10 Alasan Mengapa Harus Mengenalkan Fitrah Seksualitas pada Anak


Alasan ke 4-Menjamurnya Kaum Gay

Belajar bersama mengumpulkan informasi, mendadak menjadikan semangat kewaspadaan itu menyebar diantara kita para orangtua mengenai kondisi aktual sekarang. Kita benar-benar harus lebih aware tentang masa depan anak-anak kita para generasi alpha dan milenial yakni para kids jaman now. Tantangan kita teramat berat. Dan salah satu solusi yang telah dikupas dari hari pertama yakni membangkitkan fitrah seksualitas anak.

img-1515717026.jpg
 

Fitrah seksualitas adalah cara berpikir, merasa, dan mengekspresikan diri sesuai fitrahnya sebagai laki-laki sejati atau perempuan sejati, dan tentu saja kelak akan berpasangan dan menikah dengan beda jenis kelamin.  Pentingkah mengenalkan fitrah seksualitas pada anak? Penting banget, mak. Kenapa? Karena dengan kesadaran yang dimiliki sesuai fitrah jenis kelaminnya, akan berperan besar terhadap sebuah peradaban. Peradaban itu dimulai dari manusia terkecil, individual, kemudian keluarga. Bila identitas jenis kelaminnya saja sudah bingung, tentu saja yang merupakan akar peradaban, akan membuat peradaban berada di ambang kehancuran. Contoh peradaban itu hancur itu apa ya?

Salah satu yang lagi booming dan terus meningkat yaitu kasus LGBT ini. LGBT ini sudah dinyatakan bukanlah penyakit. Namun, ia kerap bisa menularkan melalui pemikiran. Banyak sekali pendukungnya, mulai dari para aktivis HAM, media, negara-negara maju, artis atau tokoh masyarakat. Kalau dari internal bisa karena hilangnya peran orang tua atau pernah menjadi korban yang kemudian berubah menjadi pelaku. 

Dampak LGBT terhadap peradaban: membuat adanya pernikahan sesama jenis kelamin, mulai berupaya punya anak melalui sewa rahim, dan munculnya banyak kejahatan seksual. Udah jelas sekali dampak paling krusial, menghilangkan tatanan keluarga, menghilangkan garis keturunan, dan peradaban manusia yang baik. 

Padahal dalam Islam, QS R Rum:21, sudah dijelaskan bahwa Allah menciptakan manusia itu secara berpasangan, perempuan dengan laki-laki. Coba kita lihat gambar berikut ini. 


img-1515717332.jpg


Berdasarkan Proyeksi jumlah HIV, 2016 merupakan yang paling tinggi, yaitu 28640 jiwa dari penyebabnya karena hubungan seks gay berada di urutan nomor 1. Untuk jumlah masyarakat yang terjangkiti LGBT, 2012, sejumlah 1.095.970 yang tercatat ya. Itu 2012. Yang jelas terus bertambah. Dan ada organisasi yang menanungi. 


img-1515717436.jpg

Pendidikan seks membahas segala hal mengenai alat kelamin dan bahwa organ tersebut membedakan jenis kelamin laki-laki dan perempuan. pendidikan seksualitas adalah pendidikan membangun kepribadian seseorang sesuai dengan jenis kelaminnya. Lalu bagaimana caranya meningkatkan fitrah seksualitas pada anak? Berikut ini salah satu yang bisa kita lakukan. 

1. Lakukan 7 hal ini bersama pasangan Anda:

img-1515717553.jpg

2. Mengerti porsi dan peran masing-masing sebagai ayah dan ibu, akan membantu perkembangan seksualitas anak. Lihat bagan berikut ini. 

img-1515718550.jpg

Saat mendidik anak, dibutuhkan kerjasama  dari ayah dan bunda. Saat ayah menjadi raja tega, maka kemudian saatnya bunfa menjadi sang pembasuh luka. Atau pun sebaliknya. 

3. Beajar dan melihat kembali kurikulum pendidikan fitrah seksualitas pada anak.
Berikut ini bagannya. Diambil dari Home Based Education

img-1515718846.jpg

Maka, yuuk didik anak-anak kita sesuai fitrahnya. Bila anak perempuan, maka:

img-1515719004.jpg

Bila mendidik anak laki-laki, maka :

img-1515719251.jpg
Bagi beberapa orang tua, membicarakan masalah seksualitas pada anak itu kadang malah kitanya yang risih, bingung bagaimana cara membicarakannya, tidak tahu bagaimana memulainya. Itu sih, saya dulu ya mak. Hehehe. Berikut ini sedikit prinsip dasar yang bisa kta lakukan saat bicara seks dengan anak. 

4 PRINSIP DASAR PEDE BICARA SEKS DENGAN ANAK

1. YAKIN, ORANGTUA ADALAH PENDIDIK UTAMA DAN PERTAMA SEKSUALITAS ANAK

Orangtua wajib menjadi pendidik utama dan pertama seksualitas anak karena ia adalah amanah yang Tuhan berikan dan kelak kita akan diminta pertanggungjawabannya. 
Anak kita lahir dengan fitrah, amanah kita adalah menjaga fitrahnya terjaga hingga salah satu dari kita kembali pada Sang Pencipta. Jika orangtua tidak menjadi pendidik utama dan pertama, orangtua akan perang dengan ‘entah siapa di luar sana’.
~~~~~~ 
"Dan hendaklah takut kepada Allah, orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka, anak-anak yang lemah, yang mereka kuatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah, dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar." – (QS.4:9)

2. PENDIDIKAN SEKSUALITAS WAJIB BERDASARKAN LANDASAN AGAMA

Ilmu dunia adalah ilmu yang berkembang, apa yang benar saat ini dapat disempurnakan seiring perkembangannya. Sedangkan ajaran agama adalah ilmu yang sudah dijamin kebenarannya sampai kapanpun. "Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selamanya selama berpegang teguh dengan keduanya, Kitabullah dan Sunnah" (HR. Malik)

3. KELUAR DARI TABU DAN SARU

Dulu, tidak banyak dari kita yang diajarkan oleh orangtua mengenai pendidikan seks. Namun kita tumbuh menjadi pribadi yang baik. Mengapa? Karena orangtua adalah satu-satunya sumber informasi bagi anak. Anak-anak malu sekali untuk membicarakan hal itu dengan orang lain, apalagi dengan teman sebaya. Habis diolok-olok jadinya. Sekarang, jika malu bertanya pada orang lain, anak akan bertanya pada internet. Apa yang ia dapat? SEGALANYA! Bahkan yang tidak boleh ia dapatkan. 

Tinggalkan tabu, apalagi hal ini adalah hal yang besar dan begitu serius diatur dalam agama. Begitu besar kerusakan yang terjadi akibat permasalahan terkait hal ini. Ingatlah, Islam menjelaskan tentang seksualitas dengan gamblang. Perbaiki komunikasi yang benar, baik, dan menyenangkan sehingga terbentuk kelekatan, kedekatan, dan kualitas komunikasi yang erat. Dapatkan kepercayaan dan rasa nyaman anak kita, karena tidak mungkin kita bisa bicara tentang seksualitas (apalagi seks) jika anak merasa berjarak dengan kita. 
“Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki (pula) kepada jalan (Allah) yang terpuji.” (Al Hajj : 24)

4. TERUS TAMBAH ILMU DAN WAWASAN

Sebenarnya, menuntut ilmu adalah kewajiban bagi seorang muslim. Jika untuk urusan menunaikan amanah, tentu menjadi lebih penting lagi. Al Quran dan Sunnah menyebutkan perintah agar berilmu sebelum beramal. Pepatah arab mengatakan amal tanpa ilmu umpama orang buta tanpa tongkat.

Sediakan waktu khusus untuk menimba ilmu dari buku penunjang seperti ensexklopedia, artikel terpercaya di internet, atau menghadiri seminar dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan cara menyampaikan.  “Menuntut ilmu adalah wajib atas setiap muslim” (HR Bukhari)
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Sumber: Yayasan Kita dan Buah Hati 
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

Diskusi seru terus berlanjut. Simak diskusi kami di bawah ini ya :

Pertanyaan : 
1. Saya mau tanya mbk,bagaimana cara konkrit utk menanamkan agama di anak usia pra latih (<7 tahun) utk menguatkan pondasi diri dan sbg bekal ketika akan memasuki masa sekolah?
Seperti yg kita ketahui,lingkungan sklh jaman skrg cukup mengkhawatirkan meskipun baru SD,,g sedikit qt melihat ada anak SD yg sdh pacaran atau anak2 yg suka foto eksis di medsos dll

Jawaban :

1. Sumber Kuliah PK KONCI (PENDIDIKAN KELUARGA KELAS ONLINE CAHAYA ILMU):

Panduan pendidikan anak usia pra baligh ini HARUS FOKUS pada tiga hal tersebut: IMAN-ILMU-AMAL SHALIH.

Masalah urutan pendidikan agama. Yaitu adab sebelum ilmu, iman sebelum Al-Quran. Usia pra baligh merupakan waktu yang harus diisi dengan PEMBIASAAN ADAB. Bukan berarti tidak diajarkan ilmu.   Kemudian iman sebelum Al-Quran dengan cara "menyangkutpautkan" segala sesuatu dengan Allaah. Bukan berarti Al-Quran tidak dipelajari. Ada banyaaaaak sekali hal yg bisa kita praktekkan untuk membuat pendidikan anak-anak kita menjadi "nyess" dan menancap di hati anak, walau dgn cara sederhana. 

a. Misalnya waktu sakit
Kita ga perlu banyak menjelaskan teori tentang iman pada taqdir pada anak. Cukup ajak anak berdoa, ajak anak sabar. Sambil dipeluk, sambil diusap bagian sakitnya, sambil diobati, kitanya ngobrol tentang itu pada anak. Walaupun anaknya masih bayi lho... emang ngerti gitu? In syaa Allaah mereka paham dan merasakan gelombang keyakinan kita.

b. Ketika anak kecewa karena es krimnya jatuh.
Katakan bahwa itu sudah taqdir Allaah. Ajak sabar, yakinkan bahwa jika dia bersabar PASTI  akan dapat ganti yang lebih baik. Beberapa waktu lalu ada seorang anak mengalaminya. Dia kecewa isi snack yang dibelinya sedikit (mungkin kesalahan teknis pabrik makanannya 😊). Lalu diajak sabar, ditenangin biar nangisnya reda. Eh sorenya ada yg ngasih makanan buat semua, ma syaa Allaah. Terus katakan pada dia "itulah buah kesabaran kamu, Allaah ganti yang lebih baik dan banyak"

c. Ketika hujan, ajak anak untuk mengetahui darimana asal hujan, bagaimana Allaah menciptakan hujan, dan manfaat hujan.

MASA PENGASUHAN: USIA 0-5 TAHUN
» Penanaman Iman lewat pendengaran (pelafalan Laa ilaha illallah)
» Memberikan apa-apa yang menjadi hak di usia tersebut (Kasih sayang, ASI, makanan, kesehatan, dan sebagainya)
» Pengenalan adab dan akhlaq secara tidak langsung caranya dengan mengajak dan memperdengarkan doa-doa harian sesuai dengan waktu dan praktek-prakteknya, contoh membaca basmallah dan menggunakan tangan kanan ketika mau makan, membaca doa dan melangkahkan kaki kiri ketika masuk WC dan sebagainya
» Perbanyak memperdengarkan bacaan Al-Quran

MASA PENDIDIKAN AWAL: USIA 5-7 TAHUN
○ Tanamkan keimanan lebih dalam lagi (menyangkutpautkan segala hal kepada ALLAH), contoh hari sedang hujan: anak diberitahu hujan itu diturunkan oleh Allah, manfaat hujan, doa ketika hujan turun, dan sebagainya. Ingat prinsip pendidikan di pertemuan pertama JADIKAN SETIAP PERISTIWA (kapanpun, di manapun, dan kondisi bagaimanapun) menjadi PENDIDIKAN. Kemudian bacakan kisah-kisah nabi dan rasul.
○ BIASAKAN ADAB DAN AKHLAQ SEHARI-HARI. INGAT: BIASAKAN! (Kuncinya sabar dan istiqamah)
○ Ajarkan pondasi-pondasi ilmu: tahsin dan hafalan Al-Quran, hafalan hadits, baca tulis (diutamakan baca tulis Al-Quran dan Hadits), dan berhitung.

Adab sehari-hari di rumah dan sekitarnya yang diutamakan. 
→ Tidur dan bangun tidur
→ Masuk dan keluar kamar mandi
→ Makan dan minum
→ Memakai dan melepas pakaian
→ Memakai dan melepas sandal/sepatu
→ Keluar dan masuk rumah
→ Semuanya adab sehari semalam

Namun teknisnya bertahap sesuai usianya. Bisa jadi hanya diajak dan diperdengarkan, kalau sudah lancar bicaranya sedikit demi sedikit dihafal doa-doanya.

Catatan: TIDAK SEKEDAR DIHAFAL. Karena yang terjadi di masyarakat adalah hanya menjadi hafalan dan itu dibanggakan. Hafalan itu akan mudah hilang seiring waktu berjalan jika TIDAK diamalkan. Pastikan dibiasakan dan diingatkan terus. Kuncinya: pembiasaan adab. Bukan hafalan doa semata.

Adab utk anak <5thn adalah adab yg berkaitan dgn kegiatannya di usianya. Biasanya msh berhubungan dgn aktivitas diri sendiri.

Maka selaku ortu terutama ibu (yang sering mengurusi keseharian anak) WAJIB mengetahui tata cara adab yang benar sesuai tuntunan Rasulullaah.

Lalu AMALKAN.
Kemudian BIASAKAN pada anak-anak bahkan sejak dia bayi.

Mau minum ASI baca basmalah.
Setelah memakaikan baju, kita lafalkan doanya di hadapan anak.
Mau jalan2 keluar rumah, sambil gendong bayi, sambil ajak dia berdoa.
Mau masuk kamar mandi utk memandikan pun lafalkan doanya.

Teruuuus begitu sampai dia bisa dan hafal. Berikut tata caranya: pakai kaki/tangan yg mana, menghadap ke mana, apa yg boleh/dilarang, dll.

Kalau lupa, INGATKAN.
Setiap hari, setiap aktivitasnya, setiap detik.
Ingat ya, KITA lho yg ikut melafalkannya. Anak pasti mendengar lalu diajak mengikuti.

Maka pelan2 anak akan teringat dan melakukan itu. Tanpa paksaan, tanpa diminta menghafal. In syaa Allaah nempel sendiri.

Setelah usianya lebih dari 5thn, baru ditambah penjelasan sederhana dari dalilnya.

Susah, cape, ribet, bawel, tapi begitulah pendidikan di awalnya... tapi itu akan memudahkan kita mengajarkan adab lain dan ilmu2 lain di tahapan usia selanjutnya.

Intinya, Kaitkan segala sesuatu dan kejadian pada Allaah. selalu kaitkan juga dgn Rasulullah.
Knp makan hrs pakai tangan kanan? Krn begitu kata Rasulullah. Kenapa hrs qoilulah? Krn Rasulullah melakukannya. jangan lupa utk selalu konsisten dlm membuat aturan dlm rangka mendidik anak-anak kita. Aturannya tentu aturan diin syar'i ya... Bukan aturan budaya atau sosial kemasyarakatan. jangan mudah lelah dan mudah merasa capek mengingatkan. Misalnya: pakai sandal sunnahnya hrs kanan dulu. Kalau anak pakai yg kiri dulu, ingatkan, suruh ulang lagi pakainya (yg kanan dulu). Tiap pake sendal begitu. Kalau terus diingatkan, maka adab itu akan nempel.

2. Sumber diskusi: Kontrol penggunaan internet. Usahakan tidak memberikan smartphone dengan ada internet di dalamnya. Anak itu fitrah. Agama juga fitrah. Sifat fitrah anak mesti di jaga. Seperti rasa bersyukur/ (biasakan terima kasih), rasa bersalah (biasakan meminta maaf), rasa membutuhkan (biasakan dengan kata tolong). 

3. Sumber buku Harry Santosa
Jadi menanamkan agama tidak bisa dipksa tapi ditumbuhkan kecintaannya terlebih dahulu. 0-2 tahun anak masih meniru dan meneladani orang dewasa terdekat, sedapat mungkin ayah dan ibu memberikan contoh teladan yang baik, misal suka cita menyambut adzan, sholat dengan muka berseri2.

Sumber Kuliah PK KONCI:
CARA-CARA NABI DALAM MENDIDIK

Nabi yang kami maksud disini adalah Nabi Muhammad Shallallahu 'alayhi wa sallam. Materi ini saya sarikan dari buku "Bersama Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam Mendidik Generasi Idaman" yang ditulis oleh Dr. Fadl Ilahi. Buku yang sama membahas metode pendidikan Rasulullah yaitu "40 Metode Pendidikan dan Pengajaran Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam" yang ditulis oleh Abdul Fattah Abu Ghuddah, buku ini kemudian ada yang menerbitkan dengan judul "Muhammad Shallallahu 'alayhi wa sallam sang guru".

1. Metode pertama, memilih waktu yang tepat.
Rasulullah tidak membatasi pengajaran pada waktu tertentu saja, tetapi beliau mengajar dan memberi pengarahan kapan pun hal itu diperlukan. Buktinya, di samping mengajar pada siang hari, beliau juga melakukannya pada malam hari. Waktu-waktu yang dipakai oleh Rasulullah dalam mendidik:

1). Setelah shalat Isya
2.) Menjelang separuh malam
3). Setelah bangun tidur pada malam hari
4).  Setelah berlalunya dua pertiga malam

2. Metode kedua, memilih tempat yang tepat.
Rasulullah tidak membatasi penyampaian ilmu di tempat tertentu saja. Beliau mengajari para sahabat di mana pun selama ada kesempatan yang mendukung. Tempat-tempat yang dipakai oleh Rasulullah dalam mendidik:
1). Masjid
2). Salah satu rumah sahabat
3). Mina
4). Sela-sela perjalanan

3.  Metode ketiga, menyentuh semua lapisan masyarakat.
Salah satu metode pengajaran Nabi yang diabadikan di dalam sirah adalah tidak membatasi penyebaran ilmu pada anggota masyarakat tertentu saja. Beliau mendidik: 1. Keluarga 2. Paman 3. Sepupu laki-laki 4. Sepupu perempuan 5. Teman 6. Para pemuda 7. Anak-anak 8. Kaum perempuan 9. Orang badui 10. Kaum muallaf

4. Metode keempat, memanfaatkan kesempatan dan momentum.
Di dalam sirah diterangkan bahwa Rasulullah selalu mempergunakan beberapa kesempatan dan momentum untuk mengajar para sahabat dan memberikan pemahaman kepada mereka mengenai urusan agama.

1). Memanfaatkan bulan purnama untuk menjelaskan tentang melihat Allah Subhanahu wa Ta'ala
2). Memanfaatkan peristiwa gerhana bulan untuk memohon perlindungan kepada Allah dari keburukannya
3). Memanfaatkan kejadian seorang perempuan yang menyayangi anak bayi untuk menggambarkan kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya
4). Memanfaatkan ucapan Sa'ad Radhiyallahu 'anhu untuk menerangkan kecemburuan Allah

5. Metode kelima, menyambut baik setiap orang yang hendak belajar

6. Metode keenam, mendekati orang yang diajak bicara

7. Metode ketujuh, menghadap ke arah lawan bicara

8. Metode kedelapan, menenangkan orang yang hadir sebelum berbicara

9. Metode kesembilan, menyapa nama asli, panggilan, atau julukan

10. Metode kesepuluh, menyentuh secara fisik

11. Metode ke 11. Menepuk tubuh murid untuk membangun kedekatan sekaligus mengingatkan

12. Menyampaikan pelajaran dengan jelas dan perlahan

13. Mengulangi perkataan

14. Menggunakan isyarat

15. Menjelaskan dengan ilustrasi

16. Menjelaskan dengan perumpamaan

17.  Memberi contoh nyata

18. Memberikan perbandingan

19. Menerangkan secara global lalu memperincinya

20. Bertanya
21. Memilih istilah yang lebih halus untuk menyebutkan suatu perbuatan yang keji dan tercela

22. Tidak malu mengajarkan sesuatu yang diperlukan

23. Memberi kesempatan untuk bertanya

24. Memberi pujian terhadap pertanyaan yang bagus

25. Menjawab dengan analogi

26. Menjawab lebih dari yang ditanyakan

27. Tidak menjawab pertanyaan yang tidak diketahui jawabannya

28. Marah terhadap pertanyaan yang berbelit-belit

29. Terbuka untuk dikonfirmasi dan diajak diskusi

30. Terbuka untuk diingatkan

31. Memberikan kesempatan pada murid untuk berbicara

32. Memberikan kesempatan kepada murid untuk mengulangi pelajaran di hadapan guru

33. Bersikap tawadhu

34. Lemah lembut dalam memberikan pengajaran

35. Marah terhadap kesalahan yang tidak seharusnya terjadi

36. Marah kepada orang pandai yang seharusnya paham
37. Memprioritaskan murid-murid yang fakir dari diri sendiri dan keluarga

38. Memahami keistimewaan murid

39. Memperhatikan kondisi murid

40. Selalu memberikan kemudahan

  • Selasa, 09 Januari 2018

Artikel Terkait

17 Cara berkomunikasi dengan remaja
17 Cara berkomunikasi dengan remaja
Efek Homeschooling
Efek Homeschooling
8 Cara Asyik mengelola Gadget Pada Anak
8 Cara Asyik mengelola Gadget Pada Anak
Bila aturan keluarga bertemu dengan eyang uti
Bila aturan keluarga bertemu dengan eyang uti
Mari bercermin
Mari bercermin
7 Situs Video Ramah Anak
7 Situs Video Ramah Anak
Ajari anakmu sesuai zamannya
Ajari anakmu sesuai zamannya
7 Situs Edukasi untuk Anak usia 3-12 Tahun
7 Situs Edukasi untuk Anak usia 3-12 Tahun

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar