Quantum writing
Kamis, 28 Mei 2020
azkail
Bagikan

Quantum writing

Musuh terbesar manusia adalah keraguan dan ketakutan yang bersemayam di dalam dirinya-william wringley, Jr

 

Pernah ga sih ngrasain legaaa banget saat kita nyoret-nyoret atau mungkin menulis saat kita sedih atau lagi marah sama seseorang?

Pernah ngrasain kayak plong gitu ga setelah kita nulis sesuatu yang ada di pikiran kita?

Atau pernah ga sih merasa sudah banyak ide nih di kepala, tapi saat mau nulis, tetiba ide hilang, ga bisa memulai walau dari satu kata?

Atau pernah ga udah nulis banyak nih, ternyata isinya garing, etapi hati kita plong karena sudah nulis?

===

Yup, buat Anda yang pernah merasakan satuuuuu aja dari salah satu kondisi di atas itu, ternyata pernah ada penelitiannya loh tentang itu semua. Jadi ceritanya, seorang peneliti  yang juga seorang psikolog, pada tahun 1990-an melakukan penelitian selama 15 tahun tentang pengaruh upaya membuka diri melalui menulis terhadap kesehatan fisik. Dari hasil penelitian itu beliau tuliskan juga dalam bukunya yang berjudul Opening Up: The Healing Power of Eexpressing Emotions. Garis besarnya dari penelitian itu adalah membahas  bagaimana upaya mengungkapkan segala pengalaman yang tidak mengenakkan dengan kata-kata bisa mempengaruhi pemikiran, prasaan dan kesehatan tubuh seseorang. Dan ternyata hasilnya adalah orang-orang yang menuliskan pikirian dan perasaan terdalam mereka tentang pengalaman traumatis, menunjukkan peningkatan kekebalan tubuh dibandingkan dengan orang yang menuliskan masalah-masalah remen temeh. Dan ini adalah pembuka di bab pertama buku quantum reading yang dirakit dari materi-materi menulisnya penerbit Kaifa oleh alm Hernowo. Pembukaan buku yang menarik untuk membaca halaman demi halamannya.

 

Buku yang diterbitkan oleh Kaifa PT Mizan Pustaka ini terdiri dari 243 halaman, tidak terlalu tebal lah untuk jadi camilan satu minggu. Secara tampilan cukup menarik dengan warna hijau adem yang menyejukkan mata. Perpaduan dengan warna font putih dan hijau dengan baluran gambar warna orange, jadi mempercantik cover bukunya. Saya suka. Kalau kita buka halaman demi halaman, ada yang menarik saya, sebagian halaman genapnya itu dijadikan kutipan-kutipan penting dan atau mindmap tulisan dalam bab itu. Jadi saat saya akan membaca kembali buku ini, cukup diingatkan dengan membaca halaman kiri saja. Tak hanya itu, kepala halaman ditambah dengan semacam logo buku dan tulisan tema bab. Jadi memudahkan saat kita kemudian membaca kembali, kita tahu ada di bab yang sedang membahas tentang apa. Dibagian bawah kanannya terdapat icon daun berwarna hijau sebagai wadah nomor halaman. Tak hanya itu, setiap kalimat penting, bab dan sub bab pun diberi warna hijau. Jadi kalau cara membaca Anda perlu dibantu dengan tulisan dan tampilan yang sedikit berwarna, buku ini bisa menjadi pilihan.


quantum writing

 

Lalu bagaimana dengan isinya?

Sesuai dengan judulnya, buku ini ini mengajak kita untuk jangan takut untuk mulai menulis. Semua orang sebetulnya memiliki potensi keterampilan untuk menulis, hanya belum diasah. Buku ini mengenalkan cara memulai untuk mengungkapkan melalui tulisan. Dibuka dengan hasil penelitian seperti yang disampaikan di atas. Apa manfaat menulis bagi kesehatan dan menyampaikan apa yang sebetulnya bisa menjadi hambatan untuk menulis yang sebetulnya bisa dihindari. Contoh buku dan cerita motivasi dari beberapa penulis terkenal yang menceritakan bagaimana mereka akhirnya bisa melalui hambatan menulis dan bisa memberikan semangat pada kita yang membaca untuk mulai menulis. Satu yang menohok di bagian pertama buku ini adalah bila ingin mulai menulis adalah mulai membaca. menulis itu membutuhkan membaca dan membaca membutuhkan menulis. Kalau tidak mau membaca, apa yang mau ditulis. Jadi antara membaca dan menulis itu satu paket yang tak bisa dipisahkan. Dengan banyak membaca, selain kita tak kekurangan diksi kita juga akan dibuat kaya pengetahuan dan pengalaman untuk dibagi dalam bentuk tulisan kepada orang lain.

 

Trus, gimana caranya?

Ada beberapa teknik yang ditawarkan buku ini. Dan semuanya tampak sederhana betul. Tapi saat mempraktekkannya perlu effort luar biasa. Intinya sih, mulai aja dulu nulisnya, jangan mikirin susunan diksinya bener apa ga, jangan mikirin alur ceritanya, buang jauh-jauh ini tulisan baik atau ga. Karena nanti akan ada waktunya kita untuk self editing. Karena tujuan buku ini adalah mengenalkan tentang quantum writing. Bagaimana kita mulai menulis agar tulisan menjadi bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain bila dipublikasikan.


Dan ternyata ada bonusnya loh

Buku ini memberikan bonus HOW TO menulis tentang diri sendiri, bagaimana menulis resensi yang baik dan benar plus memberikan gambaran seperti apa sih caranya menulis fiksi dan nonfiksi itu. Asyik apa asyik banget?

 

Buku ini pas banget untuk yang baru di awang-awang aja untuk menulis, atau buat mamak yang sudah menulis tapi kadang masih suka mentok bolak balik. Baca deh buku ini. Akan terbelalak dengan teknik, cara memnimalisir hambatan dan bagaimana solusinya.

 

Tertarik untuk membaca? Segera miliki, baca dan praktekkan isi bukunya ya.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar