Home / Artikel Take it Like a Mom

Take it Like a Mom

Take it Like a Mom

Resensi Buku Parenting

Minggu, 04 Februari 2018

Buku terjemahan karangan Stephani Stiles ini diterbitkan oleh bentang pustaka. Cetakan pertamanya di bulan April 2016 dengan 390 halaman + vi ini cukup menggelitik saya kalau dilihat dari judulnya, "Take it Like a Mom". Buku ini saya pinjam online di IPusnas. Membaca online dari ponsel ada plus minusnya tersediri. Tapi di luar itu, saya sedikit menikmati cara membaca seperti ini.


Buku ini menceritakan keseruan, kehebohan seorang ibu rumah tangga yang masih muda, Annie. Robby anak pertamanya yang berusia 3 tahun sedang senang-senangnya meniru ragam kata yang ia dengar. Konflik dan kehebohan mulai terjadi saat Alex, suaminya termasuk salah satu pegawai yang akan di PHK perusahaan. Tak hanya itu, saat Annie mengetahui  kabar itu, kabar lain datang, ia hamil! Antara senang dan sedih bercampur. Perubahan emosi sering terjadi saat harus mengurus anak dan rumah tangga. Belum lagi ketika kehamilan kian besar, ia harus sudah mulai mencari sekolah untuk Robby. Buku ini ditulis dari kacamata Annie. Ada banyak keadaan yang diceritakan sebagai seorang ibu muda yang sedang hamil merasakan keseruan memiliki balita, mengurus rumah, bertemu dengan tetangga yang bekerja di kantor, tetangga yang bergosip dan bumbu lain khas Amerika dalam berpakaian ala ibu hamil.


img-1517700290.jpg


Saat membacanya, saya merasa amat sangat bosan, karena hampir 1/3 isi buku itu menggunakan alur lambat dan banyak sekali dialog dan gurauan khas Amerika yang butuh berpikir ulang, mereka-reka apa maksud dari kalimat itu. Namun diujung cerita, penulis banyak memberikan pandangan-pandangan baru terkait ibu muda yang sedang hamil pun bisa beraktivitas seru layaknya orang lain. Buku ini bisa menjadi alternative bacaan bagi Anda yang ingin hamil atau sedang hamil. Menghibur dan menyenangkan namun dikunci dengan pandangan baru si penulis tentang ibu muda. SAran saya, baca buku fisiknya ya. Buku online yang saya pinjam di IPusnas tidak urut bab. Agak bingung juga menyambungkan setiap urutan cerita. Namun diluar itu, saya menikmati keseruan kisah di buku ini, serasa flash back saat berada di kondisi Annie sekarang. Emak-emak banget.

Komentar

  • Dee purnama

    Minggu, 04 Februari 2018

    Ya ampyuunn kak keren amat buku bacaanya. Anyway, di Ipusnas nggaj urut yak babnya? Aku kemaren pinjam karya ayu utami. Lumayan mumet, jangan-jangan karena babnya nggak urut (krik krik).

  • ika pratidina

    Minggu, 04 Februari 2018

    kaka widia, kaka titin... lop yuu.. terima kasih sudah berkunjung yaa kaka dee, aku udah dua kali ikek gini pinjem online. hehehe. ga ngerti salahnya dimana. tapi perpus online ngebantu banget ngilangi ke bt an di jalan saat ga bawa buku.

  • TP Dewi

    Senin, 05 Februari 2018

    Nice posting. Kebayang seru dan hebohnya. Ternyata hal-hal kecil di sekitar kita bisa ditulis jadi bukubdan menginspirasi orang lain yak..

  • ika pratidina

    Senin, 05 Februari 2018

    bettul, siapa yang tahu kalau kecil menurut kita, ternyata besar menurut orang lain yak. selamat membacaaa

Tambahkan Komentar

Jejaring Sosial