3 Keterampilan Yang Bisa Dipelajari Saat Di Rumah Aja

Jangan sia-siakan hidupmu untuk menunggu datangnya sayap, yakinlah bahwa kita mampu untuk terbang sendiri-Audrey gene


Sudah berapa minggu mak di rumah aja selama wabah covid 19? 
Apa saja yang sudah dilakukan?
Sudah menambah keterampilan baru apa saja nih ?


Tentu ada banyak keseruan yang terjadi selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang saat ini sedang kita jalankan. Efek dari menyebarnya virus covid 19, yang biasanya kita bisa beraktivitas di luar ruangan, bertemu dengan rekan kerja atau sekedar ke pasar untuk icip-icip es cendol, sekarang betul-betul dibatasi pergerakannya. Nyaris sudah sebulan lebih di rumah aja. Keseruan beraktivitas bersama keluarga, main bareng hingga masak bareng bisa menjadi pilihan. Namun mati gaya akan datang manakala kita mulai kehabisan ide beraktivitas di rumah. 


Agar tak mati gaya, mengapa tak menambah atau mengasah satu keterampilan yang disukai? Mungkin sebelum masa PSBB ini, ada satu keterampilan yang belum sempat diasah atau dipelajari. Maka saat seperti ini bisa menjadi pilihan aktivitas selama di rumah aja. Keterampilan apa yang bisa dipelajari selama di rumah? Aiih, mungkin pilihan keterampilan berikut ini bisa menjadi alternatif ya. Bisa serupa dengan apa yang sedang saya latih selama di rumah aja. 


1. Membaca

Membaca? Yang bener aja, mak. Eh, beneran dong. Membaca itu salah satu keterampilan loh. Ada caranya, ada seninya dalam membaca. Saat kita membutuhkan satu informasi, buku, majalah atau artikel bisa menjadi pilihan bacaan. Maka dibutuhkan keterampilan membaca agar apa yang dibaca itu memberikan manfaat yang kita butuhkan. Tak hanya sekedar merekam tulisan saja tapi memiliki makna dalam setelah membaca. Tak hanya membaca sederet kata saja tanpa memahami inti dari buku yang sedang dibaca. Kadang atu sering mungkin, setelah kita membaca, kita akan lupa tentang apa yang telah dibaca, lupa tentang apa saja point-point penting saat membaca. Nah, ternyata itu ada caranya bagaimana kita belajar memahami sebuah bacaan. Dan saya sedang berlatih itu plus melatih konsistensi membaca selama beberapa minggu terakhir. Berawal dari buku-buku yang belum sempat dibaca, maka selama masa PSBB ini saya melatih dengan serius terkait keterampilan membaca. Bagaimana caranya?


a. Atur waktu 

Atur waktu harian kita dengan memasukkan waktu membaca. Saya menargetkan minimal satu jam satu hari untuk membaca buku. Luangkan waktu membaca bukan membaca saat waktu luang.


b. Pilih tema bacaan yang memang kita sukai

Mengapa? Bila yang dibaca adalah sesuatu yang kita sukai, maka membaca tidak memberikan beban psikologis buat pikiran kita. Ga ada rasa terpaksa untuk membaca atau untuk menyelesaikan bacaan dengan segera. Bahkan tanpa terasa bacaan buku yangdisukai itu akan cepat selesai.


c. Konsisten dan komitmen

Ya, konsisten saja dulu melakukan satu jam satu hari untuk membaca. Butuh memaksa diri juga untuk melakukan apa yang sudah jadi komitmen, membaca setiap hari minimal satu jam.


d. Temukan lingkungan atau mentor membaca

Berada dalam satu lingkungan yang memiliki satu warna satu hobi satu visi itu mampu menjadi mood booster terbaik setelah dorongan dari diri sendiri kuat. Lingkungan akan membantu kita on the track. Saat malas membaca datang, suntikan semangat bisa datang dari luar. Banyak loh komunitas baca buku yang tersebar di dunia maya. Baru tiga hari yang lalu, ada seorang trainer untuk melatih kebiasaan membaca, mengadakan kegiatan satu bulan satu buku. Saya terniat ikut daftar dan akhirnya terpilih untuk dimentori langsung untuk melatih habit membaca. Di grup itu berkumpul orang-orang yang memang senang membaca. Jadi euforianya selalu on.


e. Temukan waktu membaca

Ya, cari waktu terbaik kita untuk membaca. waktu dengan sedikit gangguan dan godaan. Waktu paling nyaman untuk membaca. Kalau saya, setelah sholat shubuh dan mau tidur adalah waktu emasnya membaca buku.


f. Buat mindmapnya

Nah ini mungkin yang jadi tantangannya. Saya juga masih belajar untuk ini siih. Karena kelas masih berjalan. Tapi di beberapa buku sudah saya lakukan. Walau saya buat mind mapnya untuk tiap bab, bukan buku secara keseluruhan.


img-1588289171.jpg

2. Menulis

Membaca dan menulis adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Kalau kata pak Hernowo sang editor dan penulis buku, membaca itu adalah nutrisi dan air. Sedangkan menulis adalah tunas pada tanaman. Lalu apa yang akan kita tuang bila tak ada nutrisi dan air? Maka menulis merupakan ikatan dari apa yang telah kita dapatkan saat membaca. Menulis menjadi keterampilan penting yang perlu diasah bila kita suka membaca. Saat pandemi seperti ini, seolah waktu melambat, ide pun bertaburan untuk dinulis. Setiap kondisi yang kita rasakan bisa menjadi sebuah tulisan. Maka melatihnya bisa menjadi salah satu pilihan untuk mempertajam apa yang telah kita miliki. Atau mungkin sesuatu yang ingin kita pelajari.



3. Belajar SEO dan optimasi blog

Ini sesuatu banget untuk saya. Tema lama yang selalu baru. Gimana coba itu ya. Selalu ada jalan. Saya percaya, saat murid siap, guru akan datang. Alhamdulilah, saat sedang belajar ngulik blog dan google, datang tawaran untuk kupas habis SEO dan google juga. Gratis pulak dari tim googlenya. Puas tanya tinyi. Dan satu lagi, harus praktek ngulik biar faham apa yang telah dipelajari. Tak hanya dari timnya google, tapi kesempatan belajar juga hadir saat komunitas blogger membuka kelas untuk pengenalan SEO lebih lanjut. Puas banget, karena belajar, diskusi dan tanya jawab tiga jam. Masya allah kesempatannya terbuka lebar.



Itulah tiga hal keterampilan yang sedang saya asah selama pandemi ini. Dan masih berlanjut sampai sekarang. Doakan saya konsisten agar bermanfaaat dan berkah ya.


Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain.


Kategori
Tips Ketjeh

Artikel Terkait

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar