Home / Artikel 7 Cara Mengenalkan Aturan pada Anak

7 Cara Mengenalkan Aturan pada Anak

7 Cara Mengenalkan Aturan pada Anak

Tips Ketjeh Ala Emak

Senin, 05 November 2018

"Children Need Models More They Need Critics."

Jospeh Joubert


Anak-anak biasanya mempunyai cara yang keren untuk ‘mengakali’ orangtua, orang dewasa atau gurunya demi mendapatkan apa yang diinginkan. Saat keinginannya tidak terpenuhi, anak cenderung mencari cara lain demi tujuannya tercapai. Kesabaran tak hanya berperan penting dalam menerapkan kesepakatan yang ada pada anak. Namun respon positif akan kemajuan yang ia peroleh juga menentukan keberhasilan anak dalam mengelola perilakunya.


Bayangkan bagaimana perasaan anak saat ia sering merasakan aturan/kesepakatan yang tidak konsisten. Ia merasa tidak pernah berhasil melakukan sesuatu yang benar di mata orangtua atau gurunya. Tanpa memperhatikan perubahan kecil, kita tak akan pernah menemukan kemajuan. Padahal kemajuan sekecil apapun itu adalah sebuah keberhasilan.


Berikut ini cara mengenalkan kesepakatan pada anak yang bisa Anda lakukan.


1. Sampaikan why nya kepada anak

Anak harus tahu mengapa Anda perlu menyepakati aturan bersama anak. Berikan dua pilihan terutama untuk usia 4-7 tahun. Siapkan dua pilihan bila anak kesulitan memberikan masukan terkait kesepakatan akan sesuatu. 


2. Perjelas kesepakatannya

Setelah Anda menjelaskan WHY nya pada anak dan memberikan dua pilihan misalnya. Maka perjelas kembali kesepakatan yang telah disepakati bersama. Termasuk konsekuensi jika terjadi ketidak sepakatan aturan, apa yang akan Anda lakukan.


3. Tulis hasil kesepakatan yang Anda buat bersama anak

Menuliskan apa yang telah disepakati adalah hal kecil tapi bermanfaat besar. Salah satu reminder terbaik saat pertama kali mengenalkan kesepakatan baru adalah dengan menempelkan tulisan kesepakatan itu. Menuliskan itu sangat diperlukan terutama kesepakatan yang berusia panjang, seperti tugas harian di rumah.

 

4. Tempel kesepakatan di tempat yang mudah terlihat

Menempelkan sesuatu yang baru saja disepakati, akan memudahkan bagi Anda dan anak-anak untuk mulai membiasakan sesuatu yang baru. Lepaskan bila Anda dan Anak-anak mulai terbiasa dan faham aturan tersebut. Atau bila Anda melihat perubahan positif pada anak-anak tentang aturan itu.


5. Buat papan reward 

Sekecil apapun perubahan yang telah anak lakukan, langsung beri pujian atau reward. Pelukan, pemberian stiker pada papan reward, melakukan sesuatu yang anak suka atau makan es krim bersama anak juga bisa menjadi pilihan reward untuk anak.


6. Rayakan bersama

Berikan kejutan-kejutan kecil saat Anda melihat perubahan positif akan kesepakatan itu. Kejutan dalam satu siklus kesepakatan bisa memberikan kelekatan bonding dengan anak.


7. Konsistenlah

Sekeren dan sebagus apapun kesepakatan yang Anda dan anak sepakati, selama tidak konsisten, tak akan pernah berhasil menikmati setiap perubahan perilaku yang ada. 


Belajar mendidik anak itu tak akan pernah ada habisnya kecuali kematian walau dalam kematian pun bagian dari cara Allah mendidik hambaNya. Lalu, apa yang sudah kita siapkan pada diri anak-anak untuk mengikuti apa yang telah Allah atur dalam kitab-Nya?


img-1541409356.jpg


Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Jejaring Sosial