Ini Yang Terjadi Ketika Saya Ikut Program Reading Habit
Jum'at, 22 Mei 2020
azkail
Bagikan

Ini Yang Terjadi Ketika Saya Ikut Program Reading Habit

"Kamu tidak harus menjadi hebat dulu untuk memulai,

tapi kamu perlu memulai untuk menjadi hebat."


Punya buku baru yang masih diplastikin dan belum dibaca?

Kecepatan membeli buku tidak sama dengan kecepatan membaca?

Punya mimpi pengen baca satu bulan satu buku tapi belum kesampean?

Sebulan mau baca minimal empat buku belum juga kesampean?

Kalau baca buku auto ngantuk?

Baca buku tapi ga selesai sampe udah jadi zaman batu?

===

Nah, ini niih, kalau punya masalah yang sama seperti yang disebutkan di atas, sepertinya mamak harus ikut kegiatan ini deh.


img-1590109751.jpg

diambil dari IG-nya mas Adi Wahyu Adji


Kegiatan di atas selama Ramadan kali ini, menambah khusyuk #dirumahaja. Mas Adi Wahyu Adji mengadakan program Reading Habit: satu bulan dua buku. Menarik dan saya tertarik. Ini sejalan dengan target dan kebutuhan saya dua bulan terakhir ini seputar literasi. Baik itu membaca atau menulis. 


Saya tahu kiprah seseruan beliau sejak ikut apa ya, lupa, trus saya dapat e-book tentang membaca. Ga lama setelah ngikutin akun IG beliau, saya membaca informasi seperti di atas. Program membaca tersebut adalah program pertama yang baru diluncurkan tanggal 23 April 2020 lalu dan sayangnya, sudah berakhir kemarin, tanggal 20 Mei 2020. Hehehe. Rencana awal hanya akan diambil 50 peserta saja, tapi karena peserta membludak, jadilah kuotanya ditambah, dan nama saya nyangkut di situ.


img-1590109970.jpg


Alhamdulilah mendapat kesempatan belajar langsung dari yang berpengalaman memuliakan buku. Kebetulan saya lagi butuh pecutan dari luar untuk ‘naik kelas’ terkait bacaan. Saya butuh lingkungan yang bisa ngomporin saya untuk melaju. Selama pandemi, saya punya target menambah bacaan sebulan minimal empat buku. Gilak emang, kalau ga gila, bukan mimpi. Namanya juga mimpi, maka lakukan dengan mata terbuka lebar biar sadar diri, ga terlena dan terus bablas tidur. #eeaaa


Saat masuk di minggu pertama, saya banyak mendapatkan review buanyuak buku yang akan dibaca oleh 76 peserta lainnya. Bayangkan saja, mak. Kita diminta mempersiapkan minimal dua buku yang akan diselesaikan selama program itu berlangsung. Dan ada puluhan buku yang saya dapat gambaran kasarnya dari semua peserta. Bisa jadi referensi saya berikutnya untuk melanjutkan proses membaca. Ijinkan saya menuliskan buku-buku menarik yang akan saya baca nanti berkat teman-teman peserta lainnya ya.


1. Do it with passion, Ken Robinson, penerbit Kaifa,  426 hlm

2. How to Master Your Habits, penerbit: Alfatih Press, 169 hal

3. Self – Driving, Rhenald Kasali

4. Becoming, penulis : Michelle Obama, penerbit: Noura Books, 557 hal

5. Prophetic Parenting: Cara Nabi SAW Mendidik Anak (terjemahan dari buku Manhaj at-Tarbiyyah an-Nabawiyyah lith Thifl) karya Dr. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid, penerbit: ProU Media, 610 halaman

6. Why We Sleep, 368 halaman

7. How To Respect Myself, penerbit: Penerbit Transmedia, 340 halaman

8. Ta'limul Muta'allim, Penerbit: Aqwam, 168 halaman


Minggu-minggu berikutnya mulailah proses habit baru dimulai. Menuliskan apa yang akan dilakukan dan melakukan apa yang telah dituliskan. Materi-materi daging satu persatu dibagikan via wapri. Alhamdulilalh, jadi ga ketumpuk chat kalau dibagikan di kelas besar.  Dan makin ke sini saya makin tergambar bagaimana membaca itu harus memahami apa yang sedang dibaca walau tak harus semuanya.


Tak hanya mengenalkan tentang mindset membaca, beliau juga menyinggung tentang beragam cara membaca, bagaimana caranya menjadi pembaca aktif, hingga tantangan selama membaca, termasuk yang auto ngantuk kalo pegang buku. Dan yang saya tunggu itu tentang tantangan untuk speed reading, regresi dan cara asyik review buku. Materi yang sedang saya butuhkan. Aiih, berjodohlah dengan kebutuhan saya.


Yang menarik dalam program Reading Habit ini adalah setiap target yang kita buat sendiri tercapai, akan ada apresiasi yang diberikan kepada peserta sebagai bahan bacaan dan bahan diskusi. Macam mau menuju satu titik, dalam setiap pemberhentian itu selalu ada pos yang memberikan kita satu botol air minum sebagai motivasi untuk perjalanan berikutnya. Dan perjalanan itu sudah berakhir kemarin. Tau ga, mak? Saya berhasil menyelesaikan tiga buku dari target dua buku yang akan dituntaskan dalam satu bulan. 


Punya target membaca buku itu sesuattu banget. Belum lagi saat enak-enak baca, tetiba ada banyak iklan yang lewat. Ada tukang sayur lah, gilingan baju siap dijemur lah atau tiba-tiba ada tamu nawarin risol mayo. Kan kejeda bacanya. Alhamdulilahnya puasa, jadi itu risol aman sampai magrib. Maka kemudian saya belajar tentang menetapkan kandang waktu khusus untuk membaca.  Kudu buat habit trackernya biar ke detect dan bisa mengukur diri. Ini penampakan hari ke empat reading tracker yang saya buat untuk buku kedua.


img-1590111002.jpg


Kalau membuat reading tracker bagi saya tuh semacam alarm ayam jago. Baru bisa berhenti kalau sudah baca. Selain menempelkan Reading Tracker di tempat yang mudah terlihat mata, meletakkan buku yang akan dibaca di tempat yang selalu terlihat mata juga menjadi alarm berikutnya untuk saya. Ah, sesuattu deh. Dan ini masuk buku ketiga selama masa program reading habit. Beberapa teknik membaca yang pernah disampaikan di kelas, saya coba konsisten lakukan dan hindari penghambat membacanya. Hasilnya, memang membaca itu nikmat, Esmeraldaaa. Di reading tracker ini  saya sudah menemukan pola dan ritme waktu membaca. Berbeda dengan ritme pertama saat mengukur diri.


img-1590111328.jpg


Oia, materi yang diberikan itu adalah untuk menaikkan keterampilan kita dalam membaca. Maka ilmu tanpa praktek itu bagai ngupas kuaci tapi ga kemakan, nanggung. Sayang ilmunya nanti bisa nguap ke negeri antah berantah. Untuk mengikat apa yang sudah saya dapatkan maka saya mencoba menuliskan semua materinya satu persatu. Dan ini adalah salah satu materi -separuh dari satu tema- yang saya dapatkan di kelas. Kalau mau utuh, ikut aja program reading habit berikutnya ya. Hihihi. 

img-1590111572.jpg


Terima kasih untuk semua pengalaman selama satu bulan kemarin. Tak hanya manajemen waktu tapi strong why juga berasa banget diaduk-aduk macem mau bikin opor ayam.


Dan saya percaya bahwa guru akan datang saat murid siap.

Komentar

  1. Fatimah Azzahra Jum'at, 22 Mei 2020

    Waaah... Keren..

Tambahkan Komentar