Serunya Konferensi Ibu Profesional


Kenikmatan tiada tara itu saat mendapatkan kesempatan berkumpul dengan lingkungan positif yang bisa membawa diri kita menjadi lebih baik. Selalu saja menemukan banyak hal baru kalau berjejaring tuh ya. Salah satunya saat berjejaring dengan banyak sekali ibu-ibu hebat yang siap berbagi di Konferensi Ibu Profesional (KIP), di Jogjakarta, 16-18 Agustus 2019 lalu. Ini dia rangkaian keseruannya.


Sebelum baca tulisan panjang saya, ada baiknya siapin dulu secangkir besar coklat hangat dan se toples kuaci ya mak. Jauhkan sejauh-jauhnya gunungan setrikaan, abaikan teriakan mamang bakso, es loder, es nonong dan mesin cuci yang sudah ngawe-ngawe untuk segera di eksekusi. Duduk manis setengah selonjoran diganjel bantal empuk juga boleh. Siap maaak?


Here we go...

Al kisah, awalnya, saya berkesempatan mengikuti KIP ini hanya satu hari saja saat konferensi fullnya di tanggal 17 Agustus 2019, berbayar. Namun Allah berkehendak lain, saya mendapat kesempatan hadir gratis acara konferensinya. Tapi ternyata ga berhenti di situ, saya pun mendapatkan tiket tiga hari dua malam bermalam gratis di Sahid Jaya Hotel Jogjakarta plus bisa mengikuti seluruh rangkaian acaranya. Ya Allah, seccara si penyuka kejutan yekaaan, Qodarullah, ada salah satu peserta mengundurkan diri, saya berkesempatan mengisi seatnya.(Semoga Allah memudahkan rezeki dan keberkahan untuk beliau ya). Selalu ada campur tangan Allah dalam setiap langkah kita. Karena ga ada yang serba kebetulan yekaaan. Doa saya terkabul pengen ikutan full KIP ini. Masya Allah wal hamdulillah, tak ada yang tak mungkin.


Saya memang ga  hadir di sessi pertama acara karena tiket yang sudah kadung dipesan. Saya mendapatkan keseruannya sejak sessi kedua setelah ashar. Eits, biar kebayang kek apa padatnya acara, intip yuk rundownnya :


img-1566350363.jpg

Mantab acaranya ya. Full


Saat masuk ke area KIP, tau ga, kita sudah disambut sama gapura unik plus photobooth nya KIP. Banyak oranamen jawa dimunculkan. Segala ada anyaman bambu digantung di situ. Photobooth siap menemani cekrak-cekrek gaya khasnya emak-emak lah ya.

img-1566350317.jpg

Foto by mba Lamia


Diterima dengan senyum mengembang oleh panitia di meja registrasi, bahagia loh. Padahal, saya tuh udah telat pake banget, kali gitu, mak, saya ga  boleh masuk. mana dateng-dateng saya langsung ndlosor duduk lelah gitu. Seolah-olah baru dateng dari negri antah berantah tanpa peta yang kepengen banget lolipop. Eh ternyata bukan dapet lolipop tapi malah dapet banyak goodie bag dan ondol-ondolnya dari beberapa regional Ibu Profesional.


img-1566379296.jpg

           Ngliat manis dan baiknya panitia registrasi, apa ga meleleh saya, mak?


Saat masuk ke ballroomnya. Uwow loh, buesar banget. Di area kirinya, ada segala gerobak angkringan nangkring di situ. Segala wadah makannya yang sudah kosong, juga ada di situ. Penting saya sampaikan, kalau ga mau kehabisan kacang rebus, jangan telat ya, mak. Truuus, dekorasi panggungnya lucu, njawa banget. Semakin ke dalam ruangan, semakin dingin. Beneran berasa di Jawa. Sukses bikin saya kemulan. #norak


img-1566350588.jpg    

         Foto by mba Lamia                                 

Saat saya masuk di sessi setelah ashar, ternyata sedang berlangsung sharing keren. Berikut ini gambaran sharingnya di hari pertama.

1. Ashoka Foundation

Perwakilannya di Indonesia yang hadir saat itu menyampaikan bahwa Ashoka Foundation sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh pada siapapun yang ingin bergerak dan berbagi bersama. Mereka menampilkan beberapa contoh anak muda yang mampu mengubah banyak hal. Dan semua dimulai dari hal yang paling dekat dengan kita. Mereka berbagi pengalaman hebat bagaimana tantangannya saat mulai bergerak. Emak-emak seperti saya terpukau dibuat takjub dengan apa yang dilakukan oleh anak-anak muda itu. Salah satu yang membuat saya bangun adalah bagaimana seorang anak muda mampu membangun sebuah gerakan cinta buku mulai dari rumahnya. Ini bikin tangan, kaki dan isi kepala saya gatel pengen segera eksekusi di rumah. Aah, bikin on fire neh. Lengkap sudah bikin saya males ke kamar untuk menunggu sessi berikutnya. Oia, mungkin emak perlu tahu seperti apa itu Ashoka Foundation di sini .


2. Pergerakan Perempuan Indonesia-Ibu Septi Peni

Malamnya setelah isya, giliran bu Septi Peni yang berbagi keseruan. Penyajian materinya seperti biasa, dilakukan sangat interaktif baik antar peserta dan dengan pembicara. Kami diajak menuliskan, bergerak dan menemukan masalah plus solusinya bersama atas permasalahan yang sedang dihadapi saat ini dari kacamata kaum perempuan.

img-1566350655.jpg

Foto by mba Efi Femiliah

Pengalaman bu Septi saat memulai sebuah pergerakan dari dalam rumah hingga berbagai penghargaan yang diperoleh beliau ceritakan di awal. Ini menggugah saya. Bahwa seorang ibu yang notabene menghabiskan hari-harinya di rumah pun bisa membuat kebaikan untuk masyarakat luas. Dari sini, ibu mengajak kita untuk :


1. Menetapkan titik mulai dan tujuan yang ingin dicapai saat melakukan sesuatu.

2. Kita tak harus menyelesaikan semua masalah. Mulai saja dari diri kita sendiri. Apa tantangan yang sedang dihadapi, lalu selesaikan.

3. Jadikan solusi tantangan itu virus kebaikan yang kemudian harus ditularkan kepada orang lain. Tak perlu menunggu banyak orang berkumpul, walau hanya satu dua yang hadir untuk memberikan solusi, jalan saja.

4. Yakin pada diri sendiri bahwa kita itu keren. Setiap kita itu unik dan pasti punya kelebihan yang orang lain ga punya.

5. Jangan menuntut, bersungguh-sungguh saja di dalam, maka kita akan keluar dengan kesungguhan itu dan tak ada hukum terbalik, begitu kata pak Dodik yang sering dikutip ibu setiap berbagi di komunitas ibu profesional.

Mantab yekaaan suntikannya. Bikin saya bangun, melek dan mikir, apa yang akan saya lakukan bersama keluarga ya?


Baruuu hari pertama, sudah menggugah gini. Materi sharing besok, apa ya kira-kira? Baiklaah, saatnya kemudian saya istirahat, selonjoran di kamar bareng ibu-iibu hebat lainnya. Saya sekamar dengan mba Zakiyah dari wilayah Jogja, mba Ismi dari Tangerang daaan mba Nurul dari Kalimantan Utara. Makin malam bukannya istirahat, malah ngobrol asyik seputar keluarga dan ciri khas IP di masing-masing regional. Itulah enaknya berjejaring, ketemu orang baru, ketemu pengalaman dan pengetahuan baru.


img-1566350710.jpg

                                                         Ki-Ka : Zakiyah-saya-Ismi-Nurul. Doc Pribadi

Hari Kedua

Di hari kedua, banyak sekali kisah menggugah yang bisa menjadi bahan diskusi saya di rumah nanti bersama anak dan paksu. Ada 11 pembicara keren yang berbagi kebahagian dan jatuh bangunnya mereka mengelola hal sederhana yang dimulai dari dalam rumah, lingkungan terdekat kita. Sebagian besar adalah membernya ibu profesional yang tersebar di berbagai wilayah. Mereka mengajukan tema changemaker yang telah memberikan manfaat untuk keluarga dan  lingkungan sekitar. Sehingga terpilihlah 7 ibu profesional yang kemudian bisa berbagi pengalaman di panggung KIP. Dimulai dari :


1. Efi Femiliah-Hijrah menuju nol sampah

Ini keren banget. Berawal dari sulit membeli sayuran organik di sekitar wilayah tinggalnya mba Efi, beliau kemudian belajar menanam sendiri, belajar komposting, takakura dan istilah lain yang saya sendiri belum familiar ndengernya. Hahaha. Beliau memulai benar-benar dari tahu kalau beliau tidak tahu, maka belajar sendiri dengan mencari guru ke banyak orang demi mudahnya mendapatkan sayuran atau makanan organik yang diinginkan. Akhirnya tahun 2018, bersama suaminya, mba Efi mampu menjadi salah satu distributor pepaya organik yang banyak dicari orang. Jatuh bangunnya belajar mandiri sampai mengenal alur ekonomi praktis dijalani. Insight yang saya dapat  dari beliau adalah, kalau kita berniat maka Allah akan bantu mencarikan jalan keluar terbaik.

img-1566357182.jpg

Dok pribadi

2. Sri Indah-Laras-Kampanye anti bullying (saya lupa nama lengkapnya) hihihi

Beliau, diwakili tim dari Klik, mengkampanyekan anti bullying. Sebuah gerakan yang dimulai dari rumah, dari para ibu. Berawal karena ingin mengurangi bullying yang terjadi di sekitar, beliau mengajak beberapa ibu di komunitas Ibu Profesional Semarang untuk ikut serta mengkampanyekan gerakan ini. Dengan mengangkat slogan kenali, lindungi dan katakan', beliau mengajak para ibu untuk kemudian melakukan beberapa kerja sama dengan sekolah-sekolah dan lingkungan terdekat. Dan yang pertama disasar adalah sekolah anaknya. Tim dari Klik ini berkolaborasi dengan beberapa sekolah dan komunitas melalui permainan dan sharing tentang apa dan bagaimana bullying itu terjadi. Menggandeng psikolog anak, Klik kemudian masuk ke anak-anak, orang tua dan guru untuk kemudian berbagi cerita tentang bullying. Ini menarik. Bagaimana kemudian langkah kecil seorang ibu untuk menghapus tindak kekerasan anak di luar rumah, ternyata bisa berefek besar saat dilakukan bersama dengan berkolaborasi. Walau gerakan ini baru menyasar wilayah Semarang dan sekitarnya, bukan tidak mungkin suatu saat nanti akan melebar dan meluaskan gerakan anti bullying, bukan?


img-1566357247.jpg

Dok pribadi

3. Mata Aksara-Nuradi Indra Wijaya dan Heni Wardatur Rohmah

Bermula karena ingin membudayakan membaca sejak diri dalam keluarga, bapak dan ibu Adi ini memulainya dari rumah. Di tahun 2002, beliau mulai membunyikan buku-buku untuk kemudian menyebarkan virus cinta baca di lingkungan sekitar, beliau berdua mengajak anak-anak dan ibu-ibu untuk datang ke rumah mereka. Mengadakan ragam permainan, membuka kelas-kelas keterampilan untuk ibu serta memberikan ruang belajar untuk anak-anak. Rupanya aktifitas ini menarik banyak peminat. Tak hanya dikunjungi dari lingkungan sekitar, namun instansi pemerintah pun mulai membantu menggelontorkan ribuan buku untuk memajukan perpustakaan ini.


Bapak dan ibu adi juga bekerja sama dengan meminjamkan buku-buku ke beberapa sekolah di sekitar rumahnya. Berawal dari 50 buku setiap kali datang, sekarang sudah ada puluhan ribu yang siap diantar dengan menggunakan motor buku. Slogan dari buku menjadi karya di mata aksara, mampu menjadi lokasi kunjungan belajar dari beberapa negara sahabat serta banyaknya taman bacaan lain yang ingin berguru dan didampingi prosesnya oleh mata aksara, termasuk saya nih, juga kepengen. Kalau pak dan bu Adi bisa membunyikan dan menyebarkan virus membaca dari rumah, bagaimana dengan kita?


img-1566357303.jpg

Dok pribadi


4. Sedekah jariyah-Puspaning Dyah

Ini menarik, berawal dari kebiasaan yang ada dalam sebuah keluarga untuk selalu menyisihkan rezeki dan dibagi ke masyarakat sekitar, akhirnya tumbuh dan menulari banyak orang di sekitar. Setiap kali keluarga beliau di mutasikan ke suatu wilayah, ayahnya membiasakan untuk menyisihkan rezeki untuk lingkungan sekitar. Dan ini menular pada keluarganya mba Puspa. Dengan program peminjamanan dana misalnya, keluarga ini membantu banyak keluarga lain yang membutuhkan. Bakat beliefenya yang tinggi (sepertinya ya) kemudian disalurkan menjadi pemberi manfaat untuk orang lain tanpa hitungan itu luar biasa. Dari dana zakat infaq keluarga yang dikumpulkan, kemudian menjadi berkah finansial buat keluarga lain yang membutuhkan. Keren kaan?


img-1566358821.jpg

Foto by KIP


5. Pamella Supermarket-Noor Lisnani Pamella

Kisah ini menggugah banget tentang usaha yang dirintis dari rumah, warung kecil yang akhirnya bertransformasi menjadi supermarket besar. Warung kelontong yang kemudian menjadi besar yang memiliki banyak cabang di wilayah Jogjakarta. Ibu Pamella ini sangat ulet dan selalu berprasangka baik pada Allah. Mendapatkan dukungan dan kasih sayang dari alm. suaminya, beliau mampu melawan naik turunnya mengelola bisnis keluarganya. Nenek 16 cucu ini memberikan banyak sekali nasihat pada kami saat itu. Tentang bagaimana menjaga keseimbngan karir dan keluarga. Ini salah satunya :

a. Atur waktu dan perbesar frekuensi waktu keluarga

b. Miliki waktu untuk pasangan

c. Lakukan sesuatu itu sesuai hobi biasanya akan jauh lebih mudah melanjutkan langkah berikutnya

d. Niatkan dengan ikhlas dan berbagi rezeki dengan orang lain saat sempit dan lapang


Nasihat sederhananya nonjok banget yekaaaan. Pantas saja saat berbagi di depan kami semua, wajah bahagianya selalu terpancar. Seolah tak ada masalah sama sekali.

img-1566359620.jpg


6. Keluarga sehat bebas depresi-Elsy Hidayat

Ide yang dilemparkan sama mba Elsy tuh keren banget loh. Berangkat dari permasalahan sederhana dari rumah atau kepedulian beliau akan kesehatan mental seorang ibu di komunitas IP. Ternyata setelah beliau amati, ada yang disebabkan karena innerchild dan beberapa permasalahan yang bikin stress di rumah. Yang kemudian mengakibatkan tidak maksimalnya para ibu bergerak di dalam atau pun di luar rumah. Beliau mengajak semua lapisan untuk bersama-sama bergerak menanggulangi tingkat kesehatan mental para ibu dan calon ibu. Menarik, karena ide ini perlu terus dikembangkan guna mendapatkan solusi bersama saat ibu menjadi kian produktif baik di rumah atau pun di luar rumah. Kalau stress karena ngadepin  segunung setrikaan, juga termasuk kali yak?


img-1566367053.jpg

Dok pribadi


7. Ecoenzym-Uswah Hasanah

Sharing kali ini menarik, seyogyanya semua peserta bisa praktek, tapi kali ini , kita cukup menyimak saja saat mba Uswah berbagi pengetahuan dan pengalamannya tentang apa dan bagaimana ecoenzym. Beliau menyampaikan tentang manfaat dan cara pembuatannya. Ternyata yaaa econzym itu bisa dibuat dari kulit buah loh. Bisa jadi sirup atau sabun. Kalau mau buat sirup cukup buah, madu dan air saja. Yang menarik adalah saat eco enzym juga bisa dijadikan sabun cobaaa. Bayangin wanginya buah gitu nempel di kulit kita plus manfaat lain. Selain pemanfaatannya untuk minuman ternyata pembuatan ecoenzym bisa untuk pembersih rumah, pupuk alami dan pembersih tubuh loh. Kalau otak bisnisnya jalan, produk ini pun bisa mamak tawarkan ke tetangga yekaaan.


                                                        img-1566367697.jpg
                                                                                            Dok Pribadi

 8. Jogokariyan

Saya tak pernah bosan mendengar daya juang pada pengurus masjid ini. Malahan, mereka lebih senang disebut dengan pelayan masjid. Mungkin bisa dibaca selengkapnya cerita masjid Jogokariyan . Senang luar biasa saya mendapatkan kesempatan mendengarkan semangat itu kembali. Betapa bahwa masjid adalah pusat belajar dan kehidupannya umat islam itu bisa dirasakan di masjid Jogokariyan.


9. Change Maker Family (CMF)

Program CMF ini diadakan tahun lalu. Sebagai bentuk kepedulian Komunitas Ibu Profesional dalam melalukan gerakan kebaikan dalam mendidik anak dan keluarga yang dimulai dari dalam rumah. Saat itu saya pun ikut meramaikan CMF ini dengan menuliskan rencana perubahan yang akan saya lakukan bersama di rumah azkail, tempat kami seseruan. Detil rencana yang sudah kami diskusikan, saya tuangkan ke dalam link di laman ibu profesional; sharing and inspiring rumah azkail . Hidup pun berlanjut, mulai dari ngemilin kuaci sampai coklat, saya sudah mulai lupa kalau pernah ikutan  CMF. Tetiba saya mendapatkan email yang bikin alis saya naik,celengo plus napas terhenti 1/2 detik, ini tampilan emailnya :


img-1566370132.jpg


Masya allah, gayung bersambut, saat saya memang bener-bener kepengen  datang ke KIP (konferensi Ibu Profesional), Allah jawab dengan cara yang paling indah. Dari ratusan tulisan yang masuk, ternyata diseleksi 6 kandidat yang berhasil lolos, saya salah satunya. Kaget? ya iya lah mak. Kekagetan saya ga berhenti sampai situ, selesai penyerahan reward 6 kandidat, ternyata dikerucutkan lagi menjadi 3 orang. Dan saya pun masuk lagi menjadi salah satunya. Uwow lah sore itu buat saya. Berasa ketemu kuaci yang sudah dikupas tinggal leppp gitu looh. Merasa belum melakukan apa-apa seperti orang-orang hebat yang sebelumnya berbagi di atas panggung, saya kaget. Tapi saya kemudian mikir, apa yang akan saya lakukan setelah ini? Bagaimana pertanggung jawaban saya kemudian ? Hanya terus beristigfar sepanjang acara, memohon untuk dijauhkan dari keburukan hati dan pikiran, minta dibukakan kelapangan hati untuk terus bergerak bersama anak-anak dan suami hingga jannahNya. Dan menuliskan ini juga sebagai upaya merajut bekal menuju akhirat.


img-1566370866.jpg


10. Design menu belajar sesuai tahapan perkembangan anak

Sharing kali ini dibawakan oleh mba Restu Anjarwati. Beliau berbagi tentang bagaimana caranya membuat kurikulum atau menu belajar untuk anaknya pada peserta, berdasarkan tahapan perkembangannya. Ini keren banget. Asli 3R menurut saya, runut, rijit dan rapi. Dari penjelasannya kita akan tahu kemampuan mana di anak kita yang belum tercapai. Buat yang bingung mau aktifitas apa sama anak, mungkin caranya mba Restu bisa digunakan.


11. Perempuan Berdaya-Dodik Mariyanto

Sessi pak Dodik ini malam setelah isya. Saya sudah mempersiapkan baskom kosong di kepala saya. Siap menerima apapun yang akan disampaikan beliau. Disaringnya sambil jalan. Hahaha. Karena, pak Dodik tuh suka nge banyol yang bikin gerrr gitu, jadi bikin peserta ga ngantuk. Baiklah, malam itu beliau menyampaikan kalau ingin menjadi perempuan berdaya, maka kita bisa melakukan :


  • Tentukan tujuan
  • Cek satu per satu tujuan itu secara berkala
  • Buat pola dan caranya sesuai dengan yang kita butuhkan. Cobakan pola kedua bila pola pertama belum berhasil. Artinya, kita harus mencari ragam solusi.
  • Mulai dari apa yang disukai karena akan mudah mendapatkan apa yang kita inginkan
  • Bila ada masalah, maka tetapkan targetnya, komunikasikan lalu buat kesepakatan
  • Ingat, dream it-Do it-Share it-Grow it

img-1566435922.jpg


Berada di lingkungan positif tentu akan membawa aura positif pula pada kita. Bohong bin ngibul kalau saya ga  ikut terbakar dan euforia semangat. Dan itu yang saya rasakan selama 40 jam aktif berada di sana (di luar tidur dan ngayap ke sate klathak, angkringan dan Malioboro yak. Hahaha). Terbuka mata saya saat mendengarkan langsung banyak pengalaman dari teman-teman yang ada di sana. Baik yang memang share di atas panggung, duduk melingkar di meja makan saat jam makan tiba atau nge-teh cantik di sore hari.


Walau panitia menyediakan fasilitas teleconference untuk yang tidak bisa hadir secara fisik di KIP, aura positif tetap terasa kental sekali di sana. Saya percaya, aura itu juga sampai pada teman-teman yang menyaksikan melalui layar datar di mana pun berada.


img-1566378941.jpg


Dan betul banget bahwa apa yang kita tanam pun suatu saat akan kita tuai. Jangan pernah berhenti bergerak, sesulit apapun kondisi kita, percayalah, Allah sudah menyiapkan jalan keluar terbaiknya untuk kita, tinggal kemauan kita yang harus mencari jalan keluar itu.


Sampai bertemu dua tahun mendatang yaa...Selalu kangen dengan kebersamaan di KIP.

img-1566379064.jpg


Terima kasih ya untuk semua panitia yang sudah berdarah-darah mengelola kami para peserta. Datang dari ujung aspal sampai ujung berung, dari Singapura sampai Bogor utara. Semoga kebaikan dan api yang sudah dinyalakan itu akan terus ada di hati, pikiran dan aksi kami.


Jangan lupa kalau kita sudah berjanji (dalam hati) untuk melakukan perubahan bersama saat di hari terakhir itu yaa. Terima kasih yang sudah mewakili saya untuk ikut berkontribusi tanda tangan jarak jauh dekat di hati ya. love you all


                                                           img-1566396667.jpg
                                                           Foto by mba Afa, temen ngluyur bareng

  • Rabu, 21 Agustus 2019

Artikel Terkait

Belajar Manajemen Komunitas
Belajar Manajemen Komunitas
Ini Serunya Belajar di Kelas Remedial
Ini Serunya Belajar di Kelas Remedial
7 Stiker seru yang ngangenin saat jadi fasilitator
7 Stiker seru yang ngangenin saat jadi fasilitator
Begini Cara Menghormati Tamu ala Ibu Profesional Jakarta
Begini Cara Menghormati Tamu ala Ibu Profesional Jakarta
Gunakan Cara Ini Saat Malas Membaca Muncul
Gunakan Cara Ini Saat Malas Membaca Muncul
Serunya Menjadi Fasilitator Kelas Online
Serunya Menjadi Fasilitator Kelas Online
Belajar Bersama Kelas Bunda Sayang
Belajar Bersama Kelas Bunda Sayang
Keseruan Lain Fasilitator Online di Bulan Ramadhan
Keseruan Lain Fasilitator Online di Bulan Ramadhan

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar