adek, uang itu untuk pegangan aja. Tapi ini ada buku bagus, adek mau beli biar bisa baca kalau pas ga kemana-mana.”

                “Oh begitu, menurut adik, mana yang lebih penting sekarang. Beli buku atau untuk pegangan jalan-jalan besok dengan tante?. Pilih yang paling penting dan mendesak sekarang. Karena kan ternyata uangnya masih ada, De.”

“Kalau gitu, gini aja deh, Bund, aku ngobrol dulu ama tante, kita mau kemana aja minggu ini. Jadi aku tau, kira-kira di tempat itu, aku bakalan jajan apa engga. Kalau tempatnya aku ga perlu banyak jajan, yaa uang itu aku pake untuk beli buku ya, nanti kalau ternyata betul kurang, ditransfer ya, Bund.”

Obrolan kami selesai dengan solusi yang ditemukannya sendiri. Kadang ada saat dimana kita hanya memberikan kunci pembuka jalan bagi anak untuk kemudian dia sendiri yang menemukan pintunya. Memberikan jalan instan dengan cara langsung menyelesaikan masalahnya, adalah kesalahan. Karena bila di kemudian hari anak menemukan masalah, ia akan sulit menyelesaikannya sendiri. Memberikan pilihan jawaban saat anak sulit untuk memutuskan bisa menjadi bahan pertimbangan anak untuk berfikir langkah berikutnya. Itulah salah satu proses problem solving yang sedang terjadi. Proses menyelesaikan masalahnya sendiri menjadi kemampuan lain yang harus dipelajari anak. Bagaimana kemampuan berfikir logisnya bermain dalam mencari jalan keluar. Dan itulah matematika sesungguhnya yang telah hadir pada anak kita. Karena matematika tak hanya berkutat pada angka dan sebaris rumus. Kemampuan menyelesaikan masalah menuntut anak berfikir kreatif dalam mencari jalan keluar. 

  • Kamis, 20 Juli 2017

Artikel Terkait

7 tips menulis saat bulan ramadhan
7 tips menulis saat bulan ramadhan
7 tips hemat ala emak
7 tips hemat ala emak
7 Alasan kenapa saya suka angka tujuh
7 Alasan kenapa saya suka angka tujuh
7 Adab Berteman yang Harus Dikenalkan Pada Anak
7 Adab Berteman yang Harus Dikenalkan Pada Anak
Yuk, Kenali Gaya Belajar Anak Anda
Yuk, Kenali Gaya Belajar Anak Anda
7 waktu asyik untuk mengamati gaya belajar anak
7 waktu asyik untuk mengamati gaya belajar anak
Lakukan Ini Sebelum Akun Telegram dan WA Anda Dibajak
Lakukan Ini Sebelum Akun Telegram dan WA Anda Dibajak
7 Cara Mengenalkan Aturan pada Anak
7 Cara Mengenalkan Aturan pada Anak

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar