Home / Artikel Dan masakan pun mampu menyatukan keluarga dan bangsa yang berbeda

Dan masakan pun mampu menyatukan keluarga dan bangsa yang berbeda

Dan masakan pun mampu menyatukan keluarga dan bangsa yang berbeda

Resensi Buku lain-lain

Senin, 05 November 2018

"Remaja kurus India itu  punya sesuatu yang hanya muncul sekali dalam satu

generasi. Dia adalah chef berbakat alami. Dia seorang seniman."-Mme Mallory



Ketika di toko buku saya menscanning buku ini tuh menggoda banget untuk terus dibaca. Karena ga cuma synopsis yang dituliskan bikin kita penasaran, tapi di dalamnya, sang penulis mampu membuat pembaca terus penasaran dari lembar ke lembar berikutnya. Padahal, saya sudah nonton filmnya. Tapi pemilihan diksinya yang santai, ga rumit lah yang bikin ringan dibaca. Inilah buku pertama yang saya beli setelah saya nonton filmya. Karena biasanya, saya baca buku dulu baru coba nonton. Pengen tahu gambaran visualnya dari sekian ratus halaman menjadi sekian jam visual. Jujur saja, kisahnya sangat menginspirasi. Belum lagi saat dilakoni oleh pemeran utama dan pemeran pembantunya juga terkenal.


Berawal dari pindahnya Hassan dan keluarga besarnya dari India ke sebuah pegunungan cantik di Perancis. Rumah dan bisnis restoran India mereka hancur efek dari kekerasan politik saat itu di India. Hassan yang mewarisi bakat memasak dari ibu dan ayahnya kemudian membuka restoran India di pegunungan Perancis. Ternyata restoran mereka bersebrangan dengan restoran bintang satunya Perancis. Konflik, persaingan antar pebisnis kuliner kelas dunia mulai tampak. Masakan India yang kaya akan warna dan rasa beradu rasa dengan cita rasa masakan Perancis, yang menurut Hassan, masakan yang hambar tak seperti masakan India yang kaya rasa.  Di buku ini diceritakan dengan sangat detil permainan cita rasa masakan India dan Perancis. Buat saya yang suka sekali dengan ragam masakan, benar-benar sangat menikmati sajian yang dihidangkan dalam kepiawaiannya dalam mendeskripsikan masakan. Di kepala saya menari-nari lincah tentang suasana dan kehebohan di dapur kedua restoran itu.


Novel kategori young adult ini terbit pertama kali pada tahun 2010 dengan judul the hundred foot journey. Kemudian oleh penerbit Qanita (penerbit Mizan Pustaka) mendapatkan ijin menerjemahkan dan menerbitkannya di Indonesia pada tahun 2014. Persis di tahun yang sama, film itu diputar di bioskop-bioskop. Oia, sekalipun kategori young adult, menurut saya, anak remaja pun bisa membaca novel ini. Isinya sangat menginspirasi terkait gigih atas apa yang diyakini itu benar dan berani melakukan persaingan sehat dengan memunculkan kekuatan yang dimiliki. Mimpi menjadi chef tingkat dunia telah lama digenggam Hassan sejak sekolah. Dan ternyata banyak jalan untuk menuju mimpinya. Buku ringan setebal 343 halaman ini mampu membuat sore Anda makin berwarna.


Selain itu, yang membuat buku ini layak dibaca adalah, karena didalamnya tak hanya 'sekedar' menyajikan melulu hidangan, namun lagi-lagi konflik dan persaingan sehat yang dimunculkan sangat memukau. Pembaca digiring untuk mengira-ngira apa yang akan terjadi selanjutnya dalam setiap konflik yang muncul. Pembaca diajak menggambarkan masakan-masakan yang diolah di dapur khas dua restoran itu. Karena ini buku untuk young adult, maka bumbu persahabatan dan percintaan pun sedikit dimunculkan.  Namun yang kerennya adalah bahwa atas dasar cinta mereka memperjuangkan mimpinya masing-masing dengan cara yang unik dan asyik. Dukungan khas keluarga dan lingkungan juga mempengaruhi mereka dengan cara yang tak biasa. 

Apa dan bagaimana keseruan bahwa sebuah masakan pun bisa menyatukan dua bangsa yang berbeda? Saran saya baca dulu bukunya baru kemudian nonton ya. Jangan dibalik kalau untuk kisah ini. Hehehe


Selamat membaca

Komentar

Tambahkan Komentar

Jejaring Sosial