Yang Perlu Diperhatikan Saat di Masjid Nabawi


Siapa yang tak ingin beribadah di masjid Nabawi?

Siapa yang tak ingin sholat di Raudhah, tempat yang tak ada batas antara hambanya dan Sang Pencipta.

Siapa yang tak ingin menghabiskan banyak waktu ibadahnya di dua kota yang paling dirindukan, yaitu Makkah dan Madinah.

Siapa yang rindu untuk kembali beribadah di masjid Nabawi?


Ya, buat emak yang belum pernah ke masjid Nabawi, tentu belum bisa merasakan nikmat luar biasa saat menginjakkan kaki ke masjid ini. Baca ini deh mak, saat saya pertama kali menginjakkan ke dua kota suci ini disini  Buat emak yang sudah pernah ke masjid ini tentu memiliki kerinduan yang teramat sangat ingin kembali lagi ke sana, bukan? Bergetarnya hati saat melihat tayangan masjid di televisi itu seakan sulit dilukiskan dan ditulis. Termasuk sekarang, saat saya mencoba menyimpan tetap utuh memori itu di kepala dan hati saya. Dan berusaha menuangkan dalam bentuk tulisan seperti hari ini. Karena keinginan terbesar berikutnya sebelum kematian adalah, pergi haji dan umrah ramadhan bersama keluarga. Ya Allah, mudahkan-lah ya Allah.


Ada sebuah hadist masyhur Rosululah tentang keutamaan sholat di masjid Nabawi. 


صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik dari 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom.” (HR. Bukhari no. 1190 dan Muslim no. 1394, dari Abu Hurairah)


Dalam riwayat lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ

Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah no. 1406, dari Jabir bin ‘Abdillah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1173)


Perjalanan ibadah saat itu dimulai setelah umrah di Makkah lalu saya dan rombongan berangkat ke Madinah. Sepanjang perjalanan dari Makkah ke Madinah membuat mata tak bisa terpejam. Menyusuri tanah gurun nan tandus dengan bis mewah, membuat saya berusaha membayangkan bagaimana saat Rosulullah berjalan dari Makkah ke Madinah kala itu. Sesaknya dada semakin tak terbendung saat 5 jam berikutnya saya mulai melihat ujung menara masjid Nabawi yang sering saya lihat di televisi. Qodarullah, hotel tempat saya tinggal berada persis depan masjid Nabawi. 


Ada banyak sekali catatan yang ada diingatan saya tentang masjid kedua yang dibangun oleh Nabi SAW ini. Termasuk barang remeh temeh tapi penting buat jama'ah saat akan ke masjid nabawi. Berikut ini yang bisa saya tuliskan:

1. Perhatikan no pintu gerbang dan pintu masuk masjidnya

Mak, sampai tahun 1994 saja sudah dilakukan 9 kali perluasan besar-besaran karena menjadi salah satu tujuan utama ummat islam setelah masjidil haram. Saat kita berada di masjid Nabawi, kita cukup menghafal satu pintu masuk saja. Karena total pintu masuk ke masjidnya ada 86 buah. Agar tak tersesat, ingat satu pintu saja yang paling dekat dengan hotel.

img-1558765952.jpg

Pintu masuk jama'ah wanita

Jangan khawatir kesasar ya mak. Karena semua petunjuk arah, ada bahasa Indonesianya selain bahasa Arab, Inggris atau Turki. 


2. Bawa wadah alas kaki

Saat masuk ke dalam masjid nabawi, baiknya alas kaki dimasukkan ke dalam tas ransel kecil kita untuk memudahkan saat kita akan keluar masjid. Walau sebetulnya banyak sekali disediakan loker-loker khusus alas kaki. Kalau saya, lebih memilih menyimpan alas kaki di tas kecil lalu memasukkannya ke tas ransel yang bisa dibawa ke dalam masjid.


3. Selesaikan urusan buang air sebelum memasuki masjid

Saat beribadah, masalah buang air atau batal sholat kadang bisa menjadi masalah berikutnya. Bila sudah di dalam masjid nabawi, untuk keluar ke toilet masjid  membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Kadang selain letaknya jauh dari pintu keluar, di toilet masjidnya pun bisa jadi penuh dengan antrian jama'ah lain. Dan jangan harap bisa masuk kembali dan menempati lokasi shalat yang sama dengan waktu kita sebelum keluar masjid. Maka sebaiknya selesaikan hajat ke toilet sebelum masuk ke dalam masjid. Toilet masjid nabawi sangat banyak. Ada di area luar masjid dan berada di 2-3 lantai bawah tanah. Bersih dan terawat. Ini terlihat dari banyaknya petugas kebersihan di setiap lorong kamar mandi dan tempat wudu.


img-1558765616.jpg.

Tempat wudu wanita


4. Siapkan botol kosong untuk air zamzam dan biskuit, roti atau kurma

Biasanya, saat menunggu antar waktu shalat, saya enggan untuk kembali ke hotel. Dengan memanfaatkan waktu yang ada selama di Madinah, saya berusaha selalu ada di dalam masjid. Maka untuk mengganjal perut, biskuit, kurma dan botol kosong yang akan selalu diisi dengan air zamzam siap menemani. 


img-1558765732.jpg

Tong-tong air zamzam yang berada di dalam masjid Nabawi


5. Bawa selalu krim pelembab kulit

Buat orang seperti saya yang memiliki sensitifitas tinggi terhadap perubahan cuaca. Biasanya bisa membuat kulit dan bibir kering. Untuk membantu melembabkanya, saya sering mengolesinya dengan krim khusus. Krim ini bisa ditemukan di toko-toko umroh-haji di Indonesia atau ada juga kok di toko-toko Makkah dan Madinah. Tapi tentu dengan harga yang berbeda ya, mak.


6. Bawa handuk kecil, payung dan kacamata hitam

Handuk kecil itu penting banget saat matahari sedang panas-panasnya. Basahi handuk itu lalu tempelkan ke wajah deh mak. Duuh, adem banget, napas juga ga terlalu kering. Kalau payung dan kacamata bisa digunakan saat perjalanan dari masjid ke hotel atau sebaliknya bila dirasa perlu. Karena di pelataran masjid Nabawi sendiri sudah tersedia payung-payung besar yang sering dikembangkan untuk menjaga para jamaah tetap terlindungi dari terik matahari. Terbantu sekali dengan adanya kias angin yang mampu memberikan percikan air, sehingga membuat adem suasana siang yang panas.

img-1558766472.jpg

Payung raksasa yang belum dikembangkan. Foto diambil saat jelang waktu ashar

img-1558766589.jpg

Halaman masjid nabawi depan pintu masuk jama'ah wanita


Sumber https://rumaysho.com/5818-keutamaan-shalat-di-masjid-nabawi.html
Seluruh foto adalah koleksi pribadi kecuali foto pada judul, diambil dari pixabay.com  

  • Sabtu, 25 Mei 2019

Artikel Terkait

Semua Anak Adalah Bintang
Semua Anak Adalah Bintang
ADA Fashion Store di Depok
ADA Fashion Store di Depok
Oleh-oleh kekinian kota Malang
Oleh-oleh kekinian kota Malang
Saat maut menjemput
Saat maut menjemput
Detik-Detik Rosulullah Wafat
Detik-Detik Rosulullah Wafat
Cerita Dibalik Mengapa Apa dan Bagaimana
Cerita Dibalik Mengapa Apa dan Bagaimana
Efek kartu elektronik
Efek kartu elektronik
30 Days Book Challenge
30 Days Book Challenge

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar