Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat


"Karena kebahagian itu tumbuh dari masalah. Maka jangan menghindar dari masalah. Manson"


Mark Manson, seorang blogger yang belakangan ini tulisannya dibaca oleh berjuta-juta orang karena pemikiran masa bodonya yang menarik. Dan saya salah satu pembacanya. Hahaha. Sebelum membeli buku The Subtle Art of Not Giving A F*ck, saya melipir baca tulisannya yang kadang bikin berkerut di blognya ini . Berawal dari link tadi, banyak surel dan pertanyaan yang masuk kepada Manson terkait cara ia melihat dan menjalani kehidupannya dengan pemikiran yang tak biasa. Baginya, dalam hidup itu kita hanya punya kepedulian dalam jumlah yang terbatas, maka kita harus bijaksana dalam menentukan kepedulian kita. Masa bodo dengan apa dan bagaimana standar bahagia dan sukses orang lain. Maka gunakan standar bahagia dan sukses kita sendiri, bukan standar orang lain. Taahhh...etaa. Kadang kita masih berusaha menyamakan kebahagiaan kita dengan orang lain.


Menurut Manson, pemerintah, orang tua hingga media turut andil dalam menciptakan cara pandang kita tentang kebahagiaan atau kegagalan. Pemerintah memberikan nilai dan angka dengan ketat atas kinerja dan performa seseorang. Lalu memberikan hukuman bagi yang tak melakukan sesuai dengan yang distandarkan. Orang tua lebih sering memberikan kritik pada anak dan tak membiarkan anaknya mengalami kegagalan, merasakan kesalahan atau belajar menyelesaikan masalahnya sendiri. Bahkan media pun bisa ikut andil yang secara konstan menayangkan banyak sekali kisah sukses dan kebahagiaan orang lain tanpa memberikan porsi yang tepat tentang bagaimana jutaan kegagalan yang telah orang itu lewati. Menarik bukan?

Dan saking banyaknya yang masuk ke surel serta hasil diskusi dengan para pembacanya, akhirnya Manson memberanian diri untuk menjadikan buku atas semua tulisan, pengamatan dan diskusinya selama ini. Cerita, humor cerdas dan hasil pengamatan yang dibungkus dengan pemikiran sederhana, cuek dan bodo amat ini ternyata menjadi buku terlaris di New York Times selama 60 minggu. Tahun 2018 Februari,  PT Grasindo (Gramedia Widiasarana Indonesia) mendapatkan hak penerbitan, dan sampai dengan Februari 2019 sudah sampai pada cetakan ke 20 loh. Wadaw. Padaha, buku aslinya terbit di tahun 2016. 


Manson menyebutkan mengapa ia menggunakan diksi masa bodo dalam bersikap. Masa bodo itu bukan berarti acuh tak acuh  namun memiliki arti nyaman saat kita berbeda. Beberapa kisah dan latar belakang ia sampaikan tentang hal ini. Menarik tentu saja karena memang itulah yang sebetulnya terjadi dalam diri kita. Hanya kadang kita berusaha menghindari dengan menyangkalnya. Padahal bila ada kesulitan jangan dihindari tapi dinikmati. Bagaimana cara menikmati kesulitan? Baca segera buku ini.


Dalam kehidupan, tak jarang kita menemukan kondisi di mana kita harus bertanggung jawab atas sesuatu yang tidak kita lakukan, kita diminta secara tidak langsung untuk bertanggung jawab atas kesalahan orang lain. Manson berpendapat, saat seperti itu, seharusnya kita tidak menyalahkan orang lain. Karena kesalahan itu bentuk lampau sedangkan tanggung jawab bentuk kekinian, sekarang, saat ini. Kesalahan itu merupakan hasil dari pilihan-pilihan yang telah lalu. Sedangkan tanggung jawab adalah pilihan yang akan kita ambil detik ini, saat ini.


Sederhananya, "sekarang Anda sedang membaca tulisan saya. Anda memilih untuk menerima atau menolak tulisan saya. Jika menurut Anda ide saya ini payah, maka itu menjadi kesalahan saya. Tapi bertanggung jawab atas kesimpulan yang Anda ambil dari ide saya itu. Bukan kesalahan Anda bila saya meneruskan tulisan ini. Tetapi Anda bertanggung jawab untuk meneruskan membaca tulisan saya atau tidak." Hahaha.. begitulah beberapa masa bodonya Manson di antara 246 halaman tulisan menariknya.


Karena ini bukan sesuatu yang saya tahu terkait proses pengembangan diri, ada beberapa kali saya perlu membaca kembali kalimat yang telah saya baca. Entah karena terjemahannya yang ga pas atau emang saya yang lola terkait ke masa bodo-annya. Hahaha. Over all, buku ini layak dibaca buat Anda yang perlu tahu cara lain mengembangkan diri dengan cara yang berbeda. Jadi ga terlalu pusing dan bersikap bodo amat dalam kehidupan Anda. Saran saya, baca sampai habis, Anda akan faham mengapa perlu menjadi bodo amat.

Dan akhirnya, apakah saya juga jadi bodo amat Anda mengerti atau tidak apa yang saya sampaikan? Hahaha. Menjadi pilihan Anda untuk bertanggung jawab membeli bukunya (yang aseli ya), melanjutkan baca bukunya atau cukup dari sedikit review ala saya ini. Hehehe

  • Minggu, 24 November 2019

Artikel Terkait

Maryam Bunda Suci Sang Nabi Isa AS
Maryam Bunda Suci Sang Nabi Isa AS
Resensi Novel Origin-nya Dan Brown
Resensi Novel Origin-nya Dan Brown
Biografi Khalifah Rasulullah
Biografi Khalifah Rasulullah
Ini Caranya Agar Tidak Baper
Ini Caranya Agar Tidak Baper
Novel Taj Mahal
Novel Taj Mahal
manajemen marah
manajemen marah
Six Thinking Hats Mengenalkan Pengelolaan Rapat dan Keputusan
Six Thinking Hats Mengenalkan Pengelolaan Rapat dan Keputusan
The Lost Symbol yang menggemparkan
The Lost Symbol yang menggemparkan

Komentar

Gina Hendro
Gina Hendro
Minggu, 24 November 2019

Per Nopember 2019, udah terjyal ssbanyak 235 ribu eksemplardan cetakan ke 32. Ruar biasah yaa?

Admin
Admin
Minggu, 24 November 2019

uwow bangeeet. bisa sampek segitu tuuuh luar biasssaa.

Tambahkan Komentar