Persiapan Menuju Kuliah


Senin, 14 Agustus 2017


Ketika semua sekolah masuk dan upacara, cah lanang justru libur. Yup, karena Sabtu kemarin sekolahnya mewajibkan seluruh siswanya masuk untuk bertemu dengan banyak tamu yang mengikuti kelas bakat di sekolahnya. Senin kemarin cah lanang menagih jatah mingguannya untuk kembali melakukan campus tour. Kali ini, data yang sudah di tangan adalah UI, kampus negeri terdekat berikutnya yang kami kunjungi. Rencana awal ingin naik kereta, namun setelah ditimbang-timbang perjalanan dari fakultas ke fakultas yang lumayan jauh, maka kami memutuskan membawa kendaraan pribadi, ayahlah dirver sejati kami.


Sepanjang perjalanan kami berdiskusi tentang data yang sudah ada di tangan mengenai peminatan di beberapa universitas negeri. Tidak semua universitas negeri menginformasikan detil hingga mata kuliah apa yang akan didapat nanti. Sehingga buat kami, wajib tahu apa yang akan didalami nanti di jurusan yang cah lanang inginkan.


Memasuki kawasan jl Margonda hingga Universitas Indonesia, mengingatkan saya beberapa puluh tahun ke belakang. Betapa mengerikannya saat dulu kalau menjelang magrib melewati daerah ini. Hutan karet yang makin rapat satu dengan lainnya ditambah lagi dengan banyaknya pepohonan besar sepanjang jalan, membuat suasana jelang magrib itu semakin mencekam. Betapa tidak, kendaraan lalu lalang bisa dihitung dengan jari. Jaraknya pun berjauhan antara satu kendaraan dengan yang lainnya. Belum ada lampu jalanan, rumah-rumah pun tak terlihat, karena, sebagian besar penduduk, berada di belakang rimbunnya hutan karet. 


Namun, melewati jl Margonda hingga kawasan UI sekarang, luar biasa jauh berbeda. ya iya lah maaak. Dunia terus berputar. Hiruk pikuk lalu lalang kendaraan tak pernah mati. Bagaikan siang sepanjang waktu, jl Margonda seolah tak kenal lelah. Memasuki kawasan Ui, rimbun pepohonan sudah menyambut kami di gerbang. Kami mulai mencari fakultas yang diinginkan. Sepanjang jalan, papan penunjuk jalan sangat lengkap sehingga memudahkan orang yang mencari lokasi. Parkiran pun sudah makin tertata apik. Terakhir kali ke kampus ini sekitar tiga tahun yang lalu ada beberapa banguan yang dulu tidak ada, sekarang ada. Saat ini, kendaraan yang di parkir di badan jalan tak terlihat. Tak banyak mahasiswa yang lalu lalang. Mungkin karena perkuliahan sedang libur kali ya. Jadi kampus terlihat agak sepi. Namun, bis kampus sesekali terlihat hilir mudik sepanjang jalan.  Termasuk sepeda yang berjalan di jalan khusus yang disediakan pihak kampus. Di beberapa titik terlihat tempat penyimpanan sepeda. Mungkin disewa atau dipinjamkan saya tidak tahu pasti. Yang jelas, ada beberapa pilihan bagi mahasiswa dan karyawan di sini  dalam penggunaan transportasi.


Fakultas dan jurusan yang kami cari tak jauh dari stasiun UI. Ada beberapa mahasiswa yang datang terlihat sedang mempersiapkan kegiatan mahasiswa baru. Cah lanang terlihat biasa saja. Ya iya lahh.. emang mau terlihat gimana sih, maak, hehehe. Agak jauh dari parkiran, kantor admisi kami temukan, berada di dekat kantin yang terlihat sepi. Petugasnya ada, alhamdulillah, dan kami pun banyak bertanya berdasarkan data yang sudah ada di tangan. Ternyata peminatan yang dimaksud, tidak ada di kampus ini. Oh, ok, kami pun dapat gambarannya. Di web memang tidak dijelaskan detil sampai mata kuliah yang akan diterima oleh mahasiswa.  Ini lah keuntungan dari campus tour. Tak hanya sekedar keliling kampus melihat-lihat sana sini tak jelas, datang dan bertanyalah ke kantor admisi terlebih dahulu, baru jalan-jalan. Jangan malu untuk bertanya juga pada mahasiswa yang ada di situ. Maka kita akan menemukan beberapa informasi teksnis yang kadang terlewat. Misal, saat hari ujian nanti, jangan melalui jalan A, karena bisa dipastikan jalan itu akan macet luar biasa, baiknya lewat jalan kampung yang hanya bisa dilalui motor. 


Inilah perjalanan pencarian kami yang ke sekian kali menemani cah lanang dari kampus ke kampus. Jauh-jauh hari kami kunjungi sebelum masa semua universitas open house. Semoga Allah memudahkan proses menemukan yang kau inginkan ya, nak. 

  • Sabtu, 12 Agustus 2017

Artikel Terkait

Ketika Si Hobi Motret Ikutan Demo Mahasiswa
Ketika Si Hobi Motret Ikutan Demo Mahasiswa
Ternyata Begini Rasanya Belajar pada Anak
Ternyata Begini Rasanya Belajar pada Anak
Serunya diskusi bersama si analytical
Serunya diskusi bersama si analytical

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar