Home / Artikel 7 waktu asyik untuk membaca

7 waktu asyik untuk membaca

7 waktu asyik untuk membaca

Tips Ketjeh Ala Emak

Jum'at, 29 Desember 2017

Mak...

Tahun 2017 sudah mau habis. Kalender 2017 sebentar lagi sudah menjadi tatakan baju di lemari. Ga terasa ya, sudah setahun aja.  Gimana perjalanan dan mimpi di tahun 2017 ini, apa sudah ada yang tercapai? Apa yang akan dilakukan di tahun 2018 nanti? Punya mimpi apa, mak untuk tahun depan? Sudah berapa buku yang dibaca satu tahun ini?


Aah, sebelum kesitu, tahukah bahwa tahun 2016 lalu, lembaga UNESCO atau United Nations Educational, Scientific and  Cultural Organization telah merilis hasil survei terhadap minat baca di 61 negara? Duuh yaa, tahukah bahwa ternyata Indonesia kita tercinta ini berada diurutan ke berapa, mak? Indonesia berada di urutan ke 60 dari 61 negara yang disurvey. Artinya minat bacanya itu hanya 0.001%, mak. Oaaalah, kemana aja kita ya, mak? Nah, yang menarik dari survey itu, Indonesia berada di urutan ke 34 untuk infrastrukturnya. Jadi sekali pun Indonesia memiliki banyak perpustakaan keren ternyata tidak berbanding lurus dengan minat baca masyarakatnya. Sekalipun perpustakaan yang disulap menjadi cafe pun tak banyak orang melirik. Mengapa demikian? 


Membaca merupakan perintah Allah yang pertama kali diturunkan melalui Nabi SAW. Artinya Allah memerintahkan kepada kita untuk menjadi orang yang pandai dengan belajar dan menuntut ilmu. Pandai membaca tanda-tanda kauniyah atau pun qauliyah. Membaca itu adalah salah satu keterampilan yang perlu dikenalkan dan dilatih sejak dini. Kebiasaan membaca tidak bisa terbentuk secara tiba-tiba, sehingga diperlukan  pembinaan sejak dini. Dan orang tua menjadi titik awal dalam mengambil peran ini pada anak. Entah itu dengan mengenalkan dan mendekatkan anak dengan buku, mendongeng dan bercerita bersama, hunting buku, membaca koran, majalah, buku atau yang lainnya. Kenikmatan membaca akan ditemukan dan dirasakan saat kita jadi tahu bahwa kita tahu. Itulah mengapa di tahun 2017 ini saya ingin sekali mempertajam dan mengasah kemampuan membaca saya sendiri nih. Tak hanya menulis, tapi membaca justru menjadi kebiasaan pertama yang ingin diperbaiki. Awal tahun 2017 lalu, saya pernah menuliskan untuk melakukan program one week one book


Setelah saya buka kembali catatan saya tahun ini, waw, ternyata target one week one book yang saya canangkan sendiri, belum berhasil mak. Hehe. Satu tahun itu ada sekitar 52 minggu. Jadi minimal ada 52 buku yang harus saya baca. Namun tahun ini baru mencapai 35 buku dan hanya 9 buku yang saya tuliskan resensinya.


Membaca itu camilan harian yang membuat saya nyandu dan banyak membuka mata saya melihat dunia yang makin berbeda,  Membaca membuat saya bisa segar kembali setelah jenuh bekerja. Membaca mampu memberikan banyak kosa kata dan pembelajaran literasi lainnya. Dan dengan membaca, saya hanya perlu duduk untuk bisa pergi menjelajah ke segala macam penjuru dunia dengan berbagai informasinya. Maka, seperti tahun-tahun sebelumnya, saya ingin sedikit berbagi semangat kepada orang lain, tentang apa yang sudah saya raih selama satu tahun ini. Dan saya menyebutnya dengan "camilan". 


Inilah camilan saya selama tahun 2017 :

img-1515820988.jpg


img-1515821051.jpg


Kalau melihat dari buku yang telah saya baca, ternyata sebagian besar bicara soal parenting baik dalam bentuk novel atau yang memang sengaja mengulas satu tema saja. Lalu disusul dengan buku-buku bisnis. Dua buku agama yang terakhir, menjadi pamungkas saya di tutup tahun kali ini. Buku 967 halaman ini membuat saya melek tentang kengerian yang terjadi di akhir zaman saat ini. Buku ini sempat tak tersentuh beberapa bulan karena tebalnya, sehingga ga bisa saya bawa kemana-mana, berat mak. Tapi saya kemudian memaksakan diri untuk segera menuntaskannya karena saya butuh informasi itu.


Saya teringat sebuah artikel seorang psikolog dari Universitas Charleston, Cindi May, ia menjelaskan dalam artikel yang ia tulis dengan judul The inspiration paradox : your best creative time is not when you think. Di situ digambarkan ada dua waktu ideal untuk melakukan aktifitas berfikir yaitu berdasarkan jam tubuh, body clock atau circadian rhytm manusia. Waktu yang pertama disebut dengan peak time (sekitar jam 08-16) dan waktu yang kedua ia sebut dengan off-peak time. Di dalam otak kecil kita terdapat kelenjar pineal yang di dalamnya terdapat serabut syaraf yang berhubungan langsung dengan indera penglihatan. Syaraf ini sangat peka terhadap visual dan rangsangan cahaya dari luar sehingga sangat mempengaruhi dan bisa mengendalikan kegiatan manusia, berupa mood.


Kelenjar pineal itu mampu menghasilkan hormon melatonin dan hormon serotonin pada siang hari, karena terjadi rangsangan sinar matahari. Hormon serotonin sangat erat dalam pembentukan semangat, kebahagiaan, logika, kosentrasi dan kesenangan pada manusia. Sedangkan pada malam hari, dimana tak ada sinar mentari, pancaran cahaya pun tidak ada sebanyak si pagi dan siang hari, kelenjar pineal hanya menghasilkan hormon melatonin saja. Hormon melatonin ini fungsinya untuk menyeimbangkan atau sebagai regulator seluruh aliran darah dan fungsi lain dalam tubuh loh. Juga membuat pikiran kita mampu untuk berkreasi. Menemukan ide-ide baru serta kejernihan dalam berpikir. Inilah mengapa rata-rata para penulis itu lebih mudah mendapatkan ide saat malam hari.


Bila dibutuhkan waktu lama untuk berkonsentrasi, maka energi konsentrasinya tidak sepenuh saat konsentrasi di peak time. Dan ternyata, produksi paling baik hormon ini ada di jam 02.00-04.00, saat intensitas cahaya tak banyak hadir. Mungkin ini salah satu manfaat mengapa kita, umat muslim diminta untuk sholat malam di sepertiga waktu yaa. Saat hormon melatoni sempurna diciptakan. Saat kita membutuhkan jalan kelua 


Oleh sebab itu, karena proses membaca membutuhkan waktu dan tingkat konsentrasi penuh, waktu yang paling tepat untuk beraktifitas membaca, bisa dilakukan saat peak time. Lah, bagaimana dengan orang yang bekerja di waktu peak time, bagaimana mensiasatinya untuk membaca? 


Ada 7 waktu premier yang bisa digunakan untuk membaca baik saat bekerja di luar rumah atau saat libur :


1. 30 menit setelah shubuh

Setelah beres tilawah, kadang bisa lanjut menyelesaikan buku bacaan. Duuh, ini bisa dapat berlembar-lembar. Suasana hening, kadang ditemani kicauan burung sesekali suara tokek. hehehe. Nikmat bangeet. Membaca itu dapat membantu melatih dan menjaga otak agar menjalankan fungsi dengan baik.  


2.  Sebelum tidur

Banyak penelitian menginformasikan bahwa membaca sebelum tidur mampu mengurangi tingkat stress. Sebuah riset di University of Surrey, Inggris, menemukan bahwa tingkat stres orang yang biasa membaca sebelum tidur itu berkurang 68%. Waw kaan. Dari pada nonton film sebelum tidur, kenapa ga mencoba membaca sebelum tidur? tapi jangan lupa, matikan lampu saat tidur ya, biar hormon melatonin dapat bekerja secara maksimal.


3.  Manfaatkan waktu libur  dengan membaca

Saat waktu libur datang, biasanya jam membaca saya bertambah panjang. Terutama saat jam 9-11, saat di mana pekerjaan rumah sudah beres dan rapih jali. Bahkan kadang siang pun setelah sholat zuhur, digunakan untuk membaca hingga waktu ashar tiba.


4. Bila saat hari kerja maka manfaatkan waktu menunggu bis dan antrian tiket untuk membaca. Bahkan seringnya, saat di dalam kereta pun bisa kok membaca buku kesayangan Anda.  Karena goncangan di mobil jauh lebih terasa dibandingkan di dalam kereta api, maka membaca di kereta api dengan penerangan yang baik, bisa dilakukan loh.


5. Saat sampai di kantor, sebelum waktu kantor masuk bisa loh menghabiskan waktu dengan membaca


6. Saat waktu istirahat kantor, luangkan waktu konsisten membaca 10 menit


7. Saat menunggu makan siang terhidang pun bisa dimanfaatkan dengan sedikit membaca

Sebetulnya, kitalah yang harusnya meluangkan waktu untuk membaca bukan lagi karena tidak ada waktu untuk membaca. Waktu kan selalu ada, hanya kita saja yang selalu berdalih ini itu. #plak #selftalk


Jadi, tahun depan, berapa target buku yang akan Anda baca dan share , mak?

Komentar

  • Akarui Cha

    Jum'at, 29 Desember 2017

    Wah, ternyata membiasakan diri untuk membaca pun ada waktunya dan niat yang kuat ya. Tahun ini, buku yang habis kulahap hanya sedikit, lebih banyak blogwalking. Semoga bisa seperti mba.

Tambahkan Komentar

Jejaring Sosial