Review buku Isa bin Maryam
Kamis, 02 April 2020
azkail
Bagikan

Review buku Isa bin Maryam

Sebagai seorang muslim tentu kita percaya bahwa Isa bin Maryam adalah utusan Allah. Dengan mukjizat yang kita ketahui bahwa bisa berbicara saat masih bayi bahkan saat dewasa bisa menghidupkan yang mati, tentu tak asing lagi di telinga. Tapi tahukah kita-terutama saya- bagaimana proses kelahirannya, kerasulannya, kisah penyaliban hingga turunnya kembali nanti saat akhir zaman? 


Banyak sekali buku yang menceritakan tentang hal ini. Namun buku berjudul Isa bin Maryam tulisan Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shallabi ini super duper lengkap. Masya allah, semoga ilmu dan pengetahuan yang beliau tuangkan di 696 halaman ini menjadi amal shaleh dunia akhirat. Betapa mata saya terbuka makin lebar tentang sosok Nabi Isa AS. Sependek yang saya tahu, justru kebanyakan pembahasan tentang Nabi Isa AS seringkali berkutat pada perdebatan tentang sosok beliau. Apakah ia Nabi atau Tuhan? Benarkah ia lahir pada tanggal seperti yang dirayakan dan mati dengan cara disalib? 


Buku ini mengupas tuntas tak hanya dari al quran dan hadist mengenai sosok Isa bin Maryam atau yang kita kenal dengan nabi Isa AS, tapi beliau juga mengupas dari banyak sekali literatur hingga bukti otentik menarik dari sisi sejarah yang-mungkin, tak banyak orang tahu. Sang penulis merupakan seorang spesialis peneliti dan pakar sejarah. Jadi jangan heran kalau di buku ini banyak sekali memberikan data dan fakta yang didapatkannya saat proses kepenulisan buku. 


Ada yang menarik yang beliau sampaikan di awal tentang mengapa ia akhirnya menulis buku ini. Bermula ketika ada sebuah undangan dari organisasi yang bertujuan untuk menengahi pertikaian antar kelompok di Libya. Pihak organisasi  yang menghadiri kunjungan itu adalah bapak Angelo Romano, Andria Tarintini dan penterjemahnya, nyonya Angela Reyes, seorang Rahib wanita.  Pertemuan ini diadakan di salah satu gereja Roma yang berada di bawah wewenang Vatikan. Beliau, sang penulis buku, hadir untuk membahas konsep perdamaian dari kacamata islam. Saat itu beliau menyebutkan surat Maryam ayat 28-31 dalam penjelasannya. Tanpa diduga, si penterjemah menangis, meneteskan air mata. Dari kejadian inilah kemudian muncul ide untuk membahas tentang perjalanan hidup seorang Nabi Isa AS dan ibunya yang bertumpu pada firman Allah SWT, disertai dengan penuturan dan asas logis yang menyasar nurani manusia yang sedang dahaga untuk mengetahui hakikat Isa Al Masih putra Maryam.


Buku ini hadir akhir tahun 2019 lalu dan masuk ke Indonesia melalui penerbit dan penterjemah keren dari penerbit Ummul Qura bulan Februari 2020. Jadi buku ini saya beli saat ada penawaran Pre Order. Dan ternyata buku ini sudah diterjemahkan ke banyak bahasa ke berbagai negara. Kalau baca buku ini, saya hanya menyimpulkan, wajar bila kemudian diterjemahkan ke berbagai bahasa. Isinya masya allah, luar biasa lautan pengetahuan. 


Di bab satu kita akan dipekenalkan dengan sangat detil siapa itu Isa bin Maryam, di mana kelahirannya, bagaimana silsilah keturunannya dan bagaimana Allah menjaga garis keturunannya dari garis yang suci. Banyak tempat-tempat bersejarah yang penulis ceritakan di sini. Saat membaca bab satu, kepala saya langsung terbayang peta lokasi di mana kota dan negara-negara yang disebutkan oleh sang penulis. Dan dari kisah di bab satu ini sedikit mulai terkuak, mengapa Isa disebut dengan al Masih serta apa bedanya dengan Masehi dan Nashrani.


Pada bab dua beliau menuturkan dan mengupas habis dari sisi al quran. Terlihat sangat pandai dan mengerti sekali untuk tafsir al quran di bab ini. Saat menempuh strata dua ia makin memperdalam kajian ayat-ayat al quran dengan menggunakan metode tafsir tematik yang menjadi pilihan spesialisasinya. Sementara dalam karya ilmiah di program doktoral, beliau ambil  pembahasan tentang kekuasaan di kalam al quranul karim. Jadi tak heran di bab dua ini sangat detil pembahasan tentang rujukan al qurannya. Mulai dari kelahiran sang ibunda, Maryam dari sudut pandang al quran, kisah dan penguatan doa dan pengasuhan keluarga Zakariya bahkan mengupas tentang orang tua  Maryam. Di bab dua ini saya banyak sekali mendapatkan insight luar biasa tentang bagaimana diksi yang digunakan. Membuat saya, pembaca, seolah larut dalam proses yang sedang diceritakan di bab itu. Salah satu yang paling saya suka adalah saat beliau menjelaskan tentang silsilah nabi Isa AS yang juga  menggambarkan cara nabi Zakariya memanjatkan doa pada Sang Khaliq.


Seperti yang kita ketahui, nabi Zakariya ‘memenangkan undian pengasuhan’ atas Maryam. Zakariya yang telah menua dan beruban memiliki seorang istri yang diketahui mandul. Namun beliau terus berdoa dengan khusyuk dan lirih agar Allah berkenan memberinya seorang anak. Kepiawaian sang penulis dalam menceritakan dan memberikan pandangan tentang bagaimana cara kita berdoa ini yang membuat saya makin terbuka. Membaca sendiri di bab kedua tentu memiliki rasa yang berbeda dari pada saya ceritakan di sini. Karena tulisannya betul-betul sampai ke hati.


Tak hanya itu, bab dua juga banyak menjelaskan penukilan ayat-ayat al quran tentang dialog Jibril dan Maryam hingga menjelaskan proses kelahiran Isa As. Tentu saja ini bersumber pada para ulama tafsir.


Pada bab ketiga, beliau menjelaskan tentang mukjizat Isa As dan kisah para pengikutnya. Ada penjelasan tentang kejadian makarnya bani Israil terhadap Nabi Isa As dan proses diangkatnya Isa oleh Allah ke langit. Detil sekali. Penjelasan yang diperkuat dengan pendapat sejumlah ulama yang mendalam ilmunya yang menjelaskan kerancuan terkait rangkaian peristiwa pembunuhan orang yang diserupakan Isa As dijelaskan di bab ini.


Dan pada bab terakhir bab ke empat, beliau banyak menjelaskan tentang bagaimana Allah memperkenalkan diri-Nya pada mahluk-Nya melalui ayat-ayat-Nya. Masya allah. Membaca buku ini tuh bagai mengikuti proses dari satu tahap ke tahap yang lain disertai data yang valid, yaitu al quran. Begitu menikmatinya saya akan cerita di buku ini, membuat mata saya kadang berkaca-kaca saat membaca kisah yang diceritakan detil. Seolah berada di kondisi yang sama. Sebagai pembaca, biasanya kita bisa memvisualkan sendiri atas apa yang sedang dibaca. Nah begitu juga saat membaca rentetan kisah yang beliau gambarkan dengan detil.


Setelah membaca buku ini, yang paling utama yang saya rasakan adalah menguatkan dan makin menguatkan bahwa karunia Allah itu tak terbatas pada kita. Allah yang menggerakkan hati hingga buku ini hadir di tengah gurun tandus sebagai oase yang menyejukkan dan menyegarkan. Membuka mata kita akan kuasa-Nya. Isi buku ini bukan ecek-ecek, bukan kaleng-kaleng dan bukan sembarang buku. Buku luar biasa yang perlu dibaca oleh banyak orang yang ingin mengetahui siapa itu nabi Isa AS dan kerosulannya secara detil.


Buku ini siap dipinang untuk Anda yang butuh pencerahan detil tentang apa dan bagaimana sosok luar biasa, nabi Isa As.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar