Sudah mengoptimalkan kemampuan apa hari ini

"Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain."

Kalimat ini selalu menjadi pengingat saya kapan pun dan di mana pun berada. Saat merasa ada yang kurang, saat melakukan sesuatu ga maksimal, saat ingin melakukan sesuatu tapi terkendala banyak hal, maka kalimat ini kemudian muncul di kepala, tiiing... trus inget, "Hei, kamu tuh sudah keren kok melakukan ini sama si itu. Hei, kamu itu sudah maksimal melakukannya, buktinya bla bla bla." Ah, selalu saja merasa kurang itu kadang merusak isi kepala yak. Maka Hadist di atas menjadi penggugah pertama yang muncul saat tantangan itu melanda. 


Apa masih mau melakukan hal yang sama tanpa ada perubahan baik? Apa masih melakukan itu-itu saja setiap hari tanpa mendapatkan progres baiknya? Apa yang sudah saya berikan terhadap orang sekitar dari segala hal yang melekat pada diri? Ga perlu jauh-jauh efek kebermanfaatannya, pada keluarga aja, apa yang sudah saya lakukan? Nah, pertanyaan-pertanyaan inilah yang memicu adrenalin saya terus bergerak melakukan satu hari satu perubahan bermakna. Apapun itu yang penting selalu ada perbaikan minimal satu hal baik dalam keseharian. 


Kebiasaan ini sejalan dengan dorongan luar yang sedang saya ikuti di institut ibu profesional kelas bunda produktif. Lingkungan belajar yang selalu ngomporin saya untuk selalu ingat, dari pada mengeluh lebih baik bersyukur atas apa yang kita miliki sekarang. Selalu diingatkan dari kacamata berbeda dalam memandang sesuatu. Dan materi diskusi dua pekan ini membuat saya makin kuat menajamkan apa yang ingin saya naikkan kemampuan diri. 


Kita tak akan pernah bisa menyenangkan banyak orang. Kenapa pulak fokus pada orang lain kalau diri sendiri tak bahagia menjalankan aktivitas berdampaknya? Maka ketika project passion kelompok saya dalam masa pembuatan konten atau materi yang akan kami bagi pada warga di kelas bunda produktif, saatnya saya menaikkan level aktivitas hariannya. Buat saya, optimal itu penting untuk menjadi maksimal dalam menaikkan tantangan pada diri sendiri. Maka inilah yang saya lakukan dalam dua pekan kemarin untuk menaikkan level daya juang mengoptimalkan diri.


1. Menetapkan konsep tujuan yang terukur

Metode SMART saya gunakan untuk memudahkan tujuan optimal selama dua pekan ke depan. Apa yang ingin saya dapatkan, apa yang ingin saya lakukan dan apa yang ingin saya bagikan. Saya tuliskan detil day by day nya. SMART yang merupakan kepanjangan dari Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Timebound. Lima hal ini yang membantu saya bisa mendetilkan apa yang ingin saya capai.


2. Tempel di tempat yang mudah terlihat

Saya terbiasa menuliskan apa yang ingin saya perbaiki atau apa yang ingin saya capai. Menuliskan buat saya seperti membantu melangkah mendekat pada tujuan yang ingin dicapai. Menuliskan juga membantu mengazzamkan dalam diri untuk melakukan apa yang ingin saya dapatkan. Dan tak hanya berhenti menuliskan saja, tulisan itu saya tempel di tempat yang sering dan mudah saya lihat, termasuk di home nya gawai saya. Jadi kemana mata melihat, selalu ada tulisan itu yang saya baca, lama-lama gemes pengen segera eksekusi untuk segera sampai pada tujuan


3. Berpegangan pada ceu KOKOM

KOnsisten dan KOMitmen selalu berusaha saya pegang dalam kondisi apapun. Bukan soal berapa lama kita melakukan sesuatu tapi seberapa kuat kita melakukan hal kecil terus menerus untuk membentuk kebiasaan baru dan meningkatkan satu hal itu menjadi berkali-kali lipat. Maka saya membuat kolom check list harian saat sedang merencanakan sesuatu. Setiap malam saya refleksikan, apakah hari ini sudah melakukan hal yang ingin saya rubah? Apa  yang harus dilakukan esok hari terkait apa yang sudah dilakukan hari ini dan seterusnya. 


4. Berdoa dan minta dibantu doa

Ini hal yang paling penting. Selain berdoa, saya selalu menghubungi ibu saya dan bercerita apa yang sedang saya lakukan dan apa mimpi saya. Dan biasanya selalu ditutup dengan doa oleh ibu saya. Ini yang membuat saya makin kuat menjalankan aktivitas sehari-hari saat ingin mencapai sesuatu. Bahkan sering kali, ibu saya telepon, hari ini mau dibantu doa apaa? Duh, yaa.. sesuatu banget yekaaan.


Nah, selama dua minggu kemarin, saya menaikkan level tentang hal yang berkaitan dengan sesuatu yang sedang saya lakukan. Baik bersama tim atau diri sendiri. Apa itu?


Biasanya saya sering berbagi pengalaman kepada teman-teman tentang apa hingga bagaimana portofolio dan magang anak itu. Baik dalam seminar orang tua atau kelas-kelas online. Nah kali ini saya ingin menaikkan level dengan menuliskannya ke dalam bentuk ebook sederhana. Ini rencana global yang saya tuliskan dalam dua pekan kemarin, saya tempel di papan tulis keluarga dan sudah terlaksana. Alhamdulilah.


img-1608616964.jpg

 Ga kelihatan tulisannya? Gpp, minimal sama saya terbaca dan sudah dilakukan. Hehehe.

Percayalah, hal kecil yang konsisten itu adalah luar biasa. Maka buat saya, menjadikan kesempatan biasa menjadi luar biasa itu adalah salah satu kunci kebahagiaan yang tak ternilai harganya. #eeaa

zona X pekan kedua di hexagon city

Kategori
Komunitas Ibu Profesional

Artikel Terkait

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar