5 Tips Mendapatkan Beasiswa Kuliah

Anakmu bukanlah anakmu-khalil Gibran

Obrolan beasiswa di meja makan

Sudah beberapa pekan ke belakang, entah kenapa tema obrolan dengan anak-anak seputar per kuliahan. Entah itu informasi kuliah apa sudah offline atau belum, tantangan kuliah online plus tugas-tugasnya sampai kemudian rencana mau apa saat semester akhir nanti. Yes, mas Azka tuh, semester depan sudah mulai seseruan dengan Tugas Akhir alias seminar skripsi. Maka obrolan di meja makan seputar magangnya sekarang, kerja hingga melanjutkan kuliah jenjang berikutnya pun menjadi menu yang seru. Belum lagi kalau adiknya nimbrung obrolan kami berdua. Si sholihah yang dari SMP ini sudah menentukan mau kuliah di luar negeri pun kembali terusik dengan obrolan kami. Pasti nimbrung deh kalau lagi ngobrolin kuliah di luar negeri.


Pernah satu kali saya iseng tanya, “De, kenapa mau lanjut kuliah di luar negeri, sih? Di dalam negeri juga banyak kampus-kampus unggul yang menyediakan beasiswa kok. Ga kalah kerennya dari kampus di luar negeri.”

“Betul sih, banyak kampus keren ada di dalam negeri. Tapi ada jurusan yang aku incer tuh belum nemu yang spesifik di Indonesia. Adanya di luar negeri.”

Jawaban itu bikin saya manggut-manggut. Oh, oke, sepertinya dia sudah mulai confirm dengan pilihan jurusan kuliahnya. 


Saya ingat dulu saat melakukan pendampingan pada mas Azka dan Ailsa tentang pemilihan jurusan, minat dan bakatnya hingga pencarian universitas dalam dan luar negeri. Anak muda yang lagi seru-serunya bermimpi ini itu perlu teman ngobrol untuk dicolek sesekali agar tidak keluar dari tujuan utama. Sependek yang saya tahu, banyak sekali jurusan-jurusan saat ini yang ketika saya kuliah 24 tahun yang lalu tuh ga ada. (Ya Allah, 24 tahun yang lalu itu tahun berapa, Mak. Hahaha). Jurusan perkuliahan sekarang itu ya, makin beragam dan spesifik menurut saya. Ini bagus untuk jenjang karir anak. Namun tentu akan membingungkan bagi yang belum clear dengan pilihannya. 


Belum lagi tawaran-tawaran beasiswa dengan berbagai macam persyaratan untuk siswa SMA hingga strata dua. Menggiurkan banget. Tak hanya mendapatkan uang kuliah penuh semata namun juga si penerima beasiswa akan mendapatkan uang saku bulanan dan fasilitas lain. Nah, ngobrolin soal beasiswa, saya banyak belajar juga dari anak-anak saat ikut keseruan dalam proses pencarian beasiswa. Saya punya sedikit tips bagaimana sih caranya biar kita tuh bisa mendapatkan beasiswa dalam dan atau luar negeri. 


Ini dia tips mendapatkan beasiswa kuliah:


1. Tetapkan Jurusan Pilihan Kuliah

Ini yang paling penting. Sebelum menentukan akan mengambil beasiswa apapun, tetapkan jurusan perkuliahan yang akan diambil. Beasiswa itu banyak sekali jenisnya. Ada beasiswa prestasi (akademik, portfolio hingga hapalan al quran), beasiswa bantuan finansial, beasiswa ikatan dinas dan lain sebagainya. Maka sebaiknya, anak harus yakin dengan pilihan jurusan yang akan dipilih agar beasiswa itu benar-benar terasa manfaatnya. Betul beasiswa itu sangat membantu dalam proses belajarnya nanti, tapi akan jauh lebih penting, jurusan perkuliahan yang diambil itu membuat bahagia bagi anak yang menjalankannya. Apalagi dalam banyak persyaratan beasiswa, mempertahankan nilai dalam batas tertentu menjadi sebuah kewajiban. Bayangkan apa yang akan terjadi bila jurusan yang dipilih tidak memberikan kebahagiaan bagi anak. Tak hanya merasa terbebani dan tidak produktif bahkan bisa menurun semangat belajarnya. Percayalah bahwa setiap anak itu unik, yakinkan kalau jurusan yang dipilih itu memang menunjukkan keunikan dirinya.


img-1636981219.jpg


2. Cari sebanyak-banyaknya informasi

Yup, betul. Informasi sudah terbuka lebar di hadapan kita, seolah-olah semua apa yang ingin kita ketahui berada dalam genggaman kita. Hanya dalam hitungan sekian detik, informasi lengkap bisa ditemukan . Di mana lagi kalau bukan di dunia maya. Fasilitas internet menjadi salah satu teman duduk yang baik dalam menemukan informasi yang diinginkan.  Informasi akan jadi bermanfaat, efektif dan efisien, manakala kita tahu apa yang akan kita cari. Kita tahu informasi seperti apa yang kita butuhkan.


Contoh informasi yang bisa menjadi catatan dalam pencarian; lembaga pemberi beasiswa, jenis beasiswa, beasiswa jurusan A, persyaratan mendapatkan beasiswa hingga tips mendapatkan beasiswa dalam dan luar negeri. Jangan lupa untuk segera  disimpan, dicatat atau dibookmark ya bila sudah menemukan informasi yang dibutuhkan. Mengapa? Informasi itu akan bermanfaat saat kita sudah mengkerucut dalam beberapa jenis beasiswa saja. Pertimbangan-pertimbangan dari informasi itu akan membantu kita memutuskan yang kita butuhkan. Saat itu saya dan Azka pernah sampai njejerin dua leptop dan jejeran print out informasi ketika akan memutuskan beasiswa yang akan dipilih. Kalau ingat ini, saya suka senyum-senyum sendiri, segitunya ya dulu tuuuh. 


3. Testimoni Penerima Beasiswa

Testimoni penerima beasiswa yang sedang kita incar itu penting. Akan bermunculan tips dan trik tak tertulis dari orang tersebut. Jangan ragu untuk bertanya langsung pada orang yang telah mendapatkan beasiswa yang sedang kita incar ya. Tanyakan tips untuk mendapatkan beasiswa tersebut, apa kelebihan dan kekurangannya, apa yang harus disiapkan di luar persyaratan tertulis. Informasi dari penerima beasiswa itu bisa menjadi salah satu referensi kita dalam menentukan pilihan jenis beasiswa kelak. Di mana nanyanya? Manfaatkan blog, media sosial, keluarga, teman dan rekan kerja untuk mencari tahu pengalaman mereka.


4. Lakukan Persiapan yang Terencana

Setelah mendapatkan informasi yang dibutuhkan, maka dibutuhkan strategi pencapaiannya mau seperti apa. Persyaratan dari beasiswa sudah di tangan? Bersegeralah mengurus administrasi yang dibutuhkan. Biasanya untuk mengajukan beasiswa, selain CV dan portofolio lengkap lagi terbaru, juga diminta membuat essay plus wawancara. Persiapkan dengan baik untuk proses administrasi itu.


Hal lain yang tak kalah penting adalah diperlukan pengetahuan umum dan akademik pendukung lainnya dengan nilai yang baik. Maka aturlah waktu untuk mulai menikmati prosesnya dengan penuh kesadaran dan komitmen tinggi. Cara sederhananya bisa dimulai dengan mengikuti kelas-kelas persiapan yang memang disediakan oleh pihak ketiga yang menyiapkan jasa pendampingan. Duh, tapi sulit mengatur waktu karena harus datang ke kelas offline? Atau lebih suka yang belajarnya online yang bisa dilakukan kapan pun dan dimanapun? Tenaang, saya pernah merasakannya juga kondisi seperti itu saat si sulung mulai grasak-grusuk mencari penguatan pengetahuan untuk proses persiapan.


