Tips Hemat Saat Pandemi

Ada yang berbeda dengan lebaran tahun ini. Pandemi covid 19 membuat kita semua mau tidak mau lebih banyak melakukan banyak kegiatan di rumah. Penularannya melalui droplet yang mampu membuat banyak penderita bertambah. Droplet yang berada di benda-benda sekitar pun disinyalir menjadi salah satu sebab tertularnya virus ini dengan cepat. Maka kondisi tak akhirnya dirasakan oleh semua orang. Termasuk saya dan keluarga. 


Lebaran menjadi ajang silaturahmi dengan jangkauan yang lebih luas. Hari pertama di bulan Syawal ini dijadikan sarana saling menyambangi satu sama lain. Saudara jauh yang mungkin hanya bisa bertemu fisik satu tahun sekali, menjadikan momen lebaran sebagai salah satu pilihan waktu berkumpul. Persis setelah shalat ied, sarapan dengan ketupat, opor ayam, rendang dan sambal goreng kentang, menjadi khas pembuka pagi di hari pertama Syawal. Akan terasa makin akrab saat banyak keluarga dan handai taulan datang ke rumah kita. Maka persediaan makanan untuk menjamu tamu, biasanya harus dipersiapkan lebih banyak dari biasanya. Tak hanya saling berkunjung, saling menghadiahi makanan pun menjadi salah satu tradisi yang telah dirasakan hingga saat ini. 


Saat pandemi, saat di mana sudah banyak masyarakat di PHK atau di rumahkan untuk sementara waktu, membuat pemasukan keuangan pun sedikit berbeda. Hemat dan mampu mengelola keuangan dengan ketat, menjadi prioritas dalam memanfaatkan apa yang telah kita miliki. Tidak ada yang tahu sampai kapan pandemi berakhir. Entah berapa lama lagi pembatasan sosial berskala besar akan terus diberlakukan pemerintah. Banyak dari kita yang akhirnya hidup dari dana tabungan atau gaji di bulan berjalan. Iya kalau masih mendapatkan gaji, kalau ternyata itu gaji terakhir karena proses PHK? Sedih bukan kepalang. Maka bersyukur jauh lebih baik dari pada mengeluh bukan? Yuk, saatnya kita berbenah diri dan berbenah keuangan lagi. 


Berikut ini beberapa tips yang mungkin bisa membantu memprioritaskan kebutuhan selama pandemi.


1. Dahulukan kebutuhan dasar bukan keinginan

Ini hal pertama yang wajib menjadi pegangan kita saat semua serba terbatas. Terbatas waktu keluar, terbatasnya produk atau terbatasnya dana. Buat list kebutuhan selama pandemi. Dimulai dari bahan makanan, obat-obatan hingga kebutuhan logistik lainnya. Minimal ada tiga barang ini


2. Dont panic, be creative mom

Tenang saat berpikir dan bertindak akan membantu kita mendapatkan jalan keluar dari setiap tantangan yang ada di depan mata. Diskusikan dengan pasangan Anda apa yang sebaiknya dipersiapkan di rumah. Apa yang harus dilakukan selama di rumah bersama keluarga.  Panik adalah hal negatif yang bisa menulari kepada orang sekitar kita. Ga mau kan yang lain juga ikut panik? Maka temukan hobi Anda, apa passion Anda dan berkreativitaslah di sana. Berserah diri pada Allah bukan berarti tak melakukan usaha apapun.


3. Siapkan uang cash

Menyiapkan uang cash di rumah untuk persiapan bila ada kebutuhan mendesak yang kita tidak bisa ke Anjungan Tunai Mandiri (ATM).  Bagaimana bila uang cash tak ada apa algi yang di ATM sepeser pun tidak punya? Mungkin saatnya memutar otak agar dapat terus menyambung hidup. Berjualan produk yang dibutuhkan masyarakat saat pandemi, jual jasa antar ambil barang atau jualan online yang produknya dari orang lain, mungkin bisa membantu.


4. Prioritaskan dana zakat

Ramadan adalah bulan berkah. Maka memaksimalkan segala bentuk ibadah di dalamnya menjadi nilai lebih bagi kita, umat muslim. Dan salah satunya adalah dengan membersihkan harta yang kita miliki dengan berzakat. Yang diutamakan adalah zakat fitrah, lalu zakat yang lain sebagai ibadah sunnahnya.


5. Rayakan lebaran dengan cara yang unik

Tak hanya persoalan baju baru saat lebaran, persiapan aneka jenis makanan dan salam tempel juga menjadi semacam tradisi yang ada di lingkungan kita. Maka jadikan baju lama Anda menjadi sesuatu yang unik dengan dipadupadankan dengan baju lain. Tak perlu baju baru kok saat berlebaran, yang penting bajunya bersih dan masih menutupi aurat kita. Saat ada yang datang berkunjung, ganti salam tempel Anda dengan memberikan souvenir unik yang Anda buat sendiri bersama anak-anak. Buat sesuatu yang bisa diambil manfaatnya oleh orang yang menerima. Apa saja, sesuaikan dengan kemampuan Anda. Tentu hal ini akan menekan biaya salam tempel yang biasa terjadi saat lebaran tiba. 


Semoga Allah memudahkan langkah kita menuju bulan baik berikutnya. Semoga pandemi ini segera berlalu.


Kategori
Tips Ketjeh

Artikel Terkait

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar