Tips Anti Bosan Saat Di Rumah Aja

Kehangatan keluarga itu tak dihitung dari seberapa luas rumah Anda, tapi seberapa luas kebahagiaan yang menempati rumah itu.


Bagaimana rasanya berada di rumah saja selama sebulan-an ini mak? Banyak cerita seru pastinya ya. Mungkin di minggu-minggu pertama kita –saya aja ini siih keknyee- masih menikmati ngruntel dengan keluarga. Ada saja ide bertebangan yang bisa segera dieksekusi. Masuk minggu ke tiga dan ke empat mulai goyah nih pertahanan. Gatel rasanya pengen keluar rumah. Kangen pengen lihat yang hijau-hijau dan curug. Pengen berkunjung menyusuri jalan yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Pengen ngunjungi dari masjid ke masjid yang ada di kota besar bareng paksu. Pengen nyobain naik kereta dari Bogor ke Merak dan ke Sukabumi yang belum kesampean (ya Allah, kesian bet yaaa). Bahkan timeline media sosial saya riuh tentang kangen pasar, kangen pengen ke mall. Aiih. Godaan mulai datang saat ramadan sudah masuk. Hembusan ingin ke pasar melengkapi keperluan sahur dan berbuka mulai memanggil-manggil. Godaan banget yekaaan.


Wajar sih ya pengen ke sana ke mari. Efek dari karantina di rumah aja selama wabah covid 19. Kita semua nyaris di rumah saja. Keluar rumah hanya untuk membeli keperluan makanan yang tak bisa dibeli secara online, itu kalau saya. Semoga mamak-mamak yang lain juga gitu ya. Kalau hanya sehari dua hari di rumah aja mungkin tantangannya tak terlalu berat ya. Lah, ini sudah sebulan lebih kita di rumah. Bosan, BT, kesal, jenuh dan muak bisa saja muncul. Apalagi bila tidak diimbangi persiapan mental, dukungan, kekompakan keluarga dan pilihan ragam aktivitas lain yang bisa melawan rasa bosan. 


Nah, saya mau sedikit berbagi keseruan nih, apa saja yang bisa kita lakukan agar betah di rumah saat wabah seperti ini melanda. Semoga membantu ya.


1. Tata ulang perabotan rumah

Yup, menata ulang letak perabotan atau furnitur di rumah bisa menjadi awal yang baik saat bosan melanda. Kadang tuh ya, mata kita udah sepet liat yang sama dan itu-itu aja selama di rumah. Nah, mengapa tak memulai dari menata ulang posisi furnitur rumah? Menata ulang ruang tamu, ruang baca, ruang keluarga atau kamar mungkin bisa menjadi angin segar. Bisa dilakukan tiap minggu nih mak. Lumayan menjernihkan mata. Tapi harus siap mental dulu ya, jangan berharap langsung glowin bin kinclong bersih rumahnya. Tapi percaya deh, setelah tata ulang, pandangan mata udah ga sepet lagi.


img-1587962862.jpg

Ruang Baca azkail bulan lalu


2. Decluttering


Istilah ini makin mendunia setelah video dan buku Marie Kondo tentang The Life Changing Magis of Tidying Up meledak di pasaran. Metode KonMari yang dikenalkan menarik banyak orang tentang bagaimana barang-barang yang ada di rumah itu ternyata bisa menjadi sumber stress. Maka agar tak menambah stress, ia menawarkan metode KonMari yaitu seni merapihkan barang yang ada di rumah. Ini menarik dan bisa kita lakukan saat #dirumahaja loh. Mulai mensortir barang-barang yang kita miliki. Bagi menjadi tiga bagian besar. Mana yang akan tetap digunakan, mana yang akan dibuang dan mana yang akan dibagi kepada orang yang membutuhkan. Cara teknisnya agar tak lelah hayati, metode Konmari bisa menjadi salah satu cara mensortirnya, mak. Apakah dimulai dari kategori barang atau per ruangan dulu yang mau disortir itu ada caranya. Jangan lupa libatkan anak-anak dan keluarga ya, pasti tambah seru deh berbagi perannya. Dan ingat, setiap kita akan dimintai pertanggung jawabannya, termasuk pemanfaatan kepemilikan barang yang ada pada kita.


img-1587963016.jpg

konmari.com



3. Mencoba menu masakan baru bersama keluarga

Siapa yang di rumahnya, ada yang bolak-balik buka kulkas, nyuci piring dan masak berasa ga selesai-selesai. Belum selesai nyuci piring, sudah ada yang lapar minta camilan. Yuhuuu, sejiwah kita maaak. Perasaan baru satu detik yang lalu masak, udah habis aja tu camilan. Mengapa tak ajak mereka untuk main di dapur aja sekalian. Jangan mikir berantakannya dulu ya. Ini yang saya lakukan sebelum pasukan masuk ke kerajaan saya di dapur, mungkin bisa jadi bahan pertimbangan:


a. Tentukan menu makanan yang akan di masak bersama keluarga

b. Buat kesepakatan awal sebelum masuk dapur

Mulai dari siapa yang menyiapkan alat dan bahan, merajang makanan atau mengadoni, menggoreng atau memanggang dan terakhir yang paling penting adalah berbagi peran untuk merapihkan kembali kerajaan dapur seperti semula. Biasanya anak-anak akan semangat saat di awal aja, begitu sudah ada yang mateng, ditinggal dah tuh dapur. Maka yang saya lakukan adalah membagi peran sesuai kesepakatan dan pilihan masing-masing. Intinya, di satu waktu bersamaan, tak ada anak yang tidak melakukan apapun. Tak ada anak yang hanya melihat dan berpangku tangan. Jadi semua bekerja sama sesuai dengan porsi pilihannya masing-masing. 


img-1587963552.jpg

Tantangan membuat nasi goreng


4. Melakukan hobi masing-masing

Setiap kita pasti memiliki aktivitas yang disukai. Mulai dari membaca, doodle art, bermain musik, ngulik teknologi, bikin video tutorial, menulis sampai bongkar pasang sesuatu. Nah, aktivitas ini bisa ditawarkan kepada anggota keluarga. Lakukan satu hobi masing-masing hingga selesai. Bila perlu cari dan ikuti kelas onlinenya, temukan dengan mentornya secara daring. Atau buat projek yang disesuaikan dengan hobinya. Kalau anaknya suka menggambar, berikan satu sisi tembok yang boleh ia gambar-gambar. Atau gunakan kertas ukuran besar yang ditempelkan di tembok, lalu minta anak berkreasi di situ.


img-1587963660.jpg


5. NOBAR

Nonton bareng menggunakan layar besar atau bila tidak ada, gunakan televisi yang ada namun buat suasanya mendukung seperti berada dalam bioskop. Lampu ditemaramkan, sediakan camilan popcorn serta bantal-bantal pendukung saat nonton bareng. Pilih film yang disepakati bersama. Misalnya film yang ramah keluarga seperti ini 


Itu adalah contoh aktivitas yang bisa dilakukan bersama keluarga selama #dirumahaja.


Ada yang perlu diperhatikan oleh kita semua saat melakukan aktivitas di rumah. Karena kadang bosan bahkan kehabisan ide pun melanda. Maka mungkin 7 tips ini bisa membantu kewarasan mamak-mamak di rumah.


1. Fleksibilitas dalam beraktivitas

Artinya sebagai ibu, perlu memiliki kaca mata yang lebih dalam dan lebih jeli dalam melihat ritme emosi anak-anak. Bisa jadi aktivitas yang sudah disepakati bersama akan menemui kendala. Entah tak tersedianya seluruh bahan atau cuaca tidak mendukung karena harus dilakukan di halaman rumah. Maka kepiawaian kita dalam mengelola sebuah aktivitas bersama, betul-betul dituntut.


2. Siapkan alternatif aktivitas lainnya

Masih berhubungan dengan fleksibilitas, maka menyiapkan aktivitas  cadangan menjadi sesuatu yang piperlukan. Tapi tenang saja, kadang ide itu datang dari anak-anak kok. Kita hanya perlu memantiknya saja dengan pertanyaan cerdas dari mamak. Misal, “kita sekarang ternyata hanya ada alat ini dan ini, kira-kira apa yang bisa kita mainkan dengan menggunakan alat ini ya sekarang?”


3. Tahan emosi tingkat dewa

Ini yang kadang sulit nih untuk menahan rasa gemes kita saat aktivitas tak sesuai dengan rencana. Atau bahkan malah runyam gegara pertengkaran kakak dan adik. Maka menyiapkan hati dan kepala dingin sangat diperlukan sejak awal dengan memberikan kesepakatan bersama. Namanya kesepakatan artinya kita-orang tua, bersepakat dengan anak-anak. Tawarkan jalan keluar kalau mereka belum bisa memberikan usulan. Lalu putuskan bersama. Buat agar kesepakatan itu keluar dari mulut mereka sendiri. Mengapa? Karena kalau keputusan dari kesepakatan itu dari kita, orang tuanya, saat ada kondisi yang anak tak suka, lalu mendapatkan konsekuensi kesepakatannya, anak bisa saja menjawab,”itu kan keputusannya bunda, bukan aku yang buat.” Di sini kita bisa mengajarkan problem solving dan tanggung jawab kepada anak.


4. Libatkan pasangan saat beraktivitas

Ya, ini salah satu kunci penting dalam bermain bersama seluruh anggota keluarga. Keterlibatan pasangan membuat rasa kedekatan yang mendalam antar satu sama lain.


5. Abadikan momen

Rekam dengan ponsel yang ada selama aktivitas bersama ini bisa menjadi kenangan saat mereka besar nanti. Suatu saat mamak akan bercerita tentang hari itu. Bagaimana keseruan di rumah saat terjadi wabah yang mendunia dan kita di rumah saja.


Kalau tips di atas masih belum mempan, mungkin saatnya Anda mencoba latih keterampilan membuka kulit kuaci dengan dua jari, mak.


Kebahagian keluarga itu diciptakan bukan dibiarkan mengalir begitu saja. Maka saatnya kita menciptakan dan membawa kebahagiaan itu di tengah keluarga kita.

Kapan?

Ya sekarang. Jangan tunda lagi. Karena kita tak akan pernah tahu usia kita, bukan?


Kategori
Tips Ketjeh

Artikel Terkait

Komentar

  • maria tanjung Senin, 27 April 2020

    keren keren nih tipsnya. Semakin banyak kegiatan di rumah Insha Allah kita semakin tidak bosan di rumah aja sembari menunggu badai pandemi berlalu. salam kenal mbak

    • avatar
      Admin Selasa, 28 April 2020

      aamiin, semoga pandemi segera berlalu. salam kenal juga mba

Tambahkan Komentar