Memilih sebuah aplikasi online yang bisa mendukung anak untuk bisa mengakses materi belajar kapanpun dibutuhkan, sangat penting. Maka pilihan menggunakan aplikasi belajar online terbaik dan terpercaya juga bisa menjadi pilihan. Cek website dan hubungi langsung customer service untuk memastikan prosesnya seperti apa. Bila perlu kunjungi kantornya untuk mendapatkan gambaran lebih jelas lagi. Karena aplikasi belajar online yang baik itu juga memiliki kantor fisik untuk melakukan semua prosesnya.


5. Berdoa dan Minta Bantuan Doa dari Orang Tua

Aiih, betul banget, sekalipun ikhtiar sudah dilakukan dalam semua prosesnya untuk mendapatkan beasiswa, tak akan lengkap bila tidak dukung dengan doa. Faktor X ini yang kadang terlupa dilakukan. Padahal 1% keberhasilan kita tetap Allah yang menentukan. Kalau kata ibu saya, berbisiklah ke bumi (perbanyak sujud dan berserah diri pada Allah) hingga akhirnya terdengar sampai ke langit.  Doa yang bisa menembus langit salah satunya adalah doa orang tua dan munajat kita di sepertiga malam. Berdoalah agar dijauhkan sifat sombong akan usaha yang telah dilakukan dalam persiapan penerimaan beasiswa. Tidak semua penerima beasiswa itu adalah anak yang cerdas dan pintar secara akademik, tapi bisa jadi Allah memang memilihnya karena bakti dan doa yang selalu dimunajatkan tak kala orang lain terlelap dalam tidurnya.


Jadi, sudah menyiapkan apa saja untuk mendapatkan beasiswa?

Kategori
Cerita Emak

Artikel Terkait

Komentar

  • Wiko Nurdian Selasa, 16 November 2021

    Terima kasih, sangat bermanfaat...

  • Dewi Syafrina Selasa, 16 November 2021

    Salut dengan anak-anak yang gigih mencari peluang. Terima kasih juga atas informasinya.

  • Yonal Regen Rabu, 17 November 2021

    Sebagai seorang pengajar, saya melihat peluang anak-anak didik untuk mendapatkan beasiswa saat ini lebih mudah dan lebih banyak peluangnya. Tinggal kemauan dan antusias setiap anak untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Terima kasih kak untuk tips-nya. Berguna sekali untuk anak-anak didik saya, terutama kelas duabelas yang sebentar lagi akan keluar

    • avatar
      Admin Rabu, 17 November 2021

      Bettul, sekarang terbuka banyak sekali peluang untuk mendapatkan beasiswa kuliah. Sukses ya untuk anak-anak didiknya

  • Sakif Rabu, 17 November 2021

    Nyiapin doa dulu buat kuliah di LN

  • yumi Rabu, 17 November 2021

    senang ya, anak-anak sudah tahu apa yang diinginkan sejak dini. Bicara beasiswa, saya juga pingin, tapi kudu nyari yang gak ada batasan usia, haha.

  • Phaiyw Kamis, 18 November 2021

    Bolrh juga tips nya. Memang benar bahwa pilihan jurusan tepat akan sangat berpengaruh pada pencapaian nilai. Jika salah pilih jurusan memang bakal jadi beban bagi penerima beasiswa

  • laylabadra Kamis, 18 November 2021

    Beasiswa tuh emang satu hal yang diburu oleh banyak orang ya. jadi beneran harus mempersiapkannya....

  • Silvana Sari Kamis, 18 November 2021

    Hal lain yg perlu disiapkan mungkin persiapan bahasa dan tes nya ya. Dana juga. Paling tidak untuk tes macam IELTS atau TOEFL saja butuhnya sudah jutaan

  • Yusriah Kamis, 18 November 2021

    sebagai ibu yg anaknya masih kecil, kayaknya jg bakal takjub dan excited dengan pilihan kuliah anak-anak dimasa mendatang 😍 baca tulisan ini jd ikut membayangkan masa depan hehe

Tambahkan Komentar