7 permainan jadul yang masih hits hingga sekarang
Kamis, 09 April 2020
azkail
Bagikan

7 permainan jadul yang masih hits hingga sekarang

Sudah berapa hari #dirumahaja mak?
Sudah ngapain aja bareng anak-anak?
Sudah mulai bingung mau ngapain?
Kulkas bolak balik dibukain?
Nyuci piring tiada henti?


Ya, efek dari hadirnya pandemi covid-19 membawa dampak luar biasa pada kebiasaan kita di rumah dan lingkungan terdekat. Menyebarnya virus yang berasal dari kota Wuhan, China ini mulai diketahui kira-kira di bulan Januari 2020. Dan akhirnya pemerintah setempat menutup semua akses pergerakan masyarakatnya pada tanggal 23 Januari 2020. Nyaris lumpuh sebuah kota besar di China. Semua orang patuh pada pemerintah untuk melakukan segala aktivitas di rumah saja. Bekerja dan sekolah di rumah. Keluar rumah hanya untuk membeli bahan makanan dan obat-obatan saja. Semua pertokoan, perkantoran dan sekolah, 'dirumahkan'.


Awal Februari virus Corona mulai mendunia dan akhirnya Indonesia pun kena dampaknya. Jumlah penderita, orang yang dalam pantauan kesehatannya pun bertambah banyak. Dan pemerintah mulai 'merumahkan' seluruh pembelajaran di sekolah dan perkantoran. Sektor pendidikan dan perekonomian bergeser di rumah. Saya tak akan bercerita soal dampak perekonomiannya, namun ada  yang lebih menarik untuk disikapi. Yaitu dengan berubahnya pola belajar menjadi belajar mandiri di rumah, ini banyak sekali pembelajarannya yang bisa diambil nilai positifnya. Sebut saja :


1. Mendekatkan diri antar anggota keluarga

Bayangkan saja, selama 24 jam sehari 7 hari satu minggu, kita semua berkumpul dalam kebersamaan di satu tempat yang sama. Di rumah. Bila kita mau memanfaatkan efek baik ini, menggunakan waktu untuk bercengkrama dengan anggota keluarga lain, menjadi pilihan terbaik.


2. Menaikkan indeks empati, simpati dan menghargai terhadap sesama

Masuk di minggu kedua, orang tua mulai merasakan ‘keseruan’ mengajarkan anak-anak di rumah. Materi pembelajaran sudah dibagikan oleh pihak sekolah untuk dipelajari dan dievaluasi oleh guru. Oran tua 'tinggal' mengeksekusi di rumah. Mulai muncul beberapa cuitan orang tua yang merasakan bagaimana beratnya tanggung jawab mendidik anak yang tak sekedar mentransfer ilmu. Segitu materinya sudah disiapkan sama sekolah. Itu baru satu-dua anak sendiri di rumah, bukan 35 anak seperti layaknya di sekolah. Walau tak semua orang tua seperti itu, tetapi tetap saja belajar di rumah dengan ibu dan atau ayah tentu berbeda dengan guru dan teman-teman di sekolah. Tantangannya lebih seru bila kita belum terbiasa mengelola proses belajar di rumah tanpa bisa ke luar rumah bila anak mulai bosan ide mulai menipis.


Tak hanya dari sisi orang tua kepada guru, tapi juga kepada sesama pedagang harian yang otomatis omsetnya menurun drastis. Maka berbondong-bondong orang menggalang dana dan berbagai macam gerakan saling membantu. Contoh sederhana saja, berbagi nasi bungkus untuk para pedagang keliling atau ojek online. Saling membeli barang dagangan teman yang terkena imbas #dirumahaja. Munculnya gerakan berbagi masker dan alat pelindung diri untuk para dokter dan tim kesehatan. Apapun itu yang kemudian memunculkan rasa empati, simpati dan hormat mendalam pada profesi lainnya.


3. Bersihnya udara dan langit dunia

Baru-baru ini beredar beberapa foto yang diambil oleh penduduk Jakarta. Saat itu langit bersih. Dan saking bersihnya, gunung pangrango yang ada di Bogor pun tampak indah, jelas dan jernih terlihat. Sesuatu yang sudah lama sekali tak bisa dinikmati. 

img-1586441313.jpg

Twitter @incitu dan @renjunskies

ada lagi gambar yang diambil dari anggota NASA dari luar angkasa bahwa langit di bumi tampak bersih. Ya, semua disebabkan berkurangnya polusi yang ditimbulkan. Orang orang banyak yang berdiam diri di rumah. Pabrik tidak beroperasi sementara. Otomatis udara tampak jernih dilihat dan dirasakan.

img-1586441531.jpg

ayobandung.com 

4. Munculnya beragam inovasi dan kreativitas

Ya, karena banyak yang melakukan aktivitas di rumah saja, memaksa kita untuk berbuat sesuatu yang tidak biasa. Tak perlu keluar rumah tapi tetap bisa berinteraksi dengan orang lain. Salah satunya adalah saling menghibur melalui layar streaming, beberapa potongan video tatap muka dijadikan satu rangkaian cantik menjadi pengingat kita semua untuk tetap di rumah. Cara menghibur yang unik. Atau munculnya kemudahan bertransaksi. Siapa yang menyangka bahwa akhirnya pasar basah yang ada di sekitar kita pun membuka layanan pesan antar. Termasuk orang tua dan guru jadi belajar menggunakan teknologi yang tepat guna menyelaraskan kebutuhan proses belajar di rumah yang di remote dari sekolah.


Tapi tahukah, mak, bahwa dampak yang paling terasa juga dialami oleh anak-anak? Mungkin satu minggu pertama bisa dinikmati dengan hari-hari kegiatan di rumah saja. Masuk minggu kedua dan ketiga seperti hari ini, mulai bosan yang muncul. 


Saya teringat saat kejadian gudang peluru TNI di Cilandak meledak di bulan Oktober 1984. Saat itu saya kelas 1 SD. Jadi ingatan pun masih samar-samar. Tapi yang sangat melekat adalah selama hampir seminggu, langit berwarna oren dan merah menyala, lalu terlihat percikan besar seperti kembang api melesat ke arah yang tak beraturan. malam itu, ada bola dan uap panas yang mengudara di atas langit kota Depok saat itu. Banyak sekali asap mengepul di udara. Dan selama itu, kami dilarang keluar rumah oleh pemerintah. Setelah hari kedua atau ketiga, saya lupa, baru pemerintah menginformasikan adanya ledakan di gudang peluru di komplek Marinir Cilandak. Kata alm. bapak dulu, arah ledakan pelurunya ke wilayah Pondok Indah. Bukan ke arah Depok. Maka banyak pengungsi yang dilarikan ke wilayah Depok. Termasuk beberapa tetangga pun jadi tempat pengungsian rekan atau saudaranya yang tinggal di Cilandak dan sekitarnya.


Lalu, seminggu di rumah saja saat itu apa yang kami lakukan? Banyak. Dan semua ide aktivitasnya berasal dari bapak saya, ibu yang melengkapi keseruannya. Ini dia aktivitas yang bisa dilakukan saat karantina di rumah saat itu. Mungkin bisa jadi alternatif permainan dan keseruan bersama keluarga.


1. Panggung bayangan

Ini adalah yang paling seru saat saya kecil dulu. Bermain bayangan saat lampu dipadamkan. Arahkan lilin atau senter ke arah tembok lalu jari jemari kita bermain aneka bentuk. Bapak saya paling jago membuat ragam bentuk binatang dan orang berjalan dari kedua tangannya.

 img-1586438492.jpg

https://www.pulsk.com/

2. Hide and seek

Permainan petak umpet ini sangat melegenda. Anak dari belahan dunia manapun pasti tahu permainan ini. Yang menarik saat kami mainkan di rumah adalah seluruh pemain, harus menggunakan sarung yang menutupi kepala, hanya mata saja yang terlihat.  Si penjaga benteng inilah yang harus menjaga benteng dengan baik dan menangkap pemain lain yang bersembunyi didekat benteng. Masih ingat cara mengikat ujung sarungnya yekaaan.

 img-1586438708.jpg

cakrawalanusantaranews

3. Balon-balonan

Ini yang paling saya suka. Dua ujung kain panjang/kain jarit, diikat kuat di pinggang. Ujung lainnya dipegang kedua tangan kanan dan kiri. Lalu kami berlari mengelilingi meja makan. Kain itu akan menggelembung seperti balon. Gini aja bikin bahagia, mak.

 img-1586438879.jpg


4. Sarung terbang

Kelihatannya mudah banget. Sarung dipilin membentuk lingkaran, lalu dilempar ke angkasa. Dan sarung itu akan membulat melingkar dan terbang bergulung di angkasa. Dan saya ga pernah berhasil, saat itu. Karena perlu tenaga kuat untuk melempar sarungnya agar membentuk lingkaran sempurna. Makin tinggi dan makin bulat melingkar sarungnya, dialah pemenangnya.

 img-1586438954.jpg

cakrawalanusantaranews

5. Bongkar pasang

Ini mainan cewek banget. Bongkar pasang bergambar anak-anak cantik yang bisa digonta ganti baju dan sepatunya. Saya dulu punya hanya beberapa, karena ternyata saya ga begitu suka. Hahaha. Permainan cewek banget. (emang saya bukan cewek?) hahaha. Tapi saat itu saya pernah memainkannya saat kejadian ledakan yang mengharuskan kami diam di rumah.

 img-1586439031.jpg

Bombastis.com

6. Main bekel

Ini yang paling saya suka. Karena memerlukan keterampilan dan konsentrasi. Ada yang ingatkah permainan ini? Yang paling seru adalah saat saat aturan tidak boleh menyentuh sedikit pun biji bekelnya. 

img-1586439164.jpg

iongcid.blogspot 

7. Main ABC ada berapa

Ini pun seru, banyak mengajarkan pada saya dan adik-adik tentang kosa kata.  Ada yang tahu seperti apa? Yup. Salah satu dari kita menyebutkan :”Sebutkan nama-nama buah yang diawali dari huruf ABC ada berapa” sambil mengacungkan beberapa jari. Lalu menghitung ada berapa jari dari semua peserta yang ikut bermain. Hitungan jari disesuaikan dengan menghitung alphabetical. Kalau yang mengacungkan jarinya ada 10 jari maka semua peserta menyebutkan nama buah diawali dari huruf J. Begitu seterusnya.


7 permainan di atas adalah permainan masa kecil saya yang ternyata masih suka dilakukan hingga saat ini. Kalau permainan itu melekat erat diingatan karena berbarengan dengan kondisi ledakan gudang peluru. Ketakutan luar biasa melihat langit malam menjadi berwarna merah menyala disertai suara ledakan memekakkan telinga dan kembang api besar menjadi berkurang karena orang tua, bapak dan ibu, begitu  lekat dengan kami menemani bermain.


Bagaimana dengan pengalaman Anda sekarang, mak?


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar