Serunya 30 Hari Ikut Tantangan Menulis


Write no fear-Edit no mercy


Menulis buat saya adalah kebahagiaan berikutnya selain makan coklat. Nikmat banget yang kadang bisa membuat saya harus patuh pada alarm ponsel untuk berhenti. Tak hanya belajar merangkai diksi tapi bagaimana kemudian rangkaian itu bermakna dan bermanfaat buat keluarga dan orang banyak yang tak terbayar kenikmatannya. Maka saat menulis, menulis saja, jangan menengok ke belakang dulu sampai selesai. Ngeditnya nanti saat cooling down di waktu yang berbeda dengan menulis. Karena biasanya saat menulis, semua yang ada di kepala mengalir ke jari. Urusan nyambung ga nya hingga EYD sekalipun, self editing di akhir.


Masalahnya adalah ada dua naskah saya yang sempat mangkrak ga tersentuh lagi. Dan mba editor sudah mulai nyolek saya berkali-kali. Hahaha. Tercyiduk saya. Sepertinya saat itu strong why saya mulai memudar, saya lebih aktif menulis artikel untuk orang lain dan lebih suka menulis di blog dari pada menyelesaikan proses itu. Ndilalah ada kesempatan terbuka saat mengikuti kelas bunda cekatan untuk melakukan kebiasaan secara konsisten dan komitmen dalam 30 hari berturut-turut. Menarik, selain memperbaiki strong why, saya butuh dipecut dari luar untuk segera menyelesaikan tulisan yang mojok itu.


Saat membuat mind map untuk kelas bunda cekatan, saya sudah memprioritaskan untuk mengasah keterampilan konseling. Kebutuhan ilmu dan jam terbang tambahan konseling remaja muncul karena makin hari makin bertambah orang tua atau teman yang datang mencari bantuan solutif akan anaknya. Atau si remaja itu sendiri yang mendekat. Terbiasa mengelola usia pra sekolah hingga SD, kemudian mendapat kesempatan dan tantangan mengelola anak di atas itu usianya, menggerakkan saya untuk belajar dan fokus pada ilmu parenting remaja. Namun karena kondisi tidak memungkinkan  dilakukan secara offline untuk konseling saat ini (Corona efect), maka saya rubah haluan dengan fokus mind map kedua, yaitu menulis artikel.


Akhirnya, saya memberanikan untuk kembali memulai. Memulai untuk melanjutkan proses menulis yang tahun lalu sempat mangkrak di sudut lemari. Satu hari satu proses yang harus saya lalui hingga bisa jadi satu bundel buku. Sengaja saya tuliskan di sini. Selain bisa menjadi afirmasi diri juga biar bisa didoakan banyak pembaca. Semoga Allah  mampukan saya untuk membuat buku solo ini dan menjadi berkah dunia akhirat. Amiin.


Hari ini saya kembali menentukan tema tulisan dan membuat outline. Ga terlalu lama memutuskan, karena saya sudah tahu apa yang mau saya tulis. Alhamdulilah. Nah untuk memudahkan proses day by day nya, saya membuat habit tracker sebagai reminder diri. Saya beri poin 2 untuk hari ini karena outline yang sudah ada bisa saya revisi. Oia saya pernah bercerita di sini  tentang bagaimana melatih habit baru dalam hidup. Bagaimana habit baru itu akan melekat erat dalam hati dan tubuh kita. Dan saya kembali mengikuti keseruan ini. Bismillah.

Selamat mengikuti hari demi hari proses yang saya lalui mulai hari ini ya. 


img-1585004549.jpg


Ups, kira-kira saya mau menulis tentang apa ya ? Ada usulkah?

  • Selasa, 24 Maret 2020

Artikel Terkait

Kau Wulan dan Aku Bintang
Kau Wulan dan Aku Bintang

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar