Bagaimana Cara Mengasah Kekuatan yang Dimiliki

“Perjalanan ribuan mil dimulai dari satu langkah”

Ya, kadang kita takut, khawatir dan galau saat mencoba melakukan satu perubahan dalam hidup. Mengawali satu hal yang membuat kita keluar dari zona nyaman itu memang membutuhkan effort yang luar biasa. Padahal ya, ketakutan itu hanya ada dalam kepala kita aja kalau tak pikir-pikir. Kebanyakan khawatir akan apa yang akan terjadi membuat kita lambat mengeksekusi keadaan. Mungkin kita sering mendapatkan ide untuk melakukan ini dan itu dalam keluarga. Tapi kemudian berhenti karena rasa khawatir yang makin memuncak. Apakah perubahan ini akan didukung oleh suami atau keluarga? Anaknya mau apa ga ya kalau diajak? Bagaimana langkah pertama untuk memulai perubahan itu? Bagaimana nanti bila tak berhasil? 


Saat ide baru terlintas di kepala akan perubahan yang kita inginkan maka saatnya kita bersegera untuk mengeksekusinya. Nah, sebelum mengeksekusi, baiknya dimulai dari pembuatan rencana yang matang terlebh dahulu. Diperlukan pondasi yang kuat sebelum kita memutuskan untuk melangkah. Dan saya termasuk orang yang perlu target dengan perencanaan matang dalam tenggang waktu yang jelas saat akan melakukan perubahan. Sejalan dengan ini, saya yang tengah mengikuti kuliah online di Institut Ibu Profesional mendapatkan kesempatan belajar tentang itu. Seolah pas banget dengan apa yang sedang saya butuhkan dan sedang saya lakukan saat ini. Saya diberi kail untuk mampu memancing di kolam yang tepat agar mendapatkan ikan yang dibutuhkan. Tak hanya itu, saya diberikan pengetahuan how to nya. 


Setelah taman quran Nuraini mulai auto pilot beberapa tahun yang lalu, saat kemudian saya hijrah dari Depok ke Bogor, saat saya ‘berkurang’ kegiatan di rumah, saya mulai mencari bentuk kembali di lingkungan baru. Dan kini, saat sedang membuat target 5 tahun ke depan, saya dipertemukan dengan materi perkuliahan yang sangat membantu saya untuk merumuskan itu semua. 


Tahap perkuliahan kali ini adalah lanjutan dari kelas belajar sebelumnya. Alhamdulilah naik kelas nih ceritanya. Perkuliahan online atau offline yang diadakan Institut Ibu Profesional banyak memberikan ruang dan dampak baik buat saya dan keluarga. Salah satunya ya saat ada di kelas sekarang ini yang memberikan cara bagaimana saya menemukan kembali kekuatan dan bagaimana mengolahnya dengan baik. Oia, berikut ini tangga belajar yang bisa kita dapatkan saat mengikuti perkuliahan di Institut Ibu Profesional ya.

img-1579571567.jpg


Sekarang, saya sedang mengikuti kelas bunda cekatan dan sudah masuk di tahap kedua. Setelah sebelumnya dag-dig dug karena judulnya saja cekatan, maka yang ‘ga cekatan’ ga bisa melanjutkan ke tahap berikutnya. Ngeri-ngeri sedap lah. Tapi saya termotivasi loh. Jadi harus terus berpikir, bergerak dan menaklukkan ego sendiri. Emak bisa lihat dan pantengin informasi IIP tuh di sini yaa website IIP 


Tahap belajar kali ini kami diminta untuk melanjutkan perjalanan mind map yang telah dibuat bulan lalu untuk dieksekusi.  Emak bisa lihat mind map saya disini . Nah, saya kemudian melanjutkan kebutuhan berikutnya dengan menuliskan lebih detil, fokus dan terarah dari mindmap itu. Sederhananya, apa sih yang menjadi kebutuhan belajar kita dalam waktu dekat ini? Kita butuh makanan apa aja? Dari mana saja sumber ilmunya? Saya membuat kebutuhan pribadi yang nantinya akan bersinggungan dengan rumah azkail yang sekarang sedang dirintis. Dan taraaaaa, ini dia yang saya butuhkan dalam waktu dekat :

img-1579572023.jpg


Itu kok di atas, ada kelas ulat-ulat? Apa sih itu ? Kok namaya makanan? Aiih maaak jaaan, berada di kelas-kelas perkuliahan yang diadakan IIP tuh yaa, asyiik, sedep banget. Banyak gamification. Semua tantangan yang ada dibuat hepi layaknya kita sedang bermain game. Nagih bin nyandu, beneran.  Salah satunya adalah saat berada di tahap ini, kelas ulat-ulat. Kita, yang notabene mamak-mamak yang akan mendampingi anak dan keluarga, akan diajak bermain bersama. Ga akan terasa kalau sedang kuliah.


Okeh, itu dulu seuprit kenikmatan di IIP. Kita lanjut ke tahap berikutnya ya.


Nah, setelah kita tahu ilmu apa, makanan apa yang kita butuhkan. Saatnya kita rangkum menjadi satu. Kita tuh keren di mana sih? Kita tuh sudah faham dan tahu tentang apa aja sih? Truuus ya, kita jadi fix mau belajar tentang apa aja, dan dapat dari mana ilmunya? Ilmu di luaran tuh buanyuak banget. Jangan sampai kita banyak memilih ilmu yang tersebar tapi tidak memilih untuk memprioritaskan mana yang paling penting dan paling mendesak. Ini berguna banget loh untuk kita dan mungkin orang lain. Saya yang merasa cetek ilmu tuh, ternyata buat orang lain, sangat membantu kebutuhannya untuk belajar. Begitu juga dengan saya yang butuh ilmu berbeda dari orang lain. Jadi tagline semua murid semua guru di IIP tuh pas banget. Setiap orang memiliki kekuatannya masing-masing. Tinggal kita berani mengambil langkah untuk berani berbagi dengan orang lain. Dan inilah kemudian yang membuat saya makin yakin atas apa yang saya miliki hingga saat ini untuk terus bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Jalannya diperjelas dengan bantuan dari mata kuliah di IIP


img-1579573236.jpg


Teringat kata mas mentri pendidikan, semua orang bisa mencuri idemu, tetapi tak semua orang bisa mengeksekusi idemu sebaik dirimu.

Jadi, tunggu apa lagi? Mari kita bersinergi.

Kategori
Komunitas Ibu Profesional

Artikel Terkait

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar