7 tips melawan rasa malas menulis di blog

7 tips melawan rasa malas menulis di blog

Mak ..., 

Pernah kah merasakan malas luar biasa untuk melakukan sesuatu?

Pernah muncul rasa ogah-ogahan untuk menyelesaikan tugas?

Pernah menunda kerjaan walaupun tahu kapan deadline-nya?

Pernah merapel tugas karena menganggap itu hal yang biasa dan bisa dikebut semalam?


Aiih, itulah penyakit menular. Menjadi penyakit karena bisa mempengaruhi banyak hal, karena, bisa jadi, ada hak orang lain yang beririsan dengan hasil kita bila malas yang mendera. Menular? iih, beneran loh, menular. Apalagi kalau melihat orang lain selonjoran di depan mata kita sambil main hape, dan kita? berjibaku dengan tugas setumpuk. Oh no!.


Buat Anda yang memiliki blog, jarang diisi, sekalinya menulis di blog, tiga bulan kemudian. Duuh, sayang sekali, mak. Blog itu, buat yang suka dengan menulis, biasanya sebagai wadah bercerita dalam kata. Apapun dituliskan, dituangkan dan disampaikan di blog itu. Lega rasanya kalau sudah berhasil menyelesaikan satu tulisan yang diposting di blog. Tapi, rasa malas sering mendera, ada saja alasan untuk mulai menulis.


Pernahkah mengamati diri sendiri, merenung mungkin lebih tepatnya. Biasanya, rasa malas itu datangnya berpola. Contohnya nih, setiap mau menulis di blog, selalu ada saja alasan lain yang membuat kita malas membuka leptop atau menulis di catatan kecil tentang ide yang akan dituang karena melihat hal lain yang lebih menarik. Atau saat sedang enak selonjoran, ide datang dan harus segera dituangkan. Tapi badan ini masih ingin rebahan. Butuh keinginan kuat ya untuk mau bergerak saat kodisi sedang enak selonjoran. Pernah kah mencoba tips berikut untuk melawan rasa malas menulis di blog, mak?


1. Target yang jelas

Memiliki target menulis yang jelas adalah motivasi terbesar apa yang membuat Anda ingin menulis. Mau sekedar menulis aja? Untuk siapa? Mengapa Anda mau menulis?. Bila alasan Anda tidak kuat, maka jangan salahkan bila si malas datang. Saat si malas datang, ingat akan motivasi dan target Anda.


2. Buat jam khusus menulis

Menulis juga membutuhkan waktu khusus layaknya kita bekerja di kantor, memasak atau bahkan mencuci. Atur dalam ritme kerja Anda kapan waktu terbaik untuk menulis setiap harinya.


3. Singkirkan penghalang 

Sebelum Anda mulai menulis, pastikan rumah sudah rapih, cucian sudah dijemur, masakan sudah siap, kompor sudah dimatikan. Atur handphone Anda ke silent mode dan pastikan handphone anda jauh dari jangkauan tangan. Matikan wifi atau kuota data. Ini penting. Bila semua itu tidak disingkirkan sebelum Anda duduk manis di depan layar komputer, percayalah, yang harusnya bisa menulis satu jam, bisa molor menjadi tiga jam, bahkan lebih.


4. Minta dukungan orang terdekat

Ceritakan target Anda menulis pada orang terdekat. Minta ia untuk selalu mengingatkan, selalu support kapan pun Anda butuhkan. Kadang, kita butuh energi dari orang terdekat untuk kembali mendatangkan semangat menulis.


5. Berkomunitaslah

Mak, cari, temukan dan bergabunglah dengan orang-orang yang memiliki hobi menulis. Dalam sebuah komunitas saat ini, tak hanya berkumpul secara online. Namun kegiatan-kegiatan positif terkait kepenulisan secara offline pun sering dilakukan. Oleh karena itu, pilihlah komunitas yang memiliki nilai integrita yang sama dengan tujuan Anda menulis.


6. Komitmen dan konsisten

Tidak ada cara lain lagi yang lebih mutakhir untuk membuang rasa malas selain berkomitmen untuk menghindari atau meminimalisirnya. Dan konsistenlah pada apa yang menjadi tujuan Anda menulis.  


7. Berdoa pada Allah untuk dijauhkan dari rasa malas

Malas merupakan bagian dari godaan yang harus dilawan. Sulit memang melawannya. Lah kalau mau melakukan sedikit perubahan kan harus ada langkah pertama memulainya kaan. oia, ada doa yang diajaran Rosulullah untuk dijauhkan dari rasa malas ini, loh. Berikut ini doanya:


Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca do’a:


اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ


Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.” (HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706)*


Jadi, pastikan kembali untuk apa Anda menulis. Karena seorang penulis itu adalah pembicara yang mampu menembus ruang dan waktu.


*Sumber : https://rumaysho.com/1013-doa-meminta-perlindungan-dari-sifat-malas.html

Sumber : http://azkail.com/7-tips-melawan-rasa-malas-detail-54